Produksi Padi di DIY Mencapai 90% dari Target
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Produksi Padi di DIY Mencapai 90% dari Target

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 16:25 WIB
Oleh : FMB

DIY - Realisasi capaian produksi padi di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mencapai 90 persen dari target 920.000 ton di akhir September 2017.

Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan bahwa beberapa wilayah di akhir September memasuki masa tanam. Diharapkan panen di akhir Desember atau awal 2018.

"Kalau panen di akhir Desember, kami optimistis target 920.000 ton akan teralisasi. Kalau panen awal 2018, masuk ke realisasi produksi 2018," katanya.

Ia mengatakan bahwa produksi padi di DIY mengalami surplus sekitar 600.000 ton. Kebutuhan beras konsumsi di DIY sebesar 300.000 ton per tahun, sedangkan produksi 920.000 ton.

"Di DIY, produksinya sangat mencukupi, bahkan surplus," katanya.

Sasongko mengatakan bahwa pihaknya menggalakkan pangan lokal pengganti beras sehingga konsumsi beras dapat ditekan. Pangan lokal, mulai dari ketela, ubi, kimpul, dan ketela rambat.

"Meski DIY mengalami surplus beras, tetap menggalakan pangan lokal," katanya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Maman Sugiri mengatakan bahwa pihaknya juga menggalakkan konsumsi pangan lokal sebagai pengganti beras. Pangan lokal yang sudah dikenal masyarakat, khususnya di Kulon Progo, di antaranya gudeg, geblek, growol, dan makanan khas lainnya.

Menu tersebut harus tetap dilestarikan. Namun, perlu dikembangkan dengan memanfaatkan pangan sumber karbohidrat selain beras dan terigu dengan tetap memperhatikan prinsip beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Melalui lomba tersebut, dia berharap masyarakat dapat berkreasi untuk menciptakan/modifikasi resep dari aneka makanan khas daerah yang beragam, bergizi seimbang, dan aman, serta menyajikannya dalam susunan menu keluarganya sehari-hari.

Saat ini, kata Maman, konsumsi pangan (beras) di Kulon Progo sebesar 79,2 kg/kapita/tahun turun dari tahun-tahun sebelumnya sebesar 83,09 kg/kapita/tahun.

Penurunan konsumsi pangan (beras) tersebut tentu tidak lepas dari keberhasilan sosialisasi B2SA yang telah dilaksanakan baik di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

Demikian pula, skor Pola Pangan Harapan (PPH) 2015 mencapai 93,9 naik dari tahun sebelumnya yang baru mencapai 93,5 dengan konsumsi kalori 1.867,9 kkal/kapita/hari hampir mendekati angka kecukupan energi (AKE) 2.000 kkal/kapita/hari.

"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam rangka sosialisasi B2SA, khususnya kepada ibu-ibu tim penggerak PKK di tingkat kecamatan dan desa," katanya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemda DIY Revisi Pergub Taksi Online

Dishub DIY masih menunggu petunjuk teknis termasuk hasil revisi dari Kemhub.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Puan Ingatkan Pentingnya Peran Keluarga dalam Mencegah Radikalisme

LKK PBNU harus mengambil peran penting dan gotong royong dalam memperkuat pendidikan karakter berlandaskan Pancasila.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Nusron Ajak Santri Sebar Islam Rahmatan Lilalamin

Mereka yang bisa mewarnai paham keagamaan di berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta sekarang ini bukan dari kalangan NU.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

PVMBG: Gunung Agung Gempa 25.000 Kali

PVMBG mencatat total gempa vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, sejak level waspada hingga level IV Awas saat ini sudah mencapai 25.000 kali.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Istri Kang Emil Identifikasi Masalah Ibu dan Anak ke Ciamis-Pangandaran

Saya ingin mengetahui langsung bagaimana kehidupan mereka, diantaranya, akses kesehatan, pendidikan, dan akses mereka pada perekonomian yang berbasis keluarga.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

PVMBG: Gunung Agung Alami Gempa 25.000 Kali

PVMBG mencatat total gempa vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, sejak level waspada hingga level IV Awas saat ini sudah mencapai 25 ribu kali.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Dari Turki, JK Bertolak ke Arab Saudi untuk Umrah

Penerbangan dengan pesawat kepresidenan BBJ 2/A-001 dari Istanbul ke Madinah sekitar empat jam.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Dikbud: Ternate Masih Kekurangan Guru

Dikbud Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mengakui daerah ini masih mengalami kekurangan guru untuk SD dan SMP sederajat.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

RPI: Kesuksesan Besar Jokowi Keluarkan Perppu Ormas

RPI minta Jokowi rombak kabinet.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Operasi Pasar Gas 3 Kg Kota Bengkulu Diserbu Warga

Dalam operasi pasar gas elpiji subsidi 3 kg dijual sesuai HET Rp 15.300 per tabung.

NASIONAL | 21 Oktober 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS