BPOM Beri Pendampingan UMKM Jamu Tradisional

BPOM Beri Pendampingan UMKM Jamu Tradisional
Direktur Mrketing Sido Muncul, Irwan Hidayat, menerima sertifikat bangunan layak fungsi bangunan gedung dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang. ( Foto: Suara Pembaruan/Stefi Thenu )
Stefi Thenu / FER Rabu, 6 Juni 2018 | 23:25 WIB

Semarang - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) beserta jajaran Balai Besar dan Balai POM di 33 provinsi, tengah memberikan pendampingan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) jamu tradisional tentang bagaimana pembuatan obat tradisional.

"Pendampingan diberikan agar UMKM jamu tradisional dapat berkembang dengan baik, mampu membuat jamu dengan cara yang benar serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Deputi II Kepala BPOM, Maya Gustina Andarini, saat berkunjung ke pabrik jamu Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (6/6).

Maya mengatakan, dari kunjungan ke Sido Muncul, para kepala balai besar dan balai POM di Tanah Air dapat melihat dari dekat proses pembuatan jamu yang baik dan moderen. Sido Muncul sendiri telah memproduksi jamu berdasarkan cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB).

"Cara yang dilakukan Sido Muncul dalam memproduksi jamu mampu menjadi percontohan bagi produsen UMKM jamu di Tanah Air," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Marketing Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan, pihaknya mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh BPOM. Terlebih, Sido Muncul sendiri telah menjalin kerja sama yang baik dengan BPOM.

"Berbagai aturan yang dibuat BPOM kami selalu ikuti. Bagi kami, apapun peraturan yang dibuat pemerintah sangar baik dan bermanfaat. Itu telah kami buktikan. Bukan saja peraturan BPOM, melainkan aturan lainnya yang dibuat pemerintah seperti lingkungan hidup, perindustrian, perdagangan, kesehatan hingga pajak selalu kami ikuti dan taati. Keberhasilan yang kami capai saat ini, berkat mengikuti semua aturan pemerintah," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan