Korupsi, Teroris, Narkoba dan Ketimpangan Sosial Masalah Terbesar Bangsa

Korupsi, Teroris, Narkoba dan Ketimpangan Sosial Masalah Terbesar Bangsa
Tjahjo Kumolo. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / WBP Rabu, 25 Oktober 2017 | 13:09 WIB

Jakarta - Kaum pemuda dan mahasiswa mempunyai peran penting dalam menjawab berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia. Keterlibatan secara aktif akan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan disegani.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta kepada mahasiswa dan pemuda untuk ambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa dan negara.

"Pemuda dan mahasiswa mempunyai bagian dan peran yang penting dalam menjawab berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia. Pemuda harus punya komitmen yang sama dalam membangun bangsa dan negara," kata Tjahjo Kumolo dalam Jambore kebangsaan di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (25/10)

Tjahjo yang juga menjadi inspektur upacara Jambore Kebangsaan pemuda itu menyatakan bahwa setidaknya ada empat permasalahan besar yang tengah dihadapi bangsa dan negara yakni korupsi, narkoba, gerakan radikal teroris dan ketimpangan sosial.

Dia menuturkan, ketimpangan sosial sepatutnya untuk terus dicermati. Dengan kegiatan Jambore Kebangsaan dan Kewirausahaan, dia berharap pemuda dan mahasiswa bersama pemerintah daerah, tokoh agama, masyarakat dan adat serta elemen demokrasi turut membantu mengurangi ketimpangan sosial.

Sementara terkait korupsi, dari tahun ke tahun tidak pernah menurun, tapi terus meningkat. Hampir seluruh pejabat negara, termasuk pihak swasta sudah terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Polri melalui jajarannya juga harus membongkar kasus-kasus korupsi. Dia mendukung penegak hukum untuk terus memberantas korupsi.

Mengenai penyalahgunaan narkoba, menurutnya, setiap hari ada 60 orang yang meninggal. Narkoba tidak mengenal usia golongan.

Ketua Panitia Jambore Kebangsaan, Agus Harta, menegaskan, mahasiswa dan pemuda mempunyai tanggung jawab berpikir, bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan.

"Masa depan bergantung persaudaraan dan persatuan kita (pemuda). Seberapa mampu kita hadapi dinamika global. Ekonomi global dunia banyak dipimpin anak-anak muda. Mahasiswa dan pemuda memang wajib bekerja berkarya," kata Agus.

Diingatkan, pemuda Indonesia harus terus bergerak maju. Salah satu tugas utamanya yakni merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Dengan beragam kultur, agama etnis budaya, ini adalah Indonesia. Kebinekaan Indonesia bisa kita rasakan di sini. Kini saatnya kita tunjukan ke rakyat indo dan dunia bahwa mahasiswa bisa bersatu, bersaudara, berkarya untuk kejayaan Indonesia," ucapnya.

Jambore mahasiswa-pemuda merupakan kerja bersama dari 15 organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan yang diikuti sekitar 5.000 Peserta pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Jambore dihadiri para pembicara maupun tokoh penting baik jajaran pemerintah, negarawan, dan pengusaha di antaranya Oesman Sapta Odang (Ketua DPD RI), Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI), Tito Karnavian (Kapolri), Tjahyo Kumolo (Mendagri), Rini Soemarno (Menteri BUMN), Bahlil Lahadalia (Ketua BPP HIPMI), Yudi Latief (Ketua UKP Pancasila).

Kemudian Ignatius Johan (Menteri ESDM), Imam Nahrawi (Menpora), Achmad Baiquni (Dirut BNI), Kartiko Wirjoatmodjo (Dirut Mandiri), George Hendrata (CEO Blibli.com), William Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Arif Budimanta (Wakil Ketua KEIN), para tokoh Cipayung seperti Bursah Zanubi, Muhammad Yamin, Theo L. Sambuaga, H. Azis Syamsuddin, dan lain-lain.



Sumber: Suara Pembaruan