Konser Simfoni Kesejukan untuk Pendidikan Papua
Logo BeritaSatu

Konser Simfoni Kesejukan untuk Pendidikan Papua

Minggu, 28 Oktober 2018 | 12:21 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta - Meskipun Indonesia telah merdeka selama lebih dari 73 tahun, ada banyak tempat yang tidak tersentuh oleh pembangunan nasional. Bahkan sebagian besar anak-anak usia sekolah di desa-desa pedalaman Papua tidak pernah memiliki akses ke pendidikan formal, meskipun pemerintah lokal telah membangun sekolah di wilayah tersebut.

"Satu, dua, tiga, dan banyak". Itulah bilangan angka yang dipahami anak-anak pedalaman di Papua sebelum pendidikan formal masuk ke daerah mereka. Dan faktanya inilah yang acapkali kabur dari pandangan mata banyak orang.

Sebagai salah satu jalan untuk memperbaiki kondisi menyedihkan itu, Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) berkolaborasi dengan Yayasan Musik Amadeus Indonesia menggelar konser amal bertajuk “Revive Us Again”, di Aula Simfoni, Jakarta Utara, Sabtu (27/10).

Direktur Proyek (Project Director) YPHP, Hannah Achmadi mengatakan, bekerja sama dengan Amadeus Symphony Orchestra bertujuan agar masyarakat semakin tahu apa yang dilakukan YPHP. Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan di Papua. Mengingat kondisi kesenjangan pendidikan dan perkonomian di Papua tertinggal dari daerah lain.

“Kami terus berkomitmen untuk menghimpun donasi bagi pendidikan anak-anak di pedalaman Papua. Seperti yang kita ketahui, pembangunan infrastruktur di Papua memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan kota-kota lain. Jadi, seluruh hasil penjualan tiket dari konser ini akan disumbangkan untuk pembangunan tambahan ruang kelas di Sekolah Lentera Harapan di Daboto, pedalaman Papua, melalui YPHP,” terangnya kepada SP, di Aula Simfoni, Jakarta Utara, Sabtu (27/10).

Menurut Hanna, membangun sekolah ibarat membeli one way ticket. Sekali melangkah tidak bisa mundur lagi. Maka betapapun sulitnya perjuangan melanjutkan sekolah di daerah terpencil di Papua, YPHP berupaya terus berjuang.

Diketahui, pada konser amal yang pertama kali dihelat pada November 2016, bertajuk “A Mighty Fortress is Our God”, YPHP baru mengembangkan tiga sekolah di kawasan Mamit, Daboto, Karubaga.

Kemudian, konser ke dua “A Mighty Fortress is Our God”, pada Desember 2017, fasilitas sekolah formal di Papua telah bertambah lagi di tiga kawasan, yaitu Nalca, Korupun, Danowag.

Sekolah yang semula hanya satu di Mamit dengan 35 siswa dan tiga orang guru, sekarang telah berkembang menjadi 514 siswa. Selain siswa, jumlah pengajar pun semakin memadai, yaitu sekitar 49 orang guru yang mengabdikan diri di jenjang TK, sampai kelas 6 SD.

"Kami berusaha menghadirkan yang terbaik. Kami ingin, anak-anak Papua juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dengan anak di kota besar. Kami berharap akan banyak anak-anak Papua yang nantinya bercita-cita menjadi seorang pemimpin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Direktur Social Outreach, Nursari Dewi Lugito, juga menyampaikan YPHP terus aktif untuk mengajak berbagai elemen masyarakat berpartisipasi dalam program pendidikan anak Papua melalui berbagai cara.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya untuk masyarakat yang ingin berpartisipasi. Caranya dapat dilakukan melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, event, kegiatan amal, atau membeli souvenir YPHP. Semua keuntungan digunakan untuk membangun sekolah dan fasilitas penunjangnya di pedalaman Papua. Ada juga program beasiswa pendidikan minimal satu tahun bagi anak-anak di pedalaman Papua. Besarnya Rp 6 juta per tahun per anak yang dapat dibayarkan per tahun, per semester (enam bulan) atau per bulan,” ungkapnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkumham Percepat Upaya Peningkatan IT Layanan Publik

Mendirikan PT sudah cepat.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Peduli Anak, Polisi Sultra Raih Frans Seda Award 2018

Brigadir Saleh mengatakan, sekolah tersebut dibangun karena ia melihat anak-anak kecil di desanya harus berjalan 5-8 km setiap pagi ke sekolah tetangga.

NASIONAL | 27 Oktober 2018

Dirjen Imigrasi Akui Pencekalan Taufik Kurniawan Atas Permintaan KPK

Dirjen Imigrasi Indonesia, Irjen Pol (Purn) Dr Drs Ronny Franky Sompie, mengakui, permintaan pencekalan dari KPK sudah diterima sejak Jumat (26/10) lalu.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Puan Maharani Beberkan Keberhasilan Program Revolusi Mental

Kemko Polhukam berhasil menekan pungutan liar (pungli) dengan adanya Tim Saber Pungli.

NASIONAL | 26 Oktober 2018

Jokowi Diminta Tandatangani Perpres Penguatan Bahasa Indonesia

Penggunaan bahasa asing bukan tidak diperbolehkan, tetapi harus mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

NASIONAL | 25 Oktober 2018

RI Penyumbang Sampah Plastik Kedua Terbesar Dunia

Banyaknya sampah plastik karena kurang kesadaran warga.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Jokowi Sebut Pembangunan SDM Jadi Prioritas

Presiden Jokowi mengatakan, melihat kemajuan saat ini, pemuda Indonesia akan dapat berkompetisi dan memiliki daya saing di tingkat global.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Tempuh 1.050 Km, Komunitas Fortuner Bantu Korban Gempa NTB

Tidak hanya di Desa Sembalun, rombongan juga memberikan bantuan di Desa Sugihan, Lombok Timur.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Pentas Budaya di Taman Indonesia Kaya Semarang Hadirkan Butet

Pementasan itu mengambil bentuk dan spirit teater rakyat.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Nonton Megadeth, Ganjar Harap Jogjarockarta Hadirkan Deep Purple

God Bless menjadi satu-satunya legenda hidup musik rock Tanah Air.

NASIONAL | 28 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS