Kemlu Bebaskan 6 WNI dari Penyanderaan di Libia
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemlu Bebaskan 6 WNI dari Penyanderaan di Libia

Senin, 2 April 2018 | 19:48 WIB
Oleh : CAH

Jakarta - Sebanyak enam ABK WNI yang menjadi sandera kelompok milisi di Benghazi, Libia berhasil dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Senin (2/4), menyerahterimakan keenam ABK WNI tersebut kepada keluarga mereka di Kementerian Luar Negeri.

Keenam ABK WNI tersebut adalah Rony Wiliam asal Jakarta, Joko Riyadi dari Blitar, dan empat lainnya dari Tegal yaitu Hariyanto, Saifudin, Muhammad Abudi, dan Waskita.

"Dengan ini saya serahkan teman-teman keenam ABK WNI kepada keluarga," demikian Menlu Retno Marsudi di acara serah terima yang dihadiri oleh sejumlah keluarga ABK.

Para ABK, yang bekerja di kapal ikan Salvatore 6 berbendera Malta tersebut diculik oleh kelompok milisi Libia di perairan Benghazi, berjarak sekitar 72 mil dari garis Pantai Libia pada 23 September 2017.

Kemlu menerima informasi terhadap penculikan ABK tersebut lima hari setelah penculikan terjadi. Sejak saat itu Kemlu melakukan kontak termasuk dengan pemilik kapal.

"Proses pembebasannya tidak mudah karena ada masalah politik di Benghazi dan Tripoli," kata Menlu Retno.

Karena menjadi wilayah konflik, kompleksitas pembebasan para sandera tidak mudah sama sekali. Tim pembebasan dari direktorat Perlindungan WNI Kemlu, BIN dan KBRI Tripoli, terlibat dalam upaya pembebasan keenam ABK tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal melanjutkan setelah melakukan upaya pendekatan diplomasi, pada 27 Maret dilakukan serah terima dari kelompok bersenjata di pelabuhan ikan di Benghazi.

"Upaya pendekatan yang intensif dilakukan selama enam bulan terakhir dengan menekankan bahwa Indonesia dekat dengan Libia. Bahwa Indonesia tidak berpihak di dalam konflik Libia," kata Muhammad Iqbal.

Ketika mereka ditangkap oleh kelompok milisi tersebut, seluruh isi kapal dirampas mulai alat navigasi, komunikasi, bahkan lemari es dan barang-barang pribadi mereka.

Baru pada Desember tahun lalu, pihak KBRI di Tripoli setelah melakukan upaya pendekatan berhasil berkomunikasi dengan para ABK yang disandera untuk memastikan kondisi mereka sehingga pemerintah bisa mengatur skenario pembebasan mereka di Benghazi.

Motif penculikannya pun sedikit bersifat politis karena kapal yang mereka cegat berbendera Malta, yang diketahui Kelompok milisi tersebut diketahui tidak memiliki hubungan yang bagus dengan negara tersebut.

"Kami ucapkan terima kasih sehingga kami bisa dipertemukan kembali dengan keluarga kami," kata salah satu ABK yang disandera, Roni William.

Selama kurang lebih enam bulan disandera di salah satu pelabuhan di Benghazi, Roni dan lima ABK lainnya juga menjadi saksi bagaimana konflik bersenjata yang terjadi di Libia kala itu.

"Kami melihat pesawat sangat dekat karena letaknya hanya satu atau dua kilometer, kadang peluru ada yang nyasar," kata Roni.

Selain enam ABK WNI, kelompok milisi juga sempat menahan kapten kapal Salvatore 6 berkebangsaan Italia. Namun karena masalah kesehatan, sang kapten kapal dibebaskan lebih awal, kata Roni.

Sementara itu, Kemlu berupaya untuk memulihkan hak-hak para ABK tersebut dengan berkomunikasi dengan perusahaan pemilik kapal di Malta.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pushidrosal, Lembaga Nasional yang Telah Mendunia

Hidrografi menjadi kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut Indonesia.

NASIONAL | 2 April 2018

Syahrini Mengaku Tak Menikmati Seperak pun Uang First Travel

Penyanyi Syahrini membantah keras jika dia disebut ikut menikmati aliran dana First Travel.

NASIONAL | 2 April 2018

Syahrini Menyesal Memakai Jasa First Travel

Syahrini menyesal dan mengaku sama sekali tidak tahu biro perjalanan First Travel bermasalah

NASIONAL | 2 April 2018

Hadapi Pilkada, Operasi Tinombala Dievaluasi

Operasi yang digelar sejak 2016 ini telah diperpanjang beberapa kali dan akan habis masa operasinya pada akhir Maret 2018.

NASIONAL | 2 April 2018

Mantan Narapidana Jadi Caleg, Gerindra: KPU Jangan Melebihi Wewenang

Pelaksanaan Pemilu sudah ditetapkan oleh UU 7/2017 tentang Pemilu.

NASIONAL | 2 April 2018

Nasdem Tolak Larangan Napi Korupsi Jadi Caleg

Nasdem menilai mantan narapidana kasus korupsi sepanjang tidak dicabut hak politiknya oleh pengadilan memiliki kedudukan politik yang sama di masyarakat.

NASIONAL | 2 April 2018

Maria Farida Pernah Malu Jadi Hakim Konstitusi

Nama Maria pernah disangkutkan kasus korupsi yang menjerat Akil Mochtar.

NASIONAL | 2 April 2018

Mendikbud: SMA/SMK 100% UNBK Tahun 2019

Mendikbud menargetkan SMA/SMK 100% Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2019

NASIONAL | 2 April 2018

Laut Balikpapan Tercemar, Polri Gelar Investigasi

Tumpahan minyak menyebabkan kebakaran di kawasan Teluk Balikpapan, Sabtu (31/3).

NASIONAL | 2 April 2018

BNN Tangkap 8 Sindikat Narkoba, 1 Tewas Ditembak

BNN menyita barang bukti 44 kilogram (Kg) sabu - sabu, 58 ribu butir pil ekstasi, mobil Honda CRV, sejumlah handphone dan lainnya.

NASIONAL | 2 April 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS