Logo BeritaSatu

Banyak Media, Wartawan Abal-abal pun Menjamur

Jumat, 23 Maret 2018 | 15:26 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Depok- Seiring pencabutan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) pascareformasi, jumlah media massa menjadi bermunculan. Tercatat berdasarkan data Dewan Pers tahun 2018, terdapat 2.000 media cetak, 43.300 media siber, 674 media radio, dan 523 media televisi.

Dari data tersebut, media cetak yang telah terverifikasi hanya sebanyak 321 media. Adapun media siber yang telah terverifikasi sejumlah 168. Hal ini memicu muncul banyak media baru dan banyak pengusaha atau kelompok politik yang membuat media.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengungkapkan, media abal-abal ini tidak berbadan hukum, tidak memiliki alamat redaksi yang jelas, tidak menyebutkan nama penanggung jawab, terbit temporer (kadang terbit kadang tidak), bahasanya tidak menggunakan standar baku jurnalistik, menggunakan nama yang terkesan menakutkan misalnya KPK, BNN, ICW, Tipikor, Buser. Isi dari media tersebut banyak yang melanggar kode etik.

"Kami menemukan ada media cetak namanya KPK. Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi tapi Koran Pemberita Korupsi. Mereka ini punya cabang sampai ke daerah daerah. Mereka menakut-nakuti para kepala desa, kepala sekolah. Dengan tuduhan selalu tentang anggaran. Misalnya penyimpangan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS), anggaran dana desa. Kami tangani. Jelas ini pelanggaran. Tidak boleh menggunakan nama nama lembaga. Apalagi ternyata kantor redaksinya itu adalah warung kelontong," papar Yosep dalam Diskusi Publik Ancaman Terhadap Kebebasan Pers di Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/3).

Terlebih, saat ini memasuki Tahun Politik di mana sejumlah daerah mengadakan Pilkada serentak. Menjelang Pilkada ini kerap bermunculan media palsu yang melakukan kampanye hitam kepada pasangan calon dengan mengatasnamakan kebebasan pers.

Yosep Adi melanjutkan, media abal-abal ini juga melahirkan wartawan abal-abal di mana mereka berpenampilan sok jago yang tak memahami etika jurnalistik, mengaku anggota organisasi wartawan meski tak jelas organisasi apa yang dimaksud, mengajukan pertanyaan pertanyaan yang tendensius dan kerap kali mengancam atau memeras narasumber.

"Wartawan abal-abal ini ada lho yang dulunya adalah kernet bis, tukang tambal ban karena sekarang sangat mudah jadi wartawan tinggal membuat kartu identitas maka jadilah wartawan. Mereka juga kerap kali mengandalkan kartu identitas ini untuk selamat dari tilang ketika berhadapan dengan aparat kepolisian," tutur pria yang akrab disapa Stanley ini.

Mengatasi hal ini, Dewan Pers telah berupaya memperbaiki kualitas dan kompetensi wartawan dengan pengawasan pelaksanaan kode etik jurnalistik, membuat uji kompetensi, menegur media tersebut, membuat sejumlah pedoman peliputan.

"Ada uji kompetensi dan sertifikasi. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) punya ujian itu. Kami juga menyelenggarakan. Saat ini jumlah wartawan yang bersertifikasi terus bertambah. Data detailnya bisa dilihat di situs Dewan Pers," tutur Stanley.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ketum PBNU Gus Yahya Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak

PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengucapkan selamat merayakan Waisak 2566 Tahun Buddhis.

NASIONAL | 16 Mei 2022

Polisi Gagalkan Penyelundupan Minyak Goreng ke Timor Leste

3 kontainer minyak goreng diamankan anggota Kepolisian Resor Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara NTT saat akan diselundupkan ke Timor Leste.

NASIONAL | 16 Mei 2022

Jokowi Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak, Yuk Simak

Perseden Jokowi memberikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha di Indonesia.

NASIONAL | 16 Mei 2022

Kejar Ketertinggalan, Gus Halim: Pengelolaan RSNU Harus Profesional

Pengelolaan RSNU selama ini relatif tertinggal dibandingkan dengan penyelenggara layananan kesehatan milik organisasi keagamaan lain.

NASIONAL | 16 Mei 2022

Waduh! Kambing Bantuan Pemkab Kulonprogo Terinfeksi PMK

Seekor kambing milik warga di Pandowan, Galur, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) positif mengidap penyakit kuku dan mulut (PMK).

NASIONAL | 16 Mei 2022

Wanita Misterius Berbaju Putih di Lampung Akhirnya Terungkap

Wanita misterius berbaju putih dan berkaca mata hitam yang meminta sumbangan bahkan sampai mematikan listrik rumah pada malam hari.

NASIONAL | 16 Mei 2022

Richard Mille Asia Respons Tudingan Penipuan Jam Tangan Mewah

Richard Mille Asia angkat bicara soal tudingan Tony Sutrisno soal dugaan penipuan terkait pembelian 2 jam Richard Mille senilai Rp 77 miliar.

NASIONAL | 15 Mei 2022

Waisak, Umat Buddha Diajak Perkuat Moderasi Beragama

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat Buddha untuk memperkuat moderasi beragama dalam memperingati Tri Suci Waisak yang jatuh pada Senin (16/5/2022)

NASIONAL | 15 Mei 2022

KNPI Luncurkan Gerakan Membangun Investor of Change Pemuda Indonesia

KNPI meluncurkan program nasional di Gedung Pemuda/KNPI, Kuningan, Jakarta, Minggu (15/5/2022).

NASIONAL | 15 Mei 2022

Elf Tabrak Sejumlah Motor di Karawang, 7 Orang Tewas

Tujuh orang meninggal dunia dan sepuluh orang lainnya luka-luka saat sebuah minibus Elf menabrak belasan motor di Jalan Raya Purwasari, Kabupaten Karawang.

NASIONAL | 15 Mei 2022


TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kinerja Telkom Diprediksi Masih Tumbuh hingga Akhir Tahun

Kinerja Telkom Diprediksi Masih Tumbuh hingga Akhir Tahun

EKONOMI | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings