DPR Dorong Gerakan Caleg Tolak Politik Uang
Logo BeritaSatu

DPR Dorong Gerakan Caleg Tolak Politik Uang

Senin, 8 Oktober 2018 | 19:55 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM

Jakarta - Komisi II DPR Andi Mariatang mendorong gerakan "Caleg Tolak Politik Uang" untuk mencegah politik uang di Pemilu Legislatif 2019. Menurut Andi, gerakan tolak politik uang penting agar bisa menghasilkan anggota legislatif yang berintegritas dan berkualitas.

"Yang terdepan menolak politik uang adalah caleg. Jadi, perlu ada gerakan bersama para caleg yang bertarung di Pemilu 2019 tolak politik uang sehingga politik uang tidak menjadi kebiasaan," ujar Andi saat diskusi bertajuk "Antisipasi dan Penindakan Politik Uang dalam Pemilu 2019" di Media Center Bawaslu, Jalan MH Thamrin Nomor 14, Sarinah, Jakarta, Senin (8/10).

Andi optimistis gerakan ini bisa diwujudkan di Pemilu 2019. Sebab, banyak caleg di Pemilu 2019 merupakan pendatang baru yang potensial.

"Ini sebuah pilihan untuk niat yang baik. Saya tergerak karena banyak pendatang baru yang potensial di pemilu mendatang," tandas dia.

Namun, dia berharap gerakan "Caleg Tolak Politik Uang" didukung oleh penyelenggara pemilu yang juga ikut mensosialisasikan gerakan ini. Termasuk, kata dia, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku politik uang.

"Kita juga berharap masyarakat sipil bisa menyuarakan gerakan ini ke masyarakat bahwa menjadi anggota legislatif bukan hanya karena uang banyak, tetapi karena kita sudah bekerja untuk rakyat," imbuh dia.

Daya Rusak Tinggi

Andi mengakui bahwa politik uang mempunyai daya rusak yang tinggi. Pertama, kata Politisi PPP ini, politik uang membuat pemilih tidak independen dalam memilih. Padahal, hak politik merupakan sesuatu yang berharga dan penting untuk menentukan masa depan Indonesia.

"Banyak pengalaman, di basis-basis kita yang sudah dibina dan didik, namun hanya karena dapat amplop dan uang maka pilihannya berubah," ungkap dia.

Kedua, kata dia, para caleg yang menggunakan politik uang sebenarnya merendahkan martabat manusia. Pasalnya, para caleg menghargai pemilih dengan uang.

"Menurut saya caleg yang menggunakan uang untuk mendapatkan suara atau dukungan, menunjukkan ketidakpercayaan pada diri sendiri. Dia merasa tidak punya kualitas dan integritas, akhir memakai uang," tutur dia.

Ketiga, lanjut dia, kelompok yang paling dirugikan dengan politik uang adalah para caleg perempuan yang umumnya tidak mempunyai kekuatan finansial yang memadai. Padahal, dari segi kualitas dan integritas, para caleg perempuan ini tidak diragukan.

"Pemilu muaranya adalah untuk mensejahterakan rakyat ketika wakil rakyat terpilih benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan bekerja untuk mengembalikan modal yang digunakan untuk politik uang. Karena itu, gerakan caleg tolak politik uang penting disuarakan terus menerus agar mencegah korupsi dari awal," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polri Bantah Kapolri Terima Duit Daging

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta membantah jika Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerima aliran dana dari pengusaha impor daging

NASIONAL | 8 Oktober 2018

Tim Prabowo-Sandi Sebut Hasil Survei Sering Meleset

hasil survei yang menempatkan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga di bawah elektabilitas Jokowi-Maruf sesuatu yang wajar.

NASIONAL | 8 Oktober 2018

Penegak Hukum Diminta Tuntaskan Dugaan Perusakan Barang Bukti Kasus Impor Daging

Aparat penegak hukum diharapkan dapat menindaklanjuti dugaan pelanggaran perusakan barang bukti dalam kasus suap hakim MK soal aturan impor daging sapi

NASIONAL | 9 Oktober 2018

JK Tegaskan Dana Pertemuan IMF Mayoritas untuk Perbaikan Infrastruktur

Sebagai tuan rumah, Indonesia harus menampilkan wajah yang terbaiknya.

NASIONAL | 9 Oktober 2018

Tim SAR Kesulitan Evakuasi Jenazah di Petobo

Tim SAR kesulitan mengevakuasi jenazah di lokasi berlumpur di wilayah Islamic Center Kelurahan Petobo, Kota Palu, Selasa (9/10).

NASIONAL | 9 Oktober 2018

Kubu Prabowo-Sandi Dinilai Perlu Tawarkan Ide

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) dinilai perlu mengedepankan ide serta gagasan dalam berkampanye

NASIONAL | 9 Oktober 2018

Hoaks Terkait Politik Masih Marak

Ironisnya hoaks itu terjadi saat bangsa Indonesia berduka akibat gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala,Sulawesi Tengah.

NASIONAL | 9 Oktober 2018

LIPI: Manipulasi Data dan Fitnah Bisa Berdampak Negatif terhadap Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf

elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sulit dikejar oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno

NASIONAL | 9 Oktober 2018

Kampanye Santun Utamakan Kesatuan Bangsa

kampanye santun adalah kampanye yang dilakukan aktor politik tanpa mengirimkan pesan-pesan yang sifatnya provokatif

NASIONAL | 9 Oktober 2018

Harita Nickel Bantu Fasilitas Kesehatan Warga Sekitar

Salah satu fokus utama CSR perusahaan adalah di bidang kesehatan masyarakat.

NASIONAL | 9 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS