Indonesia Darurat Matematika
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Darurat Matematika

Senin, 12 November 2018 | 14:19 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta - Peneliti dari Research on Improvement of System Education (RISE) 2018, Niken Rarasati, mengatakan, berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh pihaknya, Indonesia saat ini sedang darurat matematika. Hasil studi menunjukkan bahwa kemampuan siswa memecahkan soal matematika sederhana tidak berbeda secara signifikan antara siswa baru masuk sekolah dasar (SD) dan yang sudah lulus sekolah menengah atas (SMA) .

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, menyambut baik. Menurut dia, semua langkah yang bermaksud ingin memecahkan persoalan pendidikan Indonesia harus disambut dan diapresiasi.

“Semua langkah yang bermaksud ingin memecahkan persoalan pendidikan di Indonesia harus disambut dan diberi apresiasi, termasuk deklarasi tersebut. Syukur jika deklarasi tersebut terus diikuti dengan langkah-langkah konkret,” kata Muhadjir kepada SP, Senin (12/11).

Muhadjir menuturkan, Kemdikbud saat ini sedang mempercepat dan memperluas pelatihan guru matematika, IPA dan bahasa untuk mendalami strategi pembelajaran kemampuan berpenalaran tinggi (high order thinking skills atau HOTS).

Menurut Muhadjir, salah satu faktor rendahnya kemampuan matematika juga IPA dan bahasa adalah standar yang diberlakukan selama ini yang masih memakai kemampuan berpenalaran sebagai dasar.

Dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menurut Muhadjir, pemerintah sudah mulai melakukannya melalui memperkenalkan soal HOTS dalam ujian nasional (UN).

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad mengaku belum membaca hasil riset tersebut sehingga ia enggan untuk menanggapi.

“Saya belum membaca hasil risetnya. Kalau punya, saya mau baca dulu baru saya komentar,” kata Hamid menjawab pertanyaan SP.

Rendahnya kemampuan matematika Indonesia ini juga terlihat dari hasil The Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2000 hingga 2015. Secara konsisten, PISA menempatkan siswa Indonesia yang berusia 15 tahun pada peringkat bawah dibandingkan negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) lainnya.

“Jika ini dibiarkan, generasi emas Indonesia terancam bisa gagal membangun peradaban Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Niken dalam Deklarasi Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Universitas Indonesia (UI) Depok, Sabtu (10/11).

Jika ditelaah lebih dalam, lanjutnya, dari rendahnya hasil PISA ini, ditemukan bahwa anak-anak Indonesia ternyata belum mampu menerapkan pengetahuan prosedural matematika ke dalam permasalahan yang dihadapinya sehari-hari. Hasil ini juga dikonfirmasi oleh hasil-hasil tes internasional lain seperti Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Selain hasil PISA, Niken juga menyebutkan, gawat darurat bermatematika ini juga ditunjukkan dalam studi pemerintah yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui program Indonesia National Assessment Program (INAP) yang kemudian berubah nama menjadi Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI).

“Studi INAP yang dilakukan Kemdikbud juga menjelaskan hal yang tak jauh berbeda. Pada 2016, kompetensi matematika siswa SD merah total. Sekitar 77,13% siswa SD di seluruh Indonesia memiliki kompetensi matematika yang sangat rendah (kurang), 20,58% cukup dan hanya 2,29% yang masuk kategori baik,” terangnya,

Selanjutnya, setelah berubah nama menjadi AKSI, pemerintah kembali melakukan studinya dengan responden siswa SMP kelas VIII pada 2017 di dua provinsi. Dari studi itu, hasil kompetensi literasi matematika rata-rata hanya berada pada nilai 27,51 dalam skala 0-100.

Lebih lanjut, Niken juga menuturkan, kondisi kegawatdaruratan ini belum juga beranjak sejak tahun 2000 silam. Data Indonesia Family Life Survey (IFLS) pada 2000, 2007 dan 2014 yang mewakili 83% populasi Indonesia juga menunjukkan kedaruratan bermatematika.

Kedaruratan terjadi karena jumlah responden yang memiliki kompetensi kurang sangat tinggi. Lebih dari 85% lulusan SD, 75% lulusan SMP, dan 55% lulusan SMU hanya mencapai tingkat kompetensi siswa di bawah kelas 2 SD. Hanya sedikit saja yang memiliki tingkat kompetensi di atas kelas 4 dan 5 SD.

“Survey IFLS ini menunjukkan kemunduran kompetensi siswa secara akut. Kita tidak boleh mengabaikan temuan-temuan ini jika ingin bangsa Indonesia lebih baik, tidak bangkrut atau bubar karena kualitas SDM bangsa ini dari tahun ke tahun mengalami penurunan signifikan,” kata Presidium Gernas Tastaka, Ahmad Rizali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Peserta Seleksi P3K Keluhkan Materi Sulit, Nadiem: Soal Disusun Guru

Mendikbudristek menyatakan, materi seleksi seleksi P3K Guru tahap I yang dikeluhkan sulit oleh peserta sebetulnya disusun oleh para guru

NASIONAL | 23 September 2021

Korban Mafia Tanah Kecewa Saat Salah Cegat Rombongan Presiden Jokowi

Unjuk rasa dan rencana mencegat rombongan Presiden Jokowi itu dilakukan Guru Besar IPB karena ingin ada kepastian terhadap kasus perampasan tanah miliknya.

NASIONAL | 23 September 2021

Satgas Harap PON Papua Tak Jadi Sumber Penularan Covid-19

Satgas berharap PON XX Papua tidak menjadi sumber penularan Covid-19, salah satunya adalah dengan memitigasi risiko penularan Covid-19

NASIONAL | 23 September 2021

Polisi Periksa 18 Saksi Terkait Kasus Napoleon Aniaya Muhammad Kace

Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang kasus penganiayaan itu.

NASIONAL | 23 September 2021

Effendi Simbolon Nilai Labelisasi Teroris yang Dilakukan Mahfud MD Keliru

Anggota Komisi I DPR dari PDIP, Effendi Simbolon menilai labelisasi teroris gerakan referendum Papua yang dilakukan Menko Polhukam Mahfud MD hal yang keliru.

NASIONAL | 23 September 2021

Kemendikbudristek-DPR Bersepakat Tunda Pengumuman Hasil Seleksi P3K Guru

Kemendikbudristek dan Komisi X bersepakat menunda pengumuman hasil seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) Guru tahap I

NASIONAL | 23 September 2021

Gubernur Kaltim Sambut Baik Pembangunan Tangki Timbun dan Terminal BBM

Pembangunan tangki timbun dan terminal BBM di wilayah Tanjung Sembilang dalam memperkuat ketahanan energi nasional di Kaltim.

NASIONAL | 23 September 2021

Kepada Jokowi, Pelajar di Cilacap Minta Keluarganya Juga Divaksin

Selain meninjau, Presiden Jokowi turut menyapa para peserta vaksinasi di sejumlah lokasi di seluruh Indonesia melalui konferensi video.

NASIONAL | 23 September 2021

Napoleon Aniaya Muhammad Kace, Propam Telusuri Dugaan Kelalaian Penjaga Tahanan

Propam Polri sedang menelusuri dugaan kelalaian petugas penjaga tahanan terkait kasus dugaan penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kace.

NASIONAL | 23 September 2021

Pemerintah Siapkan Peta Jalan Jadi Pusat Peradaban Maritim Dunia

Pada 2025, periode rencana jangka panjang pembangunan nasional yang pertama akan berakhir.

NASIONAL | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Tukul Arwana


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman



TERKINI
IKA PMII Harap Muktamar Ke-34 NU Pertimbangkan Kondisi Objektif Bangsa

IKA PMII Harap Muktamar Ke-34 NU Pertimbangkan Kondisi Objektif Bangsa

POLITIK | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings