Setiap Bulan, Bali PET Olah 300 Ton Sampah Plastik

Setiap Bulan, Bali PET Olah 300 Ton Sampah Plastik
Direktur Bali PET Wirajaya Putra (kanan) dan Abduh Nurhidajat (kiri) selaku Plt Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, KKP tengah memperhatikan instalasi pengolahan botol plastik kemasan Bali PET di Denpasar, Bali, Minggu (28/10).
Heriyanto / HS Senin, 29 Oktober 2018 | 06:17 WIB

Denpasar - Bali PET Recycle yang merupakan pabrik pengolahan limbah mampu mengolah 300 ton sampah plastik kemasan (botol) setiap bulan. Pengolahan dengan menghancurkan (pencacahan) botol kemasan plastik itu untuk didaur ulang dan sekaligus mengurangi tumpukan sampah plastik di Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Wirajaya Putra yang juga Direktur Bali PET ketika ditemui di Denpasar, Minggu (28/10) mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah dan kualitas pengolahan sampah plastik yang dirintis sejak tahun 2006. Selain mengurangi permasalahan sampah, terutama di Kota Denpasar, juga menciptakan nilai tambah untuk dimanfaatkan lagi. Apalagi, sampah plastik dan botol kemasan sulit terurai dalam tanah.

Saat ini, Bali Pet Recycle memiliki dua unit pengolahan (recycle business unit/RBU) yang terletak di Desa Kesiman Ketalangu, Denpasar Timur, dan satu unit lain di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung.

“Dari dua unit pengolahan itu sudah memproduksi sekitar 300 ton olahan botol plastik (kemasan) setiap bulan,” kata Wirajaya.

Menurut Manajer Operasional Bali PET Kangge Pati jumlah tersebut belum termasuk unit pengolahan di Lombok PET yang juga memproduksi sekitar 100 ton per bulan.

Dikatakan, sampah plastik kemasan yang diolah di Bali tersebut umumnya berasal dari tujuh kabupaten/kota di Bali, mulai dari Kota Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Bangli, dan Karangasem.

Selain didukung masyarakat, keberadaan Bali PET juga tidak lepas dari kolaborasi dengan PT Namasindo Plas dan pihak Danone Aqua yang mengembangkan teknologi pengolahan.

Abduh Nurhidajat yang juga Plt Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi apresiasi atas upaya yang dilakukan Bali PET saat mengunjungi unit pengolahan tersebut.

Hal tersebut sejalan dengan upaya mengurangi persoalan sampah plastik yang selama ini cukup sulit. Di sisi lain, upaya tersebut juga memberikan keuntungan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat. Apalagi, Indonesia mempunyai komitmen untuk mengurangi sampah plastik yang saat ini sudah menjadi kebijakan pemerintah.

“Langkah Bali PET tersebut merupakan salah satu cara dalam mengurangi sampah plastik di Indonesia, temasuk juga yang banyak masuk ke laut. Ini perlu terus didukung agar semakin banyak diduplikasi di daerah-daerah lain,” kata Abduh.



Sumber: Suara Pembaruan