Bawaslu Bengkulu Temukan Dua Caleg DPR Langgar Aturan APK

Bawaslu Bengkulu Temukan Dua Caleg DPR Langgar Aturan APK
Alat Peraga Kampanye dipasang di pohon. ( Foto: Antara / Antara )
Usmin / JAS Sabtu, 20 Oktober 2018 | 09:56 WIB

Bengkulu - Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap mengungkapkan, dua caleg anggota DPR-RI dari Nasdem dan Partai Solidaritas Indonedia (PSI) telah melakukan pelanggaran aturan tentang pemasangan alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2019.

"Dari pantuan kami di lapangan ada dua caleg anggota DPR-RI melakukan pelanggaran aturan kampanye karena memasang APK di daerah yang bebas atribut peserta Pemilu 2019," kata Parsadaan Harahap, di Bengkulu, Sabtu (20/10).

Ia mengatakan, APK dua caleg anggota DPRD Provinsi Bengkulu tersebut, dipasang di median jalan protokol dan kawasan objek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Padahal, sesuai surat keputusan (SK) KPU Provinsi Bengkulu, jalan protokol dan kawasan Pantai Panjang merupakan daerah bebas dari segala bentuk dan jenis atribut peserta Pemilu 2019.

Bawaslu Provinsi Bengkulu, minta kedua caleg anggota DPR-RI dari Nasdem dan PSI tersebut, segera menurunkan baliho yang dipasang di median jalan protokol dalam Kota Bengkulu, serta kawasan objek wisata Pantai Panjang, sebelum ditertibkan Bawaslu melalui Satpol PP setempat.

"Kami sudah mengimbau kedua caleg DPR tersebut, agar segera menurunkan baliho yang dipasang di kawasan bebas APK itu. Jika mereka tetap tidak menurunkan maka Bawaslu bersama Satpol PP Kota Bengkulu, akan membersihkan atribut kampanye tersebut," ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Parsadaan, kedua caleg DPR ini bisa diberikan saksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Sebab, tindakan mereka memasang APK di daerah terlarang merupakan pelanggaran pemilu.

Namun, Ketua Bawaslu Bengkulu, tidak bersedia menyebutkan nama kedua caleg anggota DPR yang memasang APK di kawasan bebas atribut peserta pemilu tersebut.

"Saya kira tidak perlu diungkapkan lagi identitas kedua caleg DPR-RI dari Dapil Bengkulu tersebut, karena teman-teman media semuanya sudah mengetahuinya. Jadi, kita minta mereka segera menurunkan baliho yang dipasang di daerah kawasan bebas APK," ujarnya.

Persadaan menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap caleg peserta Pemilu 2019 di daerah ini. Bagi caleg yang terbukti melakukan pelanggaran berat akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Bagi caleg yang melakukan pelanggaran ringan akan diberikan teguran secara lisan dan tertulis. "Namun, jika masih melakukan pelanggaran maka Bawaslu Provinsi Bengkulu, akan bertindak tegas," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan