BMKG Sampit: Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

BMKG Sampit: Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 17:53 WIB
Oleh : PCN

Sampit- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Haji Asan Sampit Ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyebutkan hujan es masih berpotensi terjadi di daerah setempat.

"Masih ada potensi hujan lebat disertai angin kencang, bahkan untuk hujan es. Kendati potensinya sangat kecil karena fenomena ini sifatnya lokal wilayah yang kecil dan terjadi dalam waktu singkat," kata Kepala BMKG Stasiun Haji Asan Sampit, Nur Setiawan di Sampit, Sabtu.

Fenomena hujan es masih menjadi perbincangan masyarakat Kotawaringin Timur sejak terjadi Jumat (20/10) sore, hujan es sempat terjadi di RT 78 Desa Sebabi Kecamatan Telawang selama sekitar 15 menit pada pukul 15.00 WIB, disertai angin kencang.

Hasil evaluasi BMKG, Nur Setiawan membenarkan kemungkinan terjadinya hujan es tersebut. Pantauan dari citra satelit, pertumbuhan awan hujan di langit Desa Sebabi dimungkinkan terjadi hujan es antara pukul 15.30 hingga 16.00 WIB.

Beberapa saat sebelumnya, BMKG bahkan sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca buruk berupa hujan deras disertai petir, kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Telawang dan sekitarnya. Prakiraan itu ternyata memang terjadi.

Citra satelit menunjukkan terjadi pertumbuhan awan Cb atau Cumulunimbus yang sangat cepat. Awan Cb tersebut diperkirakan sangat rendah sehingga pada saat mancapai titik jenuh maka butiran atau kristal-kristal es di dalam awan Cb jatuh ke permukaan sebelum sempat terjadi perubahan fase menjadi butiran air hujan.

"Salah satu penyebabnya adalah geografis daerah perbukitan yang memungkinkan terjadinya hujan es. Hal ini dikarenakan ketinggian dasar awan Cb yg terbentuk bisa sangat rendah terhadap permukaan tanah," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pertimbangan Desa Sebabi, Desha mengatakan, hujan es yang terjadi sore itu sempat mengagetkan masyarakat setempat. Butiran es dengan diameter diperkirakan setengah sentimeter itu terdengar keras jatuh di atap rumah sehingga membuat masyarakat berlindung karena takut terluka.

"Hujannya sekitar 15 menit, tapi hujan es itu paling sekitar satu hingga dua menit. Awalnya ada angin kencang, kemudian hujan es, setelah itu baru hujan air biasa. Tanda-tandanya sebenarnya sudah terasa, yakni pada siang hari udaranya sangat gerah, tapi kami tidak memahami itu," kata Desha.

Hujan es menjadi fenomena yang cukup unik dan masih diperbincangkan masyarakat setempat karena sangat jarang terjadi. Namun menurut Desha, hujan es juga pernah terjadi di desa itu pada tahun 1968 silam. Sama seperti Jumat sore, hujan es saat itu juga hanya terjadi sebentar.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Satu Korban Kapal Tenggelam di NTT Ditemukan Selamat

Basarnas menyatakan satu penumpang KM Rajawali, asal Bima, NTB yang tengelam di perairan selatan Pulau Komodo, NTT ditemukan selamat.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Jelang Pernikahan Putri Presiden, Lanud Adi Soemarmo Diperketat

Danlanud tidak mengatakan secara rinci berapa jumlah personel yang diturunkan dalam pengamanan di kawasan bandara pada resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Anggota TNI dan Polri Kejar Pelaku Penembakan di Freeport

Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri tengah mengejar pelaku penembakan di jalan tambang PT Freeport Indonesia, Mile Point 67, Distrik Tembagapura, Mimika.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Istri Kang Emil Kagumi Kreasi Masakan dari Jantung Pisang

Saya kaget, begitu saya coba abon jantung pisang rasanya kayak daging, padahal bahan bakunya jantung pisang dan itu diambil di halaman rumah.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

KPU Pastikan 14 Parpol Berhasil Lengkapi Dokumen

KPU memastikan dari 27 partai yang mendaftar pemilu, hanya 14 partai yang telah berhasil melengkapi dokumen persyaratan menjadi peserta Pemilu 2019.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Selama 2017 Terjadi 81 Kebakaran di Kendari

Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, mencatat selama 2017 terjadi kasus kebakaran sebanyak 81 kali.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Polisi Selidiki Kasus Penembakan Mobil di Freeport

Kepolisian Resor Mimika melalui Polsek Tembagapura kini menyelidiki kasus penembakan terhadap dua kendaraan operasional milik PT Freport yang terjadi Sabtu.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Empat Titik Panas Terdeteksi di Aceh Barat

Satelit Terra dan Aqua mendeteksi empat hotspot atau titik panas terkosentrasi di wilayah Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Produksi Padi di DIY Mencapai 90% dari Target

Diharapkan panen di akhir Desember mencapai target 920.000 ton

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Pemda DIY Revisi Pergub Taksi Online

Dishub DIY masih menunggu petunjuk teknis termasuk hasil revisi dari Kemhub.

NASIONAL | 21 Oktober 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS