Pembukaan Seleksi P3K Dilakukan Setelah CPNS

Pembukaan Seleksi P3K Dilakukan Setelah CPNS
Muhadjir Effendy. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / IDS Sabtu, 29 September 2018 | 12:05 WIB

Jakarta - Untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik, baik di sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB) menyediakan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 sebanyak 112.000 guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, usai seleksi CPNS 2018, pemerintah siap membuka lowongan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal tersebut menjadi solusi bagi guru honorer yang tidak dapat mengikuti Seleksi CPNS karena terkendala usia.

“Peraturan Pemerintah (PP) sedang ditelaah Kemkeu karena terkait anggaran dan maslaah keuangan. Tapi berharap dalam waktu dekat Presiden akan segera mengundang-undangkan PP sehingga selesai CPNS akan dilanjutkan dengan tes P3K,” kata Muhadjir kepada SP di Gedung Kementerian PAN dan RB, Jakarta, Jumat (28/9).

Untuk itu, Muhadjir juga meminta kerja sama dari para guru honorer karena pemerintah tidak bisa melakukan perekrutan sekaligus. Semua dilakukan secara bertahap. Kehadiran P3K merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk memberikan solusi.
Muhadjir juga mengatakan, skema P3K ini telah banyak diterapkan oleh negara lain dan tidak menutup kemungkinan, skema ini akan menjadi pilihan pemerintah di masa mendatang perekrutan jabatan-jabatan fungsional.

"Mekanisme ini sudah umum di luar negeri. Kita sedang pertimbangkan bagi jabatan-jabatan fungsional tertentu seperti guru, itu akan kita berlakukan PPPK," ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Ia juga menyebutkan, P3K merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang sama dengan PNS. Perbedaanya, P3K tidak menerima pensiun. Namun, penggajian akan dilakukan sama dengan PNS.

Untuk mempertimbangkan masa depan guru P3K usia pensiun, Muhadjir mengatakan, pemerintah sedang menggodok mekanisme penggajian sehingga para P3K tetap mendapat gaji usai pensiun.

“Ada mekanisme bagaimana dia (P3K, red) nanti setelah pensiun itu tetap mendapatkan (gaji). Tentu saja harus dibicarakan dengan mereka karena kan yang dipakai itu uangnya mereka. Misalnya dengan pemotongan gaji tiap bulan, nanti kemudian dia pensiun akan mendapat manfaat dari itu sendiri,” terangnya.

Sementara itu, ketika ditanya berapa total guru honorer di atas usia 35 tahun, Muhadjir menyebut jumlahnya tidak banyak. Namun, ia belum mengantungi data rinciannya.

Sementara itu, peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pandu Baghaskoro, menyebutkan, dari 157.210 guru honorer yang terdapat pada basis data pemerintah, hanya 12.883 orang yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes CPNS. Dengan demikian masih terdapat 144.327 guru honorer yang harus diprioritaskan dalam seleksi P3K mendatang.



Sumber: Suara Pembaruan