Kasus Garuda, Adiguna Sutowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Garuda, Adiguna Sutowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Selasa, 20 Maret 2018 | 19:27 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta - Pengusaha Adiguna Sutowo tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanpa alasan yang jelas alias mangkir, Selasa (20/3). Adiguna sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015.

Jubir KPK, Febri Diansyah menyatakan, hingga saat ini tidak ada keterangan yang disampaikan Adiguna terkait ketidakhadirannya ini.
"Tidak ada keterangan, hingga sore ini belum diperoleh konfirmasi terkait alasan ketidakhadiran saksi," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/3).

Belum diketahui secara pasti kaitan Adiguna dalam kasus ini. Namun, pemeriksaan terhadap Adiguna dilakukan tim penyidik untuk mendalami mengenai PT Mugi Rekso Abadi. Kelompok usaha ini didirikan Adiguna bersama Soetikno Soedarjo yang kini telah menyandang status tersangka bersama mantam Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. KPK menduga kelompok usaha tersebut bersinggungan dengan kasus suap kepada Emirsyah. Hal ini ditandai dengan intensifnya KPK memeriksa sejumlah petinggi PT MRA, termasuk, tangan kanan Soetikno, Sallyawati Rahardja.

Febri masih enggan mengungkap materi yang bakal dikonfirmasi kepada Adiguna. Namun, Febri mengakui, tim penyidik saat ini sedang fokus mendalami peran Soetikno Soedarjo di kelompok usaha PT MRA. Termasuk mengenai mekanisme di MRT serta posisi Adiguna dan Soetikno di MRA.

"Akan dilihat lebih jauh mekanisme di MRA misalnya pendirian MRA, posisi saksi dan posisi tersangka saat itu," katanya.
Febri memastikan tim penyidik akan memanggil kembali Adiguna untuk diperiksa. Namun, Febri masih belum mengetahui secara pasti waktu pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Adiguna tersebut.

"Bagi yang tidak hadir akan dilakukan pemanggilan kembali," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) yang juga beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan 50 pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia. Selama menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014, Emirsyah diduga menerima uang sebesar USD 2 juta dan dalam bentuk barang senilai USD 2 juta dari Rolls-Royce melalui pendiri PT MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Emirsyah dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sementara Soetikno disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Saksi Pelapor, SBY Diperiksa di Rumah

Mabes Polri memastikan jika pemeriksaan terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dilakukan di rumah adalah hal yang biasa.

NASIONAL | 20 Maret 2018

6 Kabupaten Terima Bantuan Program RIF Tahap Pertama

Program RIF menyediakan dana Rp 1 miliar untuk program perdesaan.

NASIONAL | 20 Maret 2018

Novel Baswedan Siap Jalani Operasi Tahap Kedua

Jika hasil pemeriksaan besok dinyatakan baik, Novel rencananya bakal menjalani operasi tahap kedua pada Jumat (23/3).

NASIONAL | 20 Maret 2018

KPAI: Jangan Ajak Anak Ikut Kampanye

Orang tua diminta bijak untuk tidak melibatkan anak dalam kegiatan kampanye politik.

NASIONAL | 20 Maret 2018

KSF Dorong Kapasitas Praktisi Pendidikan di Banyuwangi

Selama setahun terakhir, KSF memberdayakan 77 kepala dan pengawas sekolah.

NASIONAL | 20 Maret 2018

KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang

Penggeledahan ini terkait pengembangan kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun 2015.

NASIONAL | 20 Maret 2018

Banjir Bandang Terjang Kawasan Cicaheum Bandung

Banjir bandang menerjang Jalan Ahmad Yani Kota Bandung atau setelah Terminal Cicaheum, Selasa (20/3).

NASIONAL | 20 Maret 2018

Istana: Bagi-bagi Sertifikat Itu Nyata, Bukan Ngibul

Juru Bicara Presiden Johan Budi SP mempertanyakan maksud 'ngibul' yang diucapkan Amien Rais.

NASIONAL | 20 Maret 2018

Harga Sangat Tinggi, Indonesia Jadi Sasaran Sindikat Narkoba

Harga narkoba di Indonesia luar biasa mahal yang membuat sindikat narkoba berupaya keras memasukkannya dengan cara apa pun.

NASIONAL | 20 Maret 2018

BI dan OJK Perlu Mengkaji Skema Student Loan

Untuk mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi, juga bisa memanfaatkan dana zakat.

NASIONAL | 20 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS