Alumni Kelompok Cipayung Gagas Penguatan Kebangsaan

Alumni Kelompok Cipayung Gagas Penguatan Kebangsaan
Pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Alumni Kelompok Cipayung di Sekretariat PA GMNI, Jakarta, Senin (15/10). ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:09 WIB

Jakarta – Kondisi Indonesia saat ini membutuhkan kesadaran bersama dalam memperkuat tingkat kepercayaan pada lapisan masyarakat bawah. Keberadaan organisasi Kelompok Cipayung dan peran optimal dari para alumni sangat diperlukan dalam memperkokoh semangat kebangsaan.

Demikian salah satu poin dalam pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Alumni Kelompok Cipayung di Jakarta, Senin (15/10), yang dihadiri pimpinan dari masing-masing organisasi alumni.

Untuk diketahui, Alumni Kelompok Cipayung terdiri dari Keluarga Alumni HMI (KAHMI), Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI), Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), dan Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI).

Hadir dalam pertemuan itu Ugiek Kurniadi dan Riad Oscha Khalik (PA GMNI); Siti Zuhro, Manimbang Kaharyadi, dan Sigit Pamungkas (Presidium KAHMI); Hermawi Taslim, Leonardo Renyut, dan Heri Soba (Forkoma PMKRI), Edward Tanari (PNPS GMKI), dan Yunus Razak (PB IKA PMII).

Koordinator Presidium KAHMI Siti Zuhro menegaskan kesadaran bersama untuk memperkuat tingkat kepercayaan tersebut bisa dimulai dari para alumni Kelompok Cipayung. Apalagi, kontestasi politik saat ini justru semakin memperuncing kesadaraan bersama sebagai satu bangsa.
“Kelompok Cipayung, termasuk para alumni-alumninya, mempunyai peran yang sangat strategis dalam mencegah suasana yang tidak kondusif.  Silahkan para elite bertarung, tetapi jangan mengoyak kebangsaan dan persatuan Indonesia. Kita sudah dibina sejak menjadi anggota organisasi kita untuk menjunjung tinggi semangat kebangsaan tersebut,” tegas pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.

Ugiek Kurniadi yang juga Sekretaris PA GMNI mengatakan kehadiran Kelompok Cipayung yang digagas pada 22 Januari 1972 masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Semua elemen bangsa saat ini justru harus mengambil hikmah dari semangat para pendiri Kelompok Cipayung dengan gagasan Indonesia yang Dicita-citakan.

Pandangan senada juga disampaikan Ketua Forkoma PMKRI Hermawi Taslim dan Sekretaris PNPS GMKI Edward Tanari. Keduanya mempertegas perlunya kesadaran dari berbagai pihak, terutama para elite bangsa agar tidak lagi memanfaatkan isu-isu murahan untuk mempertajam konflik masyarakat. Hal itu akan semakin memperkeruh semangat kebangsaan yang justru bertolak belakang dengan keberadaan bangsa Indonesia dengan segala plularisme dan kemajemukannya.

Sebagai tindak lanjut, Pokja Alumni Cipayung yang dipimpin Riad Oscha Khalik dan Manimbang Kaharyadi akan menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan bersama. Kegiatan kebangsaan dari para alumni tersebut juga mempunyai nuansa intelektual sebagaimana ciri khas Kelompok Cipayung selama ini.



Sumber: Suara Pembaruan