Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Meterai
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Meterai

Selasa, 20 Maret 2018 | 20:01 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta - Penyidik Sub Direktorat Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, membongkar peredaran meterai palsu dan menangkap delapan tersangka berinisial DJ, HK, IS, AS, AF, AT, PA, dan ZF, di Bandung, Bogor serta Jakarta. Akibat perbuatan pelaku, negara mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

"Delapan pelaku ditangkap di Bandung, Bogor dan Jakarta. Ada tiga lokasi," ujar Kasubdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Sandy Hermawan, Selasa (20/3).

Dikatakan, tersangka DJ alias A merupakan penjahat kambuhan spesialis pemalsuan yang pernah ditahan selama 1 tahun.

"Dia residivis. Pernah ditahan 1 tahun karena pemalsuan sertifikat. Mereka melihat ini peluang bisnis. Mereka pemain pemalsuan, kami temukan juga ada STNK dan BPKB palsu," ungkapnya.

Ia menyampaikan, para tersangka sepertinya melihat kalau setiap barang yang laku dan cepat dijual menarik untuk dipalsukan. "Sejauh ini mereka belajar otodidak. Biasa mereka copy, mereka cari spesifikasi, mana yang harus spesial mereka palsukan," katanya.

Menurutnya, para pelaku memiliki satu rumah yang dibeli dari hasil kejahatan, di Bandung, Jawa Barat. Rumah itu, digunakan untuk memproduksi meterai palsu. "Mereka punya rumah untuk produksi. Selama setahun, sudah beli rumah Rp 1 miliar dengan DP (down payment) Rp 300 juta. Mobil ada satu lagi yang belum kita dapat," jelasnya.

Sandy menuturkan, peran pelaku merupakan pemasok meterai palsu. Modusnya, membuat meterai yang selanjutnya dipasarkan secara online menggunakan blog dan toko online. Mereka mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk pemesanan. Ketika sudah terjadi kesepakatan pembelian meterai palsu, pelaku memberikan nomor rekening atas nama orang lain yang tujuannya agar transaksi itu tidak terdeteksi.

"Setelah dilakukan pembayaran pelaku mengirim barang melalui JNE ke alamat pembeli," ucapnya.

Ia menambahkan, pelaku sudah beraksi melakukan penjualan meterai palsu selama 3 tahun. "Berdasarkan aliran rekening penampungan, total kerugian negara atas penjualan meterai palsu tersebut mencapai sekitar Rp 6 miliar," tandasnya.

Sementara itu, Kasubdit Forensik dan Barang Bukti Direktorat Intelejen Perpajakan Joni Isparianti mengungkapkan, tindakan para pelaku sangat merugikan negara atau pendapatan untuk kas negara.

"Ini yang saya pegang ada 25 ribu meterai 6.000 yang dijual pelaku Rp 1.500, yang seharusnya dijual oleh negara Rp 6.000. Dikalikan saja 25 ribu meterai dengan harga normal Rp 6000, ketemu harga Rp 150 juta, dan harusnya itu masuk ke kas negara," sebutnya.

Joni mengungkapkan, para pelaku cukup pintar menduplikasi atau memalsukan meterai karena kalau dilihat sekilas tampak seperti aslinya.

"Kalau yang asli dikeluarkan Peruri, ada hologramnya, kelihatan kalau dilihat, tapi yang palsu ini tidak," katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 13 Undang-undang Nomor 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai Juncto Pasal 253 KUHP Juncto Pasal 257 KUHP dan atau Pasal 3, 4 dan 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pesawat Latih Super Decathlon Jatuh di Cilacap

Insiden terjadi saat pesawat melakukan manuver aerobatik dan kehilangan kendali.

NASIONAL | 20 Maret 2018

KPK Dalami Peran Soetikno Soedarjo di PT MRA

Tim penyidik mendalami peran Soetikno di PT Mugi Rekso Abadi (PT MRA) Group yang didirikannya bersama pengusaha Adiguna Sutowo.

NASIONAL | 20 Maret 2018

Kasus Garuda, Adiguna Sutowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Tidak ada keterangan yang disampaikan Adiguna terkait ketidakhadirannya di KPK.

NASIONAL | 20 Maret 2018

Saksi Pelapor, SBY Diperiksa di Rumah

Mabes Polri memastikan jika pemeriksaan terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dilakukan di rumah adalah hal yang biasa.

NASIONAL | 20 Maret 2018

6 Kabupaten Terima Bantuan Program RIF Tahap Pertama

Program RIF menyediakan dana Rp 1 miliar untuk program perdesaan.

NASIONAL | 20 Maret 2018

Novel Baswedan Siap Jalani Operasi Tahap Kedua

Jika hasil pemeriksaan besok dinyatakan baik, Novel rencananya bakal menjalani operasi tahap kedua pada Jumat (23/3).

NASIONAL | 20 Maret 2018

KPAI: Jangan Ajak Anak Ikut Kampanye

Orang tua diminta bijak untuk tidak melibatkan anak dalam kegiatan kampanye politik.

NASIONAL | 20 Maret 2018

KSF Dorong Kapasitas Praktisi Pendidikan di Banyuwangi

Selama setahun terakhir, KSF memberdayakan 77 kepala dan pengawas sekolah.

NASIONAL | 20 Maret 2018

KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang

Penggeledahan ini terkait pengembangan kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun 2015.

NASIONAL | 20 Maret 2018

Banjir Bandang Terjang Kawasan Cicaheum Bandung

Banjir bandang menerjang Jalan Ahmad Yani Kota Bandung atau setelah Terminal Cicaheum, Selasa (20/3).

NASIONAL | 20 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS