Mengenal Surabaya Black Hat yang Diburu FBI
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mengenal Surabaya Black Hat yang Diburu FBI

Jumat, 16 Maret 2018 | 01:44 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati, Heru Andriyanto / HA

Jakarta – Awal pekan ini polisi mengumumkan kabar menghebohkan bahwa mereka telah mengungkap sebuah jaringan peretas situs internet berbasis di Surabaya yang menjadi perhatian Biro Penyidik Federal Amerika Serikat atau FBI (Federal Bureau of Investigation).

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya bekerja sama dengan Polda Jawa Timur telah menangkap tiga tersangka, dan memburu tiga lainnya dengan tuduhan kelompok ini telah meretas dan mengakses secara ilegal ribuan situs di berbagai negara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Prabowo Argo Yuwono mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi yang masuk dari Internet Crime Complaint Center (IC3), pusat pelaporan kejahatan internet di New York yang dinaungi FBI.

IC3 memonitor ada peretasan sistem elektronik di sekitar 44 negara.

"Jadi negara-negara itu mengalami peretasan semua. Dicek ada 3.000an lebih sistem elektronik yang diretas. Kemudian setelah dilihat dan dianalisis, ternyata itu bermuara di Indonesia," ujar Argo, Selasa (13/3) lalu.

Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa para peretas itu berasal dari kelompok Surabaya Black Hat (SBH).

Namun, benarkah para tersangka yang masih muda belia itu mampu melakukan kejahatan transnasional berbasis teknologi informasi yang demikian canggih? Simak pengakuan salah satu pentolan SBH dalam wawancara khusus dengan Beritasatu.com, Kamis (15/3).

Eksis Sejak 2011
Nama kelompok Surabaya Black Hat menjadi perbincangan masyarakat setelah tiga oknum anggotanya KSP (21), NAP (21) dan ATP (21) diduga melakukan tindak kejahatan membobol 3.000 sistem elektronik, di 44 negara.

Kelompok seperti apa sebenarnya Surabaya Black Hat itu, dan siapa orang-orang di dalamnya?

Zulham Akhmad Mubarrok (33), yang mengaku sebagai anggota Dewan Penasihat Surabaya Black Hat, mengatakan kelompok itu berdiri pada 20 September 2011, dipelopori pemuda Kota Surabaya yang gemar dunia teknologi.

"Komunitas ini kami dirikan tahun 2011. Pendirinya ada banyak. Cuma saya tidak bisa sebut, karena mereka pakai identitas nama onlinenya, nama anonymous,” ujar Zulham.

“Awalnya kita fokus pada pendidikan tentang IT (information technology). Salah satunya memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang keamanan internet. Kita sering mengadakan seminar terbuka bagi kalangan pekerja yaitu peminat dunia teknologi informasi."

Dikatakan, secara global anggota kelompok SBH mencapai sekitar 1.500 orang. Namun, yang aktif mengikuti dan menggelar kegiatan hanya sekitar 50 orang.

"Banyak dari kita hanya online, artinya kita hanya bisa ketemu di website dan lainnya. Kami mempunyai website SurabayaBlackhat.org, ada sosial medianya, bisa dilihat ada kegiatan bersama. Di website ini kita sharing, tanya jawab, terkait informasi-informasi terkini seputar teknologi informasi," ungkapnya.

"Dulu kami berkomunikasi di Kaskus dan forum-forum diskusi lainnya. Tapi akhirnya kami membuat website sendiri. Itu merupakan salah satu media kami untuk berkomunikasi secara global dengan anggota-anggota kami di seluruh dunia."

Membantu Polisi
Zulham menolak apabila SBH disebut sebagai kelompok kriminal. Menurut klaimnya, SBH merupakan kelompok pegiat IT yang memiliki agenda atau program sosial yang tidak bertentangan dengan hukum. Bahkan, anggotanya turut membantu kepolisian dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terkait kejahatan siber atau hoax di media sosial.

"Kalau secara personel terhadap tiga anggota kami yang sudah diproses hukum di Polda Metro, kami tidak bisa intervensi karena itu proses hukum yang sudah berjalan. Tetapi ketika Polda Metro menilai SBH itu organisasi kriminal, itu yang tidak bisa kami terima. Karena bisa dilihat dari reputasi SBH ini," katanya.

"Anggota kami banyak anak muda, bisa dicek. Bahkan untuk pengamanan Pilkada Jawa Timur, kami diundang secara formil oleh Kapolda Jatim bapak Machfud (Irjen Pol Machfud Arifin) untuk ikut membantu pengamanaan secara siber terkait Pilkada Jawa Timur terutama dari serangan hoax dan serangan siber. Saya kira tidak bisa digeneralkan. Masa iya, polisi mau bekerjasama dengan organisasi yang isinya pelaku kriminal? Kan tidak mungkin."

Ia pun menyampaikan, memiliki bukti foto kalau tersangka KPS turut membantu Polda Jawa Timur dalam pengamanan Pilkada.

"Ya itu (foto) waktu diundang pengamanan Pilkada. Betul itu (tersangka KPS)," ucapnya.


Anggota SBH (tanda panah) berinisial KPS yang ditahan polisi karena tuduhan peretasan
dalam sebuah foto berlokasi di Surabaya namun tak bertanggal. (Istimewa)

Ia mengungkapkan, secara personal anggota SBH banyak memiliki usaha jasa pengamanan internet dan mayoritas kliennya juga kepolisian.

"Saya misalnya punya usaha IT, klien saya kepolisian semua. Lantas karena saya bagian dari SBH, 'Oh ini SBH yang identik dengan perilaku kriminal.' Kan tidak bisa dipukul rata. Ini yang kami sayangkan dari pernyataan kepolisian," jelasnya.

Menurutnya, ketiga orang yang diduga melakukan peretasan sistem elektronik di puluhan negara, termasuk salah satunya pemerintahan Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat, itu merupakan oknum anggota.

"Iya oknum. Di komunitas ini aturannya jelas, bila melanggar hukum dan melanggar aturan yang berlaku di Indonesia, ya sudah silakan diproses secara hukum karena ini negara hukum," kata CEO Agranirwasita Technology itu.

Ihwal apakah tindakan yang dilakukan tiga tersangka melanggar hukum atau tidak, Zulham enggan mengomentari perihal kasusnya.

"Saya tidak mau komentar tentang kasus ini, karena kan mereka tersangka. Pembuktian mereka melanggar hukum atau tidak kan bukan saat ini, tapi di persidangan," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Mengenang Ki Ageng Gribig Leluhur Airlangga Hartarto, Penasihat Sultan Agung dan Pejuang Islam

Ki Ageng Gribig atau yang bernama asli Wasibagno Timur adalah ulama besar yang menyebarkan Islam di Desa Krajan, Jatinom, Klaten, dan sekitarnya.

NASIONAL | 24 September 2021

Passing Grade P3K Ketinggian, P2G Minta Pemerintah Pertimbangkan Afirmasi untuk Guru

Seleksi kompetensi untuk pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) Guru akan segera digelar

NASIONAL | 7 September 2021

Presiden Nyeker dan Naik Sampan di Cilacap, Begini Penampakannya

Presiden Jokowi nyeker alias berjalan tanpa alas kaki saat melepasliarkan tukik ke laut, di Pantai Pantai Kemiren, Cilacap, Jateng, Kamis (23/9/2021).

NASIONAL | 23 September 2021

MRPTNI: PTM Terbatas untuk Cegah Learning Loss

Jamal Wiwoo mengatakan, menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas adalah untuk mencegah learning loss

NASIONAL | 23 September 2021

Angkat Produk Papua, Sandiaga Uno Disebut Pemimpin Masa Depan

Mama Marice yang merupakan penjual es krim sagu tersebut menyambut kedatangan Menparekraf Sandiaga.

NASIONAL | 23 September 2021

Polres Yahukimo Periksa ASN Diduga Pemasok Senjata KKB

Barang bukti yang diamankan di antaranya 26 butir amunisi 5,6 5TJ, 8 Butir amunisi 38 SPC, satu magazine M-16, satu pasang pakaian loreng KNPB,

NASIONAL | 23 September 2021

Presiden Jokowi Tanam Mangrove untuk Pemulihan Lingkungan dan Mitigasi Iklim

Keberadaan ekosistem mangrove yang baik di kawasan pesisir juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat.

NASIONAL | 23 September 2021

KPK Buka Kemungkinan Jerat Bupati Banjarnegara dengan Pasal Pencucian Uang

KPK membuka kemungkinan untuk menjerat Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) sepanjang ditemukan bukti yang cukup.

NASIONAL | 23 September 2021

Ketua MPR Imbau Penyelenggara Negara Penuhi Kewajiban Sampaikan LHKPN

Ketua MPR Bambang Soesatyo atau disapa Bamsoet mengimbau para penyelenggara negara berkomitmen memenuhi kewajiban untuk menyampaikan LHKPN.

NASIONAL | 23 September 2021

Surpres Calon Panglima TNI Diprediksi Dikirim Usai PON Papua

Tubagus Hasanuddin memprediksi surat presiden (surpres) calon panglima TNI akan dikirim usai PON Papua.

NASIONAL | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

MEGAPOLITAN | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings