TNI Minta Rp 1,5 Triliun untuk Pasukan Elite Antiteror
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

TNI Minta Rp 1,5 Triliun untuk Pasukan Elite Antiteror

Kamis, 6 September 2018 | 16:05 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FMB

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengajukan dana Rp 1,5 triliun untuk pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopsus). Dana tersebut untuk pembangunan sarana dan prasarana Koopsus.

“Itu Rp 1,5 triliun. Sudah masuk dalam pagu anggaran kita,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta, Kamis (6/9).

Ia menjelaskan dana tersebut juga digunakan untuk pembelian material khusus, senjata dan perlengkapan lainnya. Hal itu untuk mendukung tugas Koopsus memberantas terorisme.

Koopsus dibentuk untuk penanganan terorisme. Pembentukan lembaga itu sebagai tindak lanjut dari hasil revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Koopsus merupakan gabungan pasukan elite yang ada di TNI. Ada Kopasus dari TNI AD, Kopaskhas dari TNI AU dan Marinir dari TNI AL.

Pada operasi pemberantasan teroris di Poso, pasukan ini diberi nama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab). Setelah operasi di Poso berhasil, pasukan itu dibubarkan. Kini dihidupkan lagi dengan nama baru Koopsus.

Hadi menjelaskan permintaan dana Rp 1,5 triliun itu dimasukkan dalam usulan anggaran dari TNI kepada DPR. Pada Rapat kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (5/9), TNI telah mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 107,16 triliun. Angka itu meningkat Rp 1,10 triliun bila dibandingkan tahun 2018.

“Tambahan untuk pembangunan pangkalan militer satuan baru,” tutu Hadi.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ribuan Rakyat Sumut Sambut Kedatangan Eramas di Bandara Kualanamu

"Ini merupakan penyambutan yang luar biasa terhadap pemimpin baru daerah ini,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut Sabrina.

NASIONAL | 6 September 2018

BNPT Ajak Mahasiswa Cegah Radikalisme di Kampus

Ia mengimbau pihak kampus melaporkan kepada BNPT bila mendapat laporan atau menemukan indikasi radikalisme.

NASIONAL | 6 September 2018

Redistribusi Guru Dilakukan dengan Sistem Zonasi

Redistribusi guru tidak akan dilakukan lintas daerah.

NASIONAL | 6 September 2018

Polri Ajukan Anggaran Tambahan Rp 44,4 Triliun

Pengajuan penambahan anggaran itu untuk belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal.

NASIONAL | 6 September 2018

Mimpi Panen Listrik dari Energi Matahari

Sejak tahun 2017 lalu, digagas proyek 1 juta atap bertenaga surya yang sebenarnya didorong untuk mewujudkan kemandirian energi.

NASIONAL | 6 September 2018

Mabes Polri Sibuk Cari Kabar Ahok Akan Nikahi Polwan

Jika ada staf polwan akan menikah, maka wajib mendapat izin dari atasannya.

NASIONAL | 6 September 2018

Rokok Tak Akan Dapat Sertifikat Halal

Rokok sudah dipastikan tidak akan mendapatkan sertifikasi halal.

NASIONAL | 6 September 2018

Tokoh Agama Berperan Turunkan Konsumsi Rokok

Dukungan publik terhadap fatwa merokok cukup tinggi, meski belum 100%. Selain fatwa, keteladanan dari publik figur seperti tokoh agama juga sangat berpengaruh.

NASIONAL | 6 September 2018

KPU Sebut 3 Penyebab Data Pemilih Ganda

Ada pemilih yang pindah domisili. Di tempat asal, yang bersangkutan sudah memiliki KTP elektronik. Namun, di tempat baru juga memiliki KTP eletktronik.

NASIONAL | 6 September 2018

PUWSI Tingkatkan Standarisasi Operator Selam

Munas ke-2 PUWSI juga membahas tentang perlunya standar kualitas pelayanan, standar keamanan dan keselamatan kerja, legalitas usaha, serta kemitraan.

NASIONAL | 6 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS