6.000 Warga Petobo Diduga Terkubur Likuefaksi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

6.000 Warga Petobo Diduga Terkubur Likuefaksi

Selasa, 9 Oktober 2018 | 15:09 WIB
Oleh : John Lory, Jeis Montesori / AB

Palu - Jumlah warga yang terkubur akibat likuefaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, diperkirakan mencapai 6.000 orang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palu telah meminta agar proses pencarian korban di kawasan Petobo tidak dilanjutkan mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan, dan pemerintah menjadikan Petobo sebagai kuburan massal korban bencana gempa dan tsunami yang mengguncang 28 September lalu.

Perkiraan jumlah korban yang terkubur likuefaksi di Petobo diperoleh dari data jumlah penduduk di kelurahan itu sebanyak 10.410 orang, sesuai data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palu.

Namun, menurut Camat Palu Selatan, Ashar Yotomaruangi--yang membawahkan Kelurahan Petobo--, data yang ia miliki jumlah penduduk di Kelurahan Petobo mencapai sekitar 13.000 jiwa.

"Data daftar pemilih tetap (DPT) pada saat pilkada saja (pemilihan bupati Sigi tahun 2015) mencapai 9.000 orang, sehingga saya memperkirakan jumlah penduduk di Petobo sekitar 13.000 jiwa," kata Ashar kepada SP, Selasa (9/10).

Dari data itu, katanya, sampai Selasa (9/10), jumlah warga Petobo yang terdata mengungsi di beberapa titik di Kota Palu sekitar 4.900 orang. "Mungkin data pengungsi masih akan bertambah, tapi saya perkirakan tidak terlalu banyak lagi, bisa ratusan orang saja tambahannya, karena warga di Petobo umumnya penduduk asli, sehingga mereka hanya akan mengungsi di wilayah sekitarnya," kata Ashar.

Dengan kondisi itu, maka diperkirakan lebih dari 6.000 warga Petobo yang diduga terkubur bersama harta bendanya saat likuefaksi terjadi, Jumat (28/9) malam.

Namun angka ini, kata Ashar, masih belum bisa dipastikan karena pendataan masih sedang dilakukan. “Kami akan rapat lagi hari Jumat, tanggal 12 Oktober. Mudahan data pasti tentang kerusakan akibat gempa, jumlah pengungsi, dan termasuk jumlah korban sudah bisa ketahui dengan pasti,” kata Ashar.

Terkait kondisi di Petobo, Ashar mengungkapkan, MUI Palu atas saran masyarakat telah meminta agar lokasi yang terkena likuefaksi tidak lagi disentuh dengan alat-alat berat untuk melakukan evakuasi.

“MUI Palu, berdasarkan saran masyarakat, telah meminta agar wilayah yang terdampak likuefaksi di Petobo, dibiarkan menjadi kuburan massal bagi mereka yang telah menjadi korban bencana,” kata Ashar.

Selain di Petobo, di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, juga diperkirakan ada banyak warga yang terkubur akibat likuefaksi.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pencatatan Sipil, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu, Alfrin Magdalena, wilayah Balaroa didiami sekitar 13.400 warga. Sama seperti Petobo, wilayah Balaroa termasuk terparah terkena dampak gempa bumi.

Camat Palu Barat Kapau Bouwo menyampaikan dalam rapat koordinasi terkait penanganan pascabencana yang dipimpin Gubernur Sulteng Longky Djanggola, dihadiri Wali Kota Palu Hidayat, Bupati Sigi Moh Irwan Lapata, para lurah di Palu dan tokoh-tokoh masyarakat, Senin (8/10), bahwa dampak gempa terparah di wilayahnya terjadi di Perumnas Balaroa.

“Sekitar 5.000 jiwa diperkirakan telah menjadi korban dari bencana mengerikan itu. Sebanyak 1.071 rumah warga di dalam kompleks Perumnas Balaroa telah rata dengan tanah akibat gempa,” kata Kapau Bouwo.

Di Perumnas Balaroa, saat gempa terjadi, tanah bergerak dan bergeser sampai ratusan meter serta meruntuhkan seluruh bangunan yang ada. Tanah serta jalanan aspal di sekitarnya juga terbelah-belah, dan sebagian naik ke atas permukaan hingga setinggi 50-75 sentimeter.

Sementara Bupati Sigi Moh Irwan mengatakan kerusakan parah dan banyak penduduk menjadi korban juga terjadi di Desa Jono Oge dan Mpanau, Kecamatan Biromaru. Di kedua desa itu, kata Irwan, terdapat sekitar 13.000 jiwa penduduk, tetapi belum diketahui pasti berapa korban tewas maupun terluka.

"Yang jelas saat terjadi gempa, rumah-rumah penduduk dan fasilitas lainnya di Jono Oge dan Mapanu, hancur rata dengan tanah,” katanya.

Di Jono Oge juga dilaporkan sekitar 200 orang pemuda gereja sedang mengikuti bible camp di sebuah pusat pendidikan dan latihan milik Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) di desa itu. Sebagian besar dari mereka hilang ditelan ke bumi saat gempa terjadi. Menurut saksi mata, bumi terbelah dua dan menelan rumah-rumah penduduk, termasuk lokasi bible camp.

Saksikan videonya di sini:

[YOUTUBE]https://www.youtube.com/watch?v=MYgydn6mqNM[/YOUTUBE]



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

DPR Janji Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Persoalan honorer K-2 tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemdikbud saja, tetapi juga kementerian terkait lainnya.

NASIONAL | 10 Oktober 2018

Pemda Dilarang Angkat Guru Honorer

Pemda dilarang untuk mengangkat guru honorer. Sehingga perekrutan guru sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan jumlah guru pensiun.

NASIONAL | 10 Oktober 2018

Pemerintah Janji Masalah Guru Honorer Tuntas di 2024

Pemerintah telah merancang skema untuk menuntaskan masalah guru honorer hingga tahun 2024.

NASIONAL | 10 Oktober 2018

JK Ajak Dunia Berbagi tentang Pembiayaan Bencana

Kerugian yang diderita atas bencana sering kali tidak sedikit, sementara kemampuan pemerintah dalam menyediakan pendanaan terbatas.

NASIONAL | 10 Oktober 2018

BSSN: Serangan Siber Bisa Berdampak pada Perekonomian Nasional

Djoko Setiadi menjadi keynote speaker CodeBali 2018 Conference di Hotel Padma Resort Legian, Bali, Rabu (10/10).

NASIONAL | 10 Oktober 2018

Insiden Pecah Ban Sriwijaya Air, Bandara Supadio Sudah Kembali Normal

Aktivitas Bandara Supadio Kalbar sudah normal pascapecah ban pesawat Sriwijaya.

NASIONAL | 10 Oktober 2018

Lagi, Sipir Lapas Terlibat Sindikat Narkoba di Kalbar

Jajaran Polda Kalbar mengungkap sindikat penyelundup narkoba jenis ekstasi dari Malaysia, yang dikendalikan dari dalam lapas.

NASIONAL | 10 Oktober 2018

Solidaritas Ibu-ibu untuk Korban Gempa Sulteng

Communicate ID mengirimkan bantuan kepada para korban bencana alam Sulawesi sebanyak kurang lebih 600 koli.

NASIONAL | 10 Oktober 2018

Polisi: Pemanggilan Amien Rais Sesuai Prosedur

Pemanggilan Amien Rais untuk diperiksa sebagai saksi kasus "hoax" Ratna Sarumpaet sudah sesuai prosedur.

NASIONAL | 10 Oktober 2018

PKS Kecam Pelarangan Jilbab Atlet Judo di Asian Para Games 2018

Ketua DPP PKS Bidang Polhukam Almuzzammil Yusuf mengecam pelarangan jilbab kepada atlet blind Judo, Miftahul Jannah di arena Asian Para Games 2018

NASIONAL | 9 Oktober 2018


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS