Survei Pilgub Sumut

Tingkat Kompetensi Effendi Simbolon Dinilai Paling Tinggi

Tingkat Kompetensi Effendi Simbolon Dinilai Paling Tinggi
Anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon, bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 15 Desember 2017 | 13:03 WIB

Jakarta - Lembaga Indonesia Network Election Survei (INES) menggelar survei menjelang pemilihan gubernur Sumatera Utara (Sumut). Hasil survei menunjukkan, tingkat popularitas tokoh calon Gubernur (Cagub) Sumut, yakni Tengku Erry Nuradi 77,8 persen, Letjen TNI Edy Rahmayadi 70,6 persen, Tifatul Sembiring 70,10 persen, Gus Irawan Pasaribu 76,20 persen, Effendi MS Simbolon 77,60 persen dan Maruarar Sirait 68,90 persen.

Kemudian, Bupati Simalungun yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, JR Saragih 69,60 persen dan Bupati Langkat sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu 70,40 persen.

Sementara, untuk tingkat akseptabilitas para tokoh yang diterima masyarakat Sumut sebagai calon gubernur Sumut, nama petahana Gubernur Tengku Erry Nuradi memiliki tingkat akseptabilitas 70,9 persen, Letjen TNI Edy Rahmayadi 73,3 persen, Tifatul Sembiring 69,3 persen, Gus Irawan Pasaribu 72,7 persen, Effendi Simbolon 74,2 persen dan Maruarar Sirait 71,8 persen. Kemudian ada juga nama JR Saragih 73,7 persen dan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu 73,6 persen.

"Dan ketika diuji dalam survei jajak pendapat ini, Effendi Simbolon dianggap tipe pemimpin yang paling tinggi memiliki tingkat Kompentensi yaitu 75,8 persen, dimana dia dinilai sebagai seorang tokoh yang memiliki kemampuan dan akuntabilitas sebagai pemimpin terhadap kelompoknya," kata Direktur Eksekutive INES, Chaerudin Affan, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (15/12).

Chaerudin mengatakan, Effendy Simbolon bisa dengan mudah mendapatkan pengikut atau followers dan bukan teralienasi di pucuk pimpinan, dan hanya dituruti karena sistem yang ada. "Sementara petahana Tengku Erry Nuradi hanya memiliki tingkat kompentensi sebagai pemimpin 72,30 persen dan Letjen TNI Edy Rahmayadi 75,7 persen," tukasnya.

Kemudian, saat diajukan pertanyaan tertutup mengunakan kuisioner dengan pertanyaan siapa yang akan dipilih jika Pilgub digelar hari ini? Jawaban yang didapat dalam kertas kuisioner 25,2 persen warga Sumut memilih Effendi Simbolon.

Lagi-lagi, petahana Tengku Erry Nuradi hanya memiliki tingkat keterpilihan secara spontan 6,4 persen, Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi13,9 persen, Tifatul Sembiring 3,1 persen, Gus Irawan Pasaribu 11,9 persen, Maruarar Sirait 3,1 persen, JR Saragih 5,1 persen dan Ngogesa Sitepu 6,2 persen. "Dan masyarakat yang tidak memilih sebanyak 25,1 persen," kata Chaerudin.

Survei jajak pendapat ini dimulai sejak 24 November sampai dengan 3 Desember 2017 di 33 kabupaten dan kota di Sumut, dengan melibatkan 1.816 responden dari total daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Sumut sebanyak 10.194.368 pemilih yang tersebar secara proposional sesuai jumalah DPT disetiap 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Untuk tingkat kepercayaan hasil survei sebanyak 95 persen dan margin of error lebih kurang 2,3 persen.

"Untuk jajak pendapat kali ini, kami menggunakan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuisioner," ujar Chaerudin.

Mencermati hasil survei tersebut, Effendi MS Simbolon menyikapinya dengan rendah hati. "Saya mempersilakan masyarakat Sumut untuk menetapkan pilihan kepada pemimpin yang benar-benar bisa membangun daerah ini pada Pilgub tahun 2018 mendatang," kata anggota Komisi I DPR dari fraksi PDIP ini.

Simbolon mengakui, survei dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang tepat dalam membangun Sumut. "Tapi kepastian siapa pemimpin terpilih itu sebaiknya kita lakukan pemilihan secara demokratis pada Pilgub tahun depan," tambah Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) ini.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE