KPK Rahasiakan Bakal Cawapres yang Diduga Tersangkut Korupsi
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

KPK Rahasiakan Bakal Cawapres yang Diduga Tersangkut Korupsi

Selasa, 27 Maret 2018 | 18:52 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih merahasiakan nama-nama orang yang tersangkut perkara korupsi yang disebut akan bertarung dalam Pemilihan Presiden 2019. Meski demikian, lembaga antikorupsi akan membantu calon presiden, termasuk Presiden Joko Widodo, jika ingin melacak dan mengetahui rekam jejak bakal cawapres.

"Wah (nama-nama) itu masih rahasia," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Selasa (27/3).

KPK dapat melacak rekam jejak calon dengan melihat data perkara. Saut mengatakan pihaknya bisa memberi masukan kepada Jokowi atau calon presiden lainnya terkait rekam jejak nama-nama bakal cawapres bila memang diminta. Dikatakan, KPK akan menjelaskan seperti apa nama-nama tersebut tercatat di lembaga antirasuah.

"Kalau diminta tentu sejauh datanya ada. KPK bisa memberi masukan seperti apa seseorang tercatat di KPK," katanya.

Diketahui, Jokowi akan kembali bertarung dalam Pilpres 2019. Sejauh ini terdapat sejumlah nama tokoh politik yang digadang-gadang bakal menjadi pendamping Jokowi. Beberapa di antaranya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum PPP Romahurmuzy alias Romi, Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Dari nama-nama di atas, Cak Imin mendapat sorotan dari Forum Mahasiswa Menggugat yang menggelar aksi di depan gedung KPK, Selasa (27/3).

Mereka mendesak KPK untuk melanjutkan kasus hukum yang menyeret Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"KPK harus membuka kembali kasus Kardus Durian yang diduga melibatkan Muhaimin Iskandar," kata Koordinator Forum Mahasiswa Menggugat, Asri Lesilawang.

Nama Cak Imin terseret dalam dua perkara korupsi yang ditangani KPK. Pertama, kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) Kementerian Tenaga Kerja dan Tramigrasi atau yang dikenal 'kardus durian' pada 2011. Cak Imin disebut akan menerima jatah uang sebesar Rp 1,5 miliar yang dimasukan dalam 'kardus durian'. Kedua, kasus suap pembahasan anggaran untuk dana optimalisasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi pada Kemnakertrans pada 2014, Cak Imin disebut Jaksa Penuntut Umum KPK mendapat jatah sebesar Rp 400 juta. Uang tersebut diperoleh dari mantan mantan Dirjen P2KTrans, Jamaluddien Malik, yang mendapat total Rp 6,2 miliar.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polres Karawang Lanjutkan Proses Hukum Penganiayaan Bayi

Polres Karawang telah berkoordinasi dengan pihak P2TP2A Kabupaten Karawang.

NASIONAL | 27 Maret 2018

Jokowi: Indonesia Maju Jika Birokrat Tangguh dan Kerja Keras

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh harapan besar kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

NASIONAL | 27 Maret 2018

Dukung Nomadic Tourism, Kemhub Siapkan Aturan Seaplane

Aturan tersebut akan berisi tentang aerodrome (pelabuhan udara) pesawat amfibi atau seaplane baik di pantai maupun di sungai.

NASIONAL | 27 Maret 2018

KPK Bantah Istimewakan Zumi Zola

Zumi Zola sempat diundang dalam kegiatan KPK, padahal sudah status tersangka.

NASIONAL | 27 Maret 2018

Polri Ingin Sejukkan Pilkada Lewat Anugerah Jurnalistik

Media memiliki peran penting karena media membangun opini publik.

NASIONAL | 27 Maret 2018

Perumnas Genjot Penjualan Rumah Bersubsidi

Kompetisi pengembang perumahan semakin ketat.

NASIONAL | 27 Maret 2018

Suami Dian Sastro Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Indraguna akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia.

NASIONAL | 27 Maret 2018

Darurat, 9 Juta Balita Indonesia Kurang Gizi Kronis

“Risiko ibu berpendidikan rendah untuk melahirkan anak stunting sebesar 42,7 persen sedangkan ibu dengan pendidikan tinggi."

NASIONAL | 27 Maret 2018

Polisi Masih Kejar Pelaku Hoax Telur Palsu

Sahroni, pria dalam video telur palsu, tidak bersalah. Dia mengaku dirinya termakan hoax juga.

NASIONAL | 27 Maret 2018

Ratusan Rumah Sakit Kembangkan Sistem Antrean Daring

Sebanyak 485 rumah sakit telah menerapkan pendaftaran online.

NASIONAL | 27 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS