Polda Jatim dan BKSDA Sita 443 Ekor Burung Langka
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Polda Jatim dan BKSDA Sita 443 Ekor Burung Langka

Rabu, 10 Oktober 2018 | 07:41 WIB
Oleh : Aries Sudiono / JAS

Jember - Aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengamankan 11 jenis burung langka dan dilindungi sebanyak 443 ekor dari perusahaan penangkaran dan penampungan satwa ilegal CV Bintang Terang di Dusun Krajan Gambiran, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Selasa (9/10).

Satwa-satwa itu diperjualbelikan, baik secara langsung maupun online oleh seorang perempuan berinisial A yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

“A kita tetapkan sebagai tersangka, dijerat pelanggaran Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat 2 huruf A UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDA-HE),” ujar Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Luki Hermawan dalam keterangan persnya didampingi Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Agus Santoso, Selasa sore.

Menurut Jenderal bintang dua itu disebutkan, dalam pengusutan kasusnya Polda Jatim bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim.

Barang bukti 443 ekor burung langka yang dilindungi itu terdiri dari 212 ekor burung Nuri Bayan (Eclectus roratus), 4 ekor burung Nuri Merah Kepala Hitam (Lorius lory), 4 ekor burung anakan Nuri Bayan, 6 ekor burung Nuri Merah (Red nury),99 ekor burung Kaka Tua Besar Jambul Kuning (Cacatua galerita), 23 ekor burung Kaka Tua Jambul Orange (Cacatua molluccensis), 82 ekor burung Kaka Tua Govin (Cacatua govineana), 5 ekor burung Kaka Tua Raja, 1 ekor burung Kaka Tua Alba, 1 ekor burung Jalak Putih, 6 ekor burung Dara Mahkota (Gaura victoria), 61 butir telur burung Nuri Bayan dan Kakak Tua.

Menurut pengakuan tersangka A melalui penasihat hukumnya Imam Lutfi, diungkapkan bahwa sebenarnya CV Bintang Terang memiliki izin untuk menangkar hewan langka sejak tahun 2005 namun berakhir hingga tahun 2015.

Namun sesudahnya, ia tidak lagi memperpanjang izin perusahaannya dan tetap operasional secara diam-diam alias ilegal. Yang mengejutkan, burung-burung langka yang dilindungi itu juga diperjualbelikan hingga ke luar negeri.

Agar ratusan ekor burung sebagai barang bukti itu tidak mati, maka untuk sementara diamankan di Badan Konservasi (Hayati), ujar Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan sambil menambahkan, tidak menutup kemungkinan (saat dilakukan pengembangan kasus) juga ada aktivitas serupa di daerah kota lain di Jatim.

Menurut Kombes Pol Agus Santoso, penjualan satwa burung dilindungi itu pun memiliki nilai yang cukup fantastis. “Bisa antara Rp 4-5 juta per ekor. Padahal ini langka dan dilindungi, sehingga niat baik ini (untuk penangkaran) malah disalahgunakan,” tandas Agus.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rendra Kresna Mengaku Statusnya Sudah Tersangka

“Jadi status saya tersangka. Itu saya ketahui setelah melihat surat berita acara yang dibawa penyidik untuk saya tandatangani."

NASIONAL | 10 Oktober 2018

Pejudo Berhijab Didiskualifikasi, PSI: Perempuan Muslim Jadi Susah Berkreasi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyayangkan keputusan diskualifikasi atlet blind judo Asian Para Games 2018 karena memakai hijab.

NASIONAL | 9 Oktober 2018

Rekrutmen CPNS 2018 di Beberapa Daerah Sulteng Ditunda

Proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) ditunda

NASIONAL | 9 Oktober 2018

Pelamar CPNS 2018 Diminta Jangan Percaya Tawaran Janji Kelulusan

Masyarakat yang mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 diharapkan tidak memercayai janji jaminan kelulusan dari pihak tertentu

NASIONAL | 9 Oktober 2018

Embrio Korupsi, Bawaslu Ajak Peserta Pemilu dan Pemilih Perangi Politik Uang

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengajak peserta pemilu 2019 dan masyarakat pemilih untuk melakukan gerakan bersama melawan politik uang

NASIONAL | 8 Oktober 2018

Gunawan Jusuf Kembali Cabut Gugatan Praperadilan Melawan Bareskrim Polri

Pengusaha Gunawan Jusuf kembali mencabut gugatan praperadilan terhadap Ditppiddeksus Bareskrim Mabes Polri atas dugaan kasus tindak pidana pencucian uang

NASIONAL | 8 Oktober 2018

DPR Dorong Gerakan Caleg Tolak Politik Uang

Komisi II DPR Andi Mariatang mendorong gerakan "Caleg Tolak Politik Uang" untuk mencegah politik uang di Pemilu Legislatif 2019

NASIONAL | 8 Oktober 2018

Polri Bantah Kapolri Terima Duit Daging

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta membantah jika Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerima aliran dana dari pengusaha impor daging

NASIONAL | 8 Oktober 2018

Tim Prabowo-Sandi Sebut Hasil Survei Sering Meleset

hasil survei yang menempatkan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga di bawah elektabilitas Jokowi-Maruf sesuatu yang wajar.

NASIONAL | 8 Oktober 2018

Penegak Hukum Diminta Tuntaskan Dugaan Perusakan Barang Bukti Kasus Impor Daging

Aparat penegak hukum diharapkan dapat menindaklanjuti dugaan pelanggaran perusakan barang bukti dalam kasus suap hakim MK soal aturan impor daging sapi

NASIONAL | 9 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS