Soal Umpatan Arteria, Kemag Diminta Fokus ke Korban Penipuan Umrah
Logo BeritaSatu

Soal Umpatan Arteria, Kemag Diminta Fokus ke Korban Penipuan Umrah

Jumat, 30 Maret 2018 | 18:53 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta - Umpatan yang terlontar dari mulut anggota Komisi VIII DPR Arteria Dahlan saat rapat kerja dengan Menteri Agama, sebaiknya tidak perlu diambil pusing dan disikapi serius. Ketimbang meributkan umpatan itu, Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait sebaiknya fokus pada nasib korban penipuan umrah yang dilakukan beberapa agen perjalanan.

Hal itu dikatakan Irfan Fahmi, advokat pembela ratusan calon jemaah umrah yang menjadi korban agen perjalanan First Travel di Jakarta, Jumat (30/3). “Kita tidak bisa mengesampingkan bahwa umpatan itu lahir sebagai respon natural atas fakta-fakta banyaknya calon jemaah umrah yang menjadi korban atas praktik bisnis travel umrah di bawah pengawasan Kementerian Agama,” ujar Irfan yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Asosiai Pengacara Syariah Indonesia (APSI) itu.

Dikatakan, apa yang dialami para korban bukan semata soal siapa yang merampok uang jemaah, tetapi juga soal lembaga yang sudah diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk mengawasi. Lembaga itu ternyata tidak memainkan peran yang baik dalam memberikan perlindungan kepada calon jemaah umrah.

Bahkan, ujarnya, ketika kasus First Travel mencuat pertama kali hingga memasuki proses persidangan, ternyata masih ada lagi pelaku bisnis travel umrah yang terkuak menjadikan bisnisnya sebagai “drakula penghisap uang calon jemaah”. Bahkan, nilai uang jemaah yang ditipu mencapai triliunan rupiah.

“Saya sebagai advokat yang sedang membela nasib sekitar 370 calon jemaah umrah korban First Travel dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar, tentu saja bisa memahami kekecewaan seorang Arteria Dahlan kepada Kementerian Agama. Dia tentu kecewa dengan penanganab dan respon kementerian agama dalam kasus kejahatan bisnis travel umrah ini,” tuturnya.

Menurut Irfan, dia melihat sendiri betapa susahnya para jemaah umrah tersebut mengumpulkan uang untuk disetor kepada agen perjalanan. Mereka sangat senang karena mimpi untuk bisa ke Baitullah bisa terwujud dan melakukan berbagai acara persiapan. Namun, mimpi mereka akhirnya buyar karena perilaku agen perjalanan umrah itu.

“Di sisi lain, kita juga terheran-heran, mengapa para pebisnis travel itu begitu mudah dan leluasa memasarkan jasanya tanpa ada pengawasan yang ketat dari Kementerian Agama. Kita semakin terheran lagi ketika Kemag menampilkan wajah tak bersalah dan lepas tangan atas kebrutalan praktik penyelenggaraan bisnis travel umrah itu,” tuturnya.

Sayangnya, kata Irfan, kesadaran rasa untuk bertanggung jawab itu justru ada pada orang-oran yang tidak memiliki otoritas dan tidak punya tanggung jawab hukum. Ini terjadi pada sebagian agen-agen di bawah First Travel, yang sukarela mengganti uang jemaah dengan berbagai cara, meskipun mereka tidak pernah menguasai uang jemaah, karena sudah disetor seluruhnya kepada perusahaan.

“Mari kita fokus untuk menyelesaikan nasib calon jemaah umrah. Kita fokus juga terhadap upaya agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan. Pertanyaan yang patut disampaikan, apakah Kemag masih memiliki kompetensi untuk mengurus dan mengawasi praktik bisnis travel umrah,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

209 TKI Deportasi Ingin Kembali Bekerja di Malaysia

Para TKI tersebut tidak memiliki dokumen keimigrasian atau paspor kerja.

NASIONAL | 30 Maret 2018

PHRI: Hunian Hotel di Bandung Mencapai 55 Persen

Tingkat hunian hotel di Bandung diperkirakan mencapai 90 persen pada Jumat hari ini.

NASIONAL | 30 Maret 2018

KAI Harapkan Pembangunan KRL Solo-Yogyakarta Terealisasi

Rute KRL Solo-Yogyakarta sangat diminati oleh penumpang kereta api.

NASIONAL | 30 Maret 2018

Penumpang KA di Stasiun Madiun Meningkat

Pada hari biasa sekitar 1.800 penumpang, sedangkan pada liburan akhir pekan panjang ini, naik menjadi 2.500 penumpang.

NASIONAL | 30 Maret 2018

Jembatan dan Pipa PDAM Rusak Akibat Banjir di Aceh Selatan

Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga merendam ratusan hektare lahan perkebunan sawit dan jagung milik warga setempat.

NASIONAL | 30 Maret 2018

Cegah Perdagangan Manusia, Imigrasi Blitar Perketat Pemberian Paspor

Kepala Imigrasi Kelas II Blitar Mohamad Arkam telah menindaklanjuti dengan tidak akan memberi kelonggaran sedikitpun dalam pengurusan paspor.

NASIONAL | 30 Maret 2018

25.000 Kendaraan Masuki Bandung Lewat Pasteur

Sejak Kamis pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bandung mencapai 5.959 kendaraan.

NASIONAL | 30 Maret 2018

Mabes AU Tambah Kekuatan Lanud Roesmin Nurjadin

Lanud Roesmin Nurjadin menjadi pangkalan militer terlengkap di Pulau Sumatera.

NASIONAL | 30 Maret 2018

Arcandra: Izin Tambang Pasti Dicabut Jika Belum CnC

"Yang tidak CnC akan dicabut. Yang CnC yang akan kami beri izin. Tidak ada excuse," kata Arcandra.

NASIONAL | 30 Maret 2018

Jemaah Umrah Terlantar di Kuala Lumpur, Biro Perjalanan Mohon Maaf

Presiden Direktur PT Bumi Minang Pertiwi menyampaikan permohonan maaf atas penundaan keberangkatan sejumlah jemaah serta terlantarnya peserta di Kuala Lumpur.

NASIONAL | 30 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS