Kemkes: Kasus Campak Meningkat 5 Tahun Terakhir
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkes: Kasus Campak Meningkat 5 Tahun Terakhir

Kamis, 23 Agustus 2018 | 21:59 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram untuk vaksin campak dan rubella (Measles Rubella/MR) melalui Fatwa Nomor 33/2018 beberapa hari lalu. Namun, MUI tetap membolehkan penggunaan vaksin produksi Serum Institute of India (SII) ini karena alasan adanya kondisi mendesak dan berbahaya.

Jika tidak dilakukan imunisasi MR, maka dampak dari kedua penyakit akan menjadi ancaman dan beban berat bagi Indonesia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, Indonesia termasuk 10 negara dengan jumlah kasus campak terbesar di dunia. Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus campak dan rubella di Indonesia sangat banyak dan cenderung meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Adapun jumlah kasus suspek campak-rubella yang dilaporkan antara 2014 sampai dengan Juli 2018 sebanyak 57.056 kasus, di mana 8.964 di antaranya positif campak dan 5.737 positif rubella.

Tahun 2014 tercatat ada 12.943 kasus suspek, terdiri dari 2.241 positif campak dan 906 rubella. Jumlah ini bertambah mencapai 15.104 kasus suspek di 2017, di mana 2.949 di antaranya positif campak, dan 1.341 positif rubella. Hingga Juli 2018 ini sudah tercatat 2.389 kasus suspek, terdiri dari 383 positif campak dan 732 positif rubella.

"Lebih dari tiga per empat dari total kasus yang dilaporkan, baik campak 88 persen maupun rubella 77 persen, diderita oleh anak usia di bawah 15 tahun," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Anung Sugihantono, di Jakarta, Kamis (23/8).

Anung mengatakan, campak adalah penyakit yang sangat mudah menular melalui batuk dan bersin. Ketika seorang terkena campak, 90 persen orang yang berinteraksi erat denganya dapat tertular jika mereka belum memiliki kekebalan terhadap campak. Karena itu imunisasi vaksin MR ini penting untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus ini.

Campak menimbulkan komplikasi berat, seperti pneumonia atau radang paru dan ensefalitis atau radang otak. Akibat fatalnya adalah kematian. Sekitar 1 dari 20 penderita campak akan mengalami komplikasi radang paru, dan 1 dari 1000 penderita akan mengalami radang otak.

"Komplikasi lainnya adalah infeksi telinga yang berujung tuli. Satu dari 10 penderita berakhir tuli, 1 dari 10 penderita akan diare yang membuat mereka harus dirawat di rumah sakit," kata Anung.

Tak kalah bahayanya penyakit rubella. Penyakit ini suka menginfeksi anak-anak. Ketika terinfeksi, anak-anak ini akan menularkan ke ibu hamil di dekatnya. Virus ini terutama menularkan pada masa awal kehamilan atau pada saat pembentukan janin. Akibatnya, bisa terjadi keguguran atau kecacatan permanen pada bayi yang dilahirkan atau dikenal dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS), berupa ketulian, gangguan penglihatan, kebutaan hingga kelainan jantung.

"Data dari 12 rumah sakit yang menjadi sentinel pemantauan kasus CRS selama lima tahun terakhir sampai Juli 2018 telah menemukan 1.660 kasus suspek CRS," kata Anung.

Penyakit campak dan rubella bisa menyerang siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Hingga saat ini belum ada satu pun pengobatan yang dapat mematikan virus rubella yang masuk ke dalam tubuh seseorang. Imunisasi merupakan satu-satunya upaya yang bisa dilakukan dan paling efektif untuk mencegah penyakit ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kepada Dunia, Indonesia Sampaikan Pesan Jaga Lingkungan Lewat Batik

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang luar biasa, lebih dari 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang.

NASIONAL | 24 Oktober 2021

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sebagian Besar Wilayah di Indonesia

Daerah-daerah yang menghadapi potensi hujan lebat dan angin kencang perlu mewaspadai kemungkinan terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

NASIONAL | 24 Oktober 2021

Gempa Magnitudo 5,4 Terjadi di Barat Laut Enggano

Gempa bumi dengan Magnitudo 5,4 terjadi di barat laut Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, Minggu (24/10/2021), pukul 06.34 WIB.

NASIONAL | 24 Oktober 2021

Pelantikan Anggota BPK Dinilai Wajib Tunggu Putusan PTUN

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah menilai pelantikan anggota BPK terpilih Nyoman Adhi Suryadnyana wajib menunggu putusan PTUN.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Satgas Waspada Investasi Bekukan 3.600 Pinjol Ilegal di Sulawesi Selatan

Satgas Waspada Investasi membekukan 3.600 pinjaman online (pinjol) ilegal yang beroperasi di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Ahmad Sahroni: Polwan Punya Peran Penting di Polri

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menegaskan polwan memiliki peranan penting di tubuh Polri.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

BMKG Tegaskan Komitmen Dukung Kedaulatan Pangan

BMKG menegaskan komitmennya untuk terus mendorong Indonesia mencapai kedaulatan pangan.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Gempa Tektonik yang Guncang Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa Dipicu Sesar Aktif

Gempa tektonik yang mengguncang wilayah Kota Salatiga, Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa, Jawa Tengah Sabtu, (23/10) pagi dini hari pukul dipicu sesar aktif.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Ashefa Griya Pusaka Dukung Program Rehabilitasi Pengguna

Ashefa Griya Pusaka memberikan layanan program rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial secara lengkap.

NASIONAL | 23 Oktober 2021

Indonesia Harapkan Kontribusi ASEAN Atasi Tantangan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Perlu upaya adaptasi pola pikir dan aksi nyata dengan menerapkan reimagine, recreate, dan restore dalam pengelolaan lingkungan.

NASIONAL | 21 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kapolsek Perkosa Anak Tahanan


# LADI


# Kasus Positif Covid-19 di Jakarta


# Garuda Ditutup


# Anies Baswedan



TERKINI
HUT ke-70, PP Perbasi Bidik ke FIBA World Cup 2023

HUT ke-70, PP Perbasi Bidik ke FIBA World Cup 2023

OLAHRAGA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings