Ridwan Kamil Singgung Istilah "Cebong" dan "Kampret"
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-0.84)   |   COMPOSITE 6290.8 (-13.4)   |   DBX 1362.34 (0.71)   |   I-GRADE 180.342 (-0.56)   |   IDX30 506.102 (-2.71)   |   IDX80 136.192 (-1.09)   |   IDXBUMN20 397.025 (-4.2)   |   IDXESGL 139.555 (-0.58)   |   IDXG30 142.425 (-1.11)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-2.61)   |   IDXQ30 145.469 (-0.49)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-1.51)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-4.88)   |   IDXV30 134.488 (-1.37)   |   INFOBANK15 1048.13 (6.14)   |   Investor33 435.467 (-0.79)   |   ISSI 181.572 (-1.23)   |   JII 618.362 (-7.47)   |   JII70 218.204 (-2.58)   |   KOMPAS100 1215.76 (-5.31)   |   LQ45 948.468 (-5.2)   |   MBX 1702.13 (-4.43)   |   MNC36 323.237 (-0.4)   |   PEFINDO25 323.55 (-2.2)   |   SMInfra18 308.555 (-5.37)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-0.21)   |  

Ridwan Kamil Singgung Istilah "Cebong" dan "Kampret"

Minggu, 28 Oktober 2018 | 18:17 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JAS

Jakarta - Indonesia pada 2045 diprediksi menempati peringkat ketiga dunia. Pada 2045, kaum milenial sekarang menjadi pemimpin Indonesia. Terdapat sejumlah persyaratan agar hal itu terwujud.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam acara Milenial Fest 2018 bertajuk #LayaniGenerasiKita di Djakarta Theater, Jakarta, Minggu (28/10).

Pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut menjelaskan berbagai persyaratan dimaksud. Misalnya seperti angka pertumbuhan ekonomi tidak di bawah angka lima persen. Membeli produk lokal suatu keniscayaan.

Berikutnya, kalangan milenial harus kompetitif. Memiliki kemampuan bahasa Inggris mumpuni. Tak kalah penting, Kang Emil mengingatkan perlunya situasi sosial dan politik yang kondusif. Di sini, ia meminta agar pertikaian akibat perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi dihilangkan.

"Kalau kita berantem terus tiap Pilkada, Pilpres, kapan kerjanya? Empat tahun saya jadi wali kota Bandung, saya sibuk mendamaikan orang beda pendapat, pilihan. Kalau politik kita enggak kondusif, kapan kita bangun Indonesia dengan inovasi?," katanya.

Ia lantas juga menyinggung adanya dua sebutan kelompok di media sosial yakni cebong dan kampret. "Sekarang kan terbelah, ini cebong, ini kampret. Kalau bisa cepret saja digabung," tukasnya seraya disambut tawa dan tepuk tangan peserta acara.

Untuk diketahui, cebong sering disebut panggilan untuk pendukung Presiden Joko Widodo, sedangkan kampret istilah bagi kelompok oposisi.

Pada kesempatan itu, Kang Emil juga berbicara terkait pemerintahan. Diungkapkan, pemerintahan mengatur segala aspek kehidupan. "Kalau hidup kita enggak diatur orang kompeten, kebayang hidup kita berantakan. Kalau ingin pemerintah berubah gabung ke dunia pemerintahan," ujarnya.

Ia juga menuturkan, teknologi jangan menjauhkan kaum milenial dari kemanusiaan. Teknologi, lanjutnya, harus menjaga kewarasan kaum muda dari situasi bising dan memekakkan telinga. "Dunia tidak hanya makin damai tetapi bahaya. Berita bohong banyak hoax ribuan. Kita harus jadi generasi tabayun. Mending telat dikit tetapi benar," tuturnya.

"Ada contoh negara bubar, Yugoslavia bubar. Ada negara karena tidak bersatu, berantem banyak. Suriah, Yaman, Afganistan, Irak. Pesan saya, bicaralah yang baik atau diam, posting-lah yang positif atau tahan."



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkot Denpasar Beri Ruang Kreativitas untuk Kaum Tuli

Ajang seperti ini sangat positif untuk memberikan ruang kreativitas tak terkecuali untuk kaum tuli.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Bersih Pantai Jelang OOC 2018, Dua Menteri Lepas Anak Penyu

Indonesia merupakan negara terbesar kedua penyumbang sampah plastik di laut.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Kerusakan JSC Akibat Angin Puting Beliung Capai Rp 20 Miliar

"Saya sudah pantau langsung, ada yang berat, sedang dan ringan. Hampir Rp 20 miliar, tetapi ada yang masih tanggungan asuransi," kata Herman Deru.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Kerugian dan Kerusakan Akibat Bencana di Sulteng Capai Rp 18,4 Triliun

Kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Peserta CPNS 2018 Mayoritas Kalangan Milenial

Hampir 100 persen pendaftar CPNS 2018 merupakan kalangan milenial.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

PAN Belum Putuskan Beri Bantuan Hukum untuk Taufik Kurniawan

KPK mencegah Wakil Ketua DPR dari PAN Taufik Kurniawan untuk bepergian ke luar negeri.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Wagub Maluku: Agama Harus Jadi Kekuatan Integrasi Bangsa

Menurut Zeth, agama harus menjadi kontrol sosial yang efektif dalam kehidupan bermasyatakat.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Pemkot Denpasar Raih Anugerah Pandu Negeri

Kota Denpasar menjadi satu-satunya daerah di Bali yang meraih tata kelola pemerintahan terbaik nasional.

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Konser Simfoni Kesejukan untuk Pendidikan Papua

Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) berkolaborasi dengan Yayasan Musik Amadeus Indonesia menggelar konser amal untuk menggalang pendidikan Papua

NASIONAL | 28 Oktober 2018

Menkumham Percepat Upaya Peningkatan IT Layanan Publik

Mendirikan PT sudah cepat.

NASIONAL | 28 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS