Presiden Jokowi Ingin Ekonomi di Kawasan Perbatasan Bertumbuh

Presiden Jokowi Ingin Ekonomi di Kawasan Perbatasan Bertumbuh
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Jayapura, Papua. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FMB Sabtu, 8 September 2018 | 11:02 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap agar Pos Lintas Batas Perbatasan Negara (PLBN) dapat menjadi lintas batas perdagangan. Dengan begitu, ekonomi di kawasan perbatasan bertumbuh, kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah berkoordinasi dengan 27 kementerian/ lembaga (K/L), 13 provinsi dan 41 kabupaten/kota.

“Bapak Presiden ingin PLBN tidak hanya mengurus imigrasi, beacukai dan karantina, tapi jadi lintas batas perdagangan. Bapak Presiden sudah perintahkan agar PLBN bukan untuk mondar mandir orang, tapi harus ada pertumbuhan ekonomi,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto dalam keterangannya, Sabtu (8/9).

Ia menuturkan, Presiden Jokowi pada 2015 mengeluarkan instruksi untuk membangun tujuh PLBN. Ketujuh PLBN itu kini berdiri megah yakni di Aruk, Entikong, Badau (Kalimantan Barat), Wini, Motaain, Motamasin (NTT) dan Skouw (Papua). “Ke depan kita akan bangun 10 PLBN. Beranda depan negara itu harus bagus, makanya seluruh sumber daya yang kita miliki harus di taruh ke sana,” tuturnya.

Ia menjelaskan, BNPP bertanggung jawab mengoordinasikan pembangunan di perbatasan, termasuk aspek keamanan. Diungkapkan, perbatasan langsung dengan negara lain, berada di 187 kecamatan. “Tapi jangan lupa, batas itu tidak hanya darat, karena ada laut dan udara. Tugas BNPP hanya susun rencana induk lima tahunan. Setiap tahun dibuat rencana aksi yang dikerjakan K/L,” jelasnya



Sumber: Suara Pembaruan