Dituduh Menistakan Agama, Meiliana Akan Banding Atas Putusan PN Medan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dituduh Menistakan Agama, Meiliana Akan Banding Atas Putusan PN Medan

Kamis, 23 Agustus 2018 | 22:05 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / CAH

Medan - Meiliana (44), terdakwa kasus penistaan agama di Kota Tanjung Balai, yang divonis 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/8) kemarin, memastikan akan mengajukan banding atas putusan hakim tersebut.

"Setelah mendengar putusan hakim, kita langsung mengutarakan banding. Sebab, keputusan hakim itu belum memenuhi rasa keadilan," ujar kuasa hukum Meiliana, Rantau Sibarani kepada SP di Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/8) malam.

Sibarani mengatakan, pengajuan banding pascakeputusan pengadilan itu belum dapat mereka lakukan karena pihak pengadilan sendiri belum menyerahkan salinan putusan hukuman penjara 1 tahun, enam bulan penjara tersebut.

"Kami sudah mendatangi pengadilan untuk meminta salinan putusan tersebut. Sayangnya, pihak pengadilan belum dapat menyerahkan salinan putusan karena belum ditandatangani oleh ketua pengadilan. Padahal, pengajuan banding ada tenggang waktu beberapa hari setelah putusan," ungkapnya.

Menurutnya, Meiliana tidak pantas dihukum. Sebab, kliennya itu tidak ada melakukan penistaan agama. Sebaliknya, Meiliana merupakan korban dari ketidakadilan atas tuduhan melakukan penistaan agama di tahun 2016 lalu tersebut.

"Dia korban verbal massa. Bahkan, satu keluarga mereka menjadi trauma atas kejadian tersebut. Saat kejadian, rumahnya dilempari sampai hancur. Ada sekelompok orang yang melakukan penjarahan. Dalam kasus ini, Meiliana seharusnya korban," ungkapnya.

Ditambahkan, adanya provokasi dari pihak tertentu yang mengakibatkan kejadian itu sampai berujung pada pembakaran belasan vihara di Tanjung Balai. Massa yang turun ke jalanan mencapai ribuan orang. Mereka melempari vihara menggunakan batu yang kemudian membakarnya.

"Awal dari peristiwa ini sepele. Meiliana menyampaikan kepada tetangga, bahwa suara azan dari masjid lebih deras dari biasanya. Jarak rumahnya dari masjid hanya sekitar 7 meter. Dia tidak ada melarang suara azan berkumandang. Itupun disampaikan kepada Kak Uwo tetangganya, bukan bertujuan disampaikan untuk umum," ungkapnya.

Sayangnya, setelah menyampaikan itu, tetangganya itu memberitahukan kepada adiknya, kemudian dilanjutkan dengan orangtuanya. Setelah kejadian itu, informasi miring kemudian menyebar, menyebutkan Meiliana melakukan pelecehan dan menistakan agama.

Dalam sidang yang diketuai hakim PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo, Rabu (8/8) lalu, Meiliana membantah tuduhan melakukan penistaan agama. Dia menganggap dirinya tidak bersalah. Kasus itu membuat dirinya beserta keluarga mengalami trauma.

Meiliana mengungkapkan, dirinya tidak pernah meminta volume azan dari masjid supaya dikecilkan. Meiliana juga tidak ada menyampaikan ke Kak Uwo supaya memberitahukan kepada Pak Makmur, supaya mengecilkan volume. Dia hanya menyampaikan bahwa suara azan yang didengar itu lebih deras dari biasanya.

"Saya memahami dan mengetahui nilai - nilai toleransi di Indonesia. Bahkan, asisten rumah tangga saya juga seorang muslim. Asisten saya juga merasa sedih, dan turut membersihkan kepingan kaca yang berserakan akibat dilempar menggunakan batu," ungkapnya.

Dalam dakwaan jaksa, Meiliana dianggap melanggar Lasal 156 dan Pasal 156a huruf a KUHAPidana tentang permusuhan, kebencian dan penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, pada 22 Juli 2016 lalu. Meiliana meminta volume suara azan Isya di Masjid Al Mahsun Tanjung Balai, dekat rumahnya itu supaya dikecilkan.

Hakim Pengadilan Negeri Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo, Selasa (21/8) kemarin, akhirnya menjatuhkan vonis terhadap Meiliana dengan hukuman 18 bulan penjara.

"Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan dengan ini menyatakan perbuatan terdakwa atas nama Meiliana terbukti melakukan unsur unsur penistaan agama sehingga hakim memutuskan Meiliana dengan hukuman penjara selama 1,5 Tahun dan denda sebesar lima ribu rupiah," sebutnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Lions Club dan Le Minerale Dukung Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Lions Club menggelar aksi bersih-bersih serentak di dunia (World Cleanup Day) dengan tema “Pilah Sampah dari Rumah”. Aksi ini didukung pula Le Minerale.

NASIONAL | 18 September 2021

MIX-Marcomm Gelar Indonesia Brand Communication Championship 2021

Untuk pertama kalinya Majalah MIX-MarComm menggelar program Indonesia Brand Communication Championship 2021.

NASIONAL | 18 September 2021

KPPPA: Keluarga Garda Terdepan Pastikan Kesiapan PTM Terbatas

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyatakan keluarga sebagai garda terdepan berperan penting dalam mempersiapkan proses PTM

NASIONAL | 18 September 2021

Oxone Polisikan Sejumlah Akun Medsos Penipuan Online

Oxone melaporkan sejumlah akun medsos yang kerap menggunakan produksny sebagai modus penipuan online ke Polres Jakarta Utara.

NASIONAL | 18 September 2021

Kemdikbudristek: PTM Terbatas Utamakan Keselamatan Siswa dan Guru

pelaksanaan PTM terbatas selama pandemi telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, intinya keselamatan siswa dan tenaga pendidik jadi prioritas

NASIONAL | 18 September 2021

Pimpinan Teroris Ali Kalora Diduga Tewas dalam Kontak Tembak

Kontak tembak tersebut menewaskan dua orang terduga teroris Poso, salah satunya adalah pimpinan teroris Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora.

NASIONAL | 18 September 2021

Keberadaan Nakes Gerald Sokoy di Kiwirok Belum Diketahui

Dandrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, hingga kini keberadaan tenaga kesehatan atas nama Gerald Sokoy belum diketahui

NASIONAL | 18 September 2021

3 Strata Penangkal Ancaman Keamanan

Purnomo Yusgiantoro mengatakan, ada tiga strata yang harus diterapkan untuk menangkal berkembangnya ancaman keamanan di Indonesia

NASIONAL | 18 September 2021

Purnomo: Ancaman Keamanan Berdampak pada Tata Kehidupan Bangsa

Purnomo Yusgiantoro mengingatkan seluruh elemen bangsa terkait berkembangnya model konsep dasar ancaman keamanan di berbagai negara di dunia

NASIONAL | 18 September 2021

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Muhammad Kece

Polisi belum menetapkan tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece, tersangka penistaan agama di Rutan Bareskrim Polri.

NASIONAL | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Disdik Kota Bekasi Evaluasi Berjenjang PTM Terbatas

Disdik Kota Bekasi Evaluasi Berjenjang PTM Terbatas

MEGAPOLITAN | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings