Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Stagnan dari Tahun Lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Stagnan dari Tahun Lalu
Ilustrasi. ( Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ )
Yeremia Sukoyo / FMB Kamis, 22 Februari 2018 | 14:33 WIB

Jakarta - Transparency International Indonesia (TII) menyatakan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (CPI) pada 2017 stagnan di angka 37 dari angka tertinggi 100. Saat ini Indonesia menempati peringkat 96 dari 180 negara.

"Skor CPI Indonesia di tahun 2017 ada di kisaran 37 dengan peringkat 96 dari 180 negara. Kita masih butuh banyak perjuangan untuk menuju average corruption," kata Manajer riset TII, Wawan Suyatmiko, dalam peluncuran hasil riset Corruption Perceptions Index (CPI) 2017, Kamis (22/2) di Jakarta.

Pada 2016, posisi skor CPI Indonesia juga sebesar 37. Pada tahun itu, posisi Indonesia masih berada di urutan ke-90. Skor CPI sendiri berada dalam rentang 0-100, di mana 0 berarti negara dipersepsikan korup, sementara skor 100 berarti dipersepsikan bersih dari korupsi.

Selain Indonesia, di skor CPI 37 ada beberapa negara lain. Di antaranya yakni Brasil, Kolumbia, Panama, Peru, Thailand dan Zambia. Untuk negara Brasil, skor CPI turun drastis dari 40 pada 2016 menjadi 37 pada 2017. Untuk Thailand tahun lalu ada di skor 35 dan kemudian naik menjadi 37.

"Jika dibandingkan ASEAN, skor tertinggi Singapura dan terendah Kamboja. Indonesia stagnan skor CPI-nya jika dibandingkan taun 2016," ucap Wawan.

Negara terbaik lima besar indeks CPI-nya pertama ditempati Selandia Baru sebesar 89, Denmark (89), Finland (85), Norwegia (85) dan Switzerland sebesar 85.

Sedangkan, lima negara yang dipersepsikan paling korup di dunia, masing-masing negara Yaman dengan skor 16 dan di peringkat 175, Afghanistan (15), Suriah (14), Sudan (12) dan paling buncit negara Somalia dengan skor 9 dan berada di peringkat 180 dari 180 negara.



Sumber: Suara Pembaruan