Gagalkan Aksi Teror di Lamongan, Bripka Andreas Diberi Penghargaan

Gagalkan Aksi Teror di Lamongan, Bripka Andreas Diberi Penghargaan
Bupati Lamongan Fadeli (kedua kiri), didampingi Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung (kiri) dan Dandim 0812 Lamongan Letkol Arh. Sukma Yudha Wibawa (kanan) menjenguk Bripka Andreas pascamenjalani operasi mata kanannya di RSU Bhayangkara Surabaya, 22 November 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Aries Sudiono )
Aries Sudiono / FMB Jumat, 30 November 2018 | 15:20 WIB

Surabaya - Keberanian Bripka Andreas Dwi Anggoro, Anggota Satlantas Polres Lamongan, Jatim dalam mengejar, melawan dan menangkap dua orang terduga teroris pascaperistiwa penyerangan Pos Polisi di depan Wisata Bahari Lamongan (WBL) di pantai utara (Pantura) Jatim, diberikan piagam tanda penghargaan dari institusi Polri, Jumat (30/11).

Selain tanda penghargaan yang disampaikan melalui Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan disaksikan Wakapolda Brigjen Pol Toni Harmanto di Gedung Mahameru Mapolda Jatim itu, juga diusulkan kenaikan pangkat istimewa menjadi Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda).

“Penghargan ini diberikan berkat jasa Bripka Andreas yang menggagalkan upaya teror dua orang jaringan radikal kendati mata kanannya terkena tembakan kelereng sehingga harus menjalani operasi. Penghargaan ini sebagai apresiasi atas upaya Bripka Andreas yang tidak hanya melawan pelaku penyerangan pos polisi, tetapi juga berhasil mengejar dan menangkap kedua pelaku,” ujar Irjen Pol Luki Hermawan sebelum menyerahkan surat tanda penghargaan kepada Bripka Andreas yang mata kanannya masih diperban karena belum bisa melihat dengan normal kembali.

Lebih lanjut Kapolda menegaskan, bahwa tindakan berani Bripka Andreas patut diapresiasi mengingat ketika menangkap kedua pelaku, keadaanya sudah dalam keadaan terluka. Namun hal itu tidak mengendurkan semangatnya untuk mengejar dan menangkap dan mengamankan kedua pelaku yang melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. “Polda Jatim berjanji akan menanggung biaya pengobatan mata kanan Bripka Andreas sampai sembuh. Bahkan jika pengobatannya harus dilakukan ke luar negeri, Polda Jatim tetap akan menanggungnya,” ujar Kapolda yang pernah menjabat Kasat Intel Polres Malang Kota itu.

Sebagaimana diberitakan, Selasa (20/11) sekitar pukul 01.30 WIB, Pos Polisi di WBL diteror dengan lemparan batu kali oleh dua orang pelaku, yang belakanganm diketahui bernama Eko Ristanto (35), pecatan Bintara Polisi Sidoarjo warga Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo dan Sah (17) pekerja buruh pelabuhan warga Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Akibatnya, kaca depan pos polisi itu pecah dan Bripka Andreas yang berada dalam pos langsung mengejar dengan motor.

Eko yang dibonceng Sah, mengadang di Pasar Blimbing. Lalu mengeluarkan ketapel dengan biji kelereng dan ‘menembakkannya’ ke arah Bripka Andreas. Mata kanan polisi itu terkena tembakan kelereng dan mengucurkan darah segar. Kedua pelaku yang coba melarikan diri namun berhasil ditangkap bersama warga masyarakat setelah Bripka Andreas menabrakkan motornya. Pelaku diamankan di Polsek Brondong, kemudian dipindahkan ke Mapolres Lamongan. Selang dua hari kemudian mereka berdua diambil alih penanganannya oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri karena mereka ternyata anggota jaringan kelompok radikal.



Sumber: Suara Pembaruan