Cagub Lampung Gunakan Uang Suap untuk Santuni Anak Yatim

Cagub Lampung Gunakan Uang Suap untuk Santuni Anak Yatim
Mustafa. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YUD Senin, 25 Juni 2018 | 19:46 WIB

Jakarta - Bupati Lampung Tengah Mustafa, yang juga calon Gubernur Lampung menggunakan uang yang diduga suap untuk menyantuni anak yatim-piatu di wilayah yang dipimpinnya. Uang suap tersebut berasal dari sejumlah kontraktor yang menggarap proyek di lingkungan Pemkab Lampung Tengah.

Hal ini diungkapkan Erwin Mursalin, pengawal pribadi Bupati Lampung Tengah saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pinjaman dana daerah dengan terdakw Mustafa, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/6).

Dalam kesaksiannya, Erwin mengaku beberapa kali menerima uang untuk kepentingan santunan anak yatim-piatu yang digelar Mustafa. Setidaknya, Erwin menyebut menerima Rp 240 juta sebanyak dua kali dari Aan yang merupakan staf Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman. Berdasarkan arahan Mustafa, uang tersebut langsung diserahkan Erwin kepada seorang ustaz yang berada dalam santunan anak yatim-piatu tersebut. Namun, Erwin tak mengetahui nama ustaz yang menerima uang-uang itu.

"(Ada perintah) Pak Bupati (Mustafa), santunan untuk anak yatim," kata Erwin.

Tak hanya itu, Erwin juga mengaku pernah menerima uang sebesar Rp 1 miliar dari seorang kontraktor di Lampung Tengah bernama Isa. Uang tersebut diminta oleh Isa untuk diserahkan kepada Taufik atas perintah Mustafa. Erwin mengaku hanya menyerahkan sekitar Rp 800 juta kepada Taufik melalui Aan. Saya sisanya sekitar Rp 200 juta Erwin serahkan kepada ustaz untuk santunan anak yatim-piatu. Namun, Erwin lupa waktu pemberian uang itu.

"Langsung kasih ke Aan ke Rp 800 juta. Saya kan diserahin semua (Rp 1 miliar), di kemudian hari ada operasional, saya minta Rp 200 juta (untuk) santunan (atas) perintah pak Mustafa," tuturnya.

Lebih jauh, Erwin mengaku kembali menerima uang sebesar Rp400 juta dari seorang bernama Bustami. Erwin menyebut uang itu diminta untuk diserahkan kepada Taufik berdasarkan arahan Mustafa. Erwin mengaku tak tahu mengenai tujuan penyerahan uang Rp 400 juta kepada Taufik itu.

"Saya serahkan sama Pak Taufik," kata Erwin.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa Mustafa yang saat ini merupakan Calon Gubernur Lampung telah menyuap sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah sebesar Rp 9,6 miliar terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah. Suap itu diberikan Mustafa agar anggota DPRD menyetujui rencana pinjaman uang sebesar Rp 300 miliar dari Pemkab Lampung Tengah kepada PT SMI pada tahun anggaran 2018. Pinjaman uang tersebut direncanakan untuk pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Selain itu, penyerahan uang ke anggota DPRD dilakukan agar pimpinan dewan itu dapat menandatangani surat pernyataan kesediaan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Lampung Tengah jika Pemkab gagal membayar pinjaman tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan