Dipanggil Polisi, Komandan Front Jihad Tidak Hadir

Dipanggil Polisi, Komandan Front Jihad Tidak Hadir
Ilustrasi upacara sedekah laut. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / FMB Senin, 22 Oktober 2018 | 14:11 WIB

Jakarta— Penyidik Polres Bantul, DIY masih terus mencari tersangka yang merusak gelaran sedekah laut di Pantai Baru, Pandansimo, Bantul, pada Sabtu (13/10) kemarin.

Hari ini polisi kembali memanggil sejumlah saksi termasuk komandan Front Jihad Islam (FJI). Polisi menduga FJI memang terlibat namun masih terus mencari saksi dan bukti.

“Penyidik masih memeriksa saksi saksi. Salah satunya adalah ketua FJI tetapi dia tidak datang dan akan dipanggil kembali,” kata Dirkrimum Polda DIY Kombes Hadi Utomo saat dihubungi Beritasatu.com Senin (21/10).

Sebenarnya Polres Bantul sempat menangkap dan memeriksa sembilan orang saksi sesaat setelah kejadian, tetapi polisi terpaksa melepas mereka karena masih kurang bukti. Mereka ditangkap di daerah Kasihan, Bantul tak jauh dari markas FJI.

Untuk diketahui massa yang berjumlah 50 orang dan mengenakan penutup wajah itu tiba-tiba datang dan langsung mengobrak-abrik dan merusak segala persiapan gelaran sedekah laut.

Perusakan itu terjadi jelang gelaran sedekah laut yang digelar Sabtu pagi. Massa datang mengendarai dua unit mobil, satu mobil ambulans, dan sejumlah motor.

Mereka merusak penjor (hiasan dari pohon pisang), memecah kaca meja, dan mengobrak-abrik kursi yang disiapkan untuk tamu. Saat meninggalkan lokasi mereka meninggalkan spanduk menolak semua kegiatan yang berbau syirik.

Pada pagi harinya kegiatan sedekah laut tetap berlangsung dengan penjagaan polisi.



Sumber: BeritaSatu.com