Sungai Batanghari Semakin Dangkal, Ancaman Banjir Semakin Tinggi

Sungai Batanghari Semakin Dangkal, Ancaman Banjir Semakin Tinggi
Perumahan Namura di Jambi yang diterjang banjir sejak Senin (3/12) malam masih terendam hingga Selasa (4/12) siang. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / FMB Kamis, 6 Desember 2018 | 14:25 WIB

Jambi - Sedikitnya 19 lokasi permukiman di enam kecamatan di Kota Jambi masih rawan banjir bandang seperti kejadian dua pekan terakhir. Ancaman banjir bandang di Kota Jambi semakin tinggi akibat pendangkalan sembilan anak Sungai Batanghari di Kota Jambi. Pendangkalan anak-anak sungai di kota itu membuat air hujan tidak mengalir ke Sungai Batanghari, tetapi meluap ke permukiman warga yang berada di dataran rendah dan pinggir sungai.

Pantauan SP di Kota Jambi, Kamis (6/12), lokasi permukiman penduduk yang rawan banjir bandang setiap hujan lebat turun, yakni Perumahan Namura Indah, Kembar Lestari I, Kembar Lestari II, Bougenville dan Aur Duri. Semua perumahan itu berada di daerah aliran Sungai Pematangsulur, Kecamatan Alam Barajo dan Telanaipura.

Lokasi permukiman rawan banjir bandang lainnya, yakni di kawasan Kenali Asam Bawah, Kotabaru Jambi, Keluruhan Beringin, Kecamatan Pasar dan sebagian wilayah Kelurahan Palmerah, Jambi Selatan, Kota Jambi.

Anto Saragih (40), warga Perumahan Namura Indah, Alam Barajo, Kota Jambi menjelaskan, setiap hujan lebat, perumahan mereka yang dibelah anak sungai Pematangsulur selalu dilanda banjir bandang. Air sungai di tengah perumahan cepat meluap dan menggenangi rumah warga jika hujan lebat turun karena air sungai tidak mengalir lancar ke Sungai Batanghari.

“Air Sungai Pematangsulur selalu meluap karena terjadinya pendangkalan dan penyempitan sungai. Sampai sekarang belum ada penanganan masalah banjir akibat pendangkalan dan penyempitan sungai ini. Akibatnya rumah kami selalu dilanda banjir setiap hujan lebat,”katanya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Jambi, Yunius membenarkan bahwa banjir yang semakin sering melanda belasan permukiman di Kota Jambi disebabkan pendangkalan dan penyempitan sungai. Pendangkalan dan penyempitan anak-anak sungai di Kota Jambi dipengaruhi banyaknya pembangunan permukiman di daerah dataran rendah dan pinggir sungai.

Sebanyak sembilan anak Sungai Batanghari di Kota Jambi, lanjut Yunius mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga anak sungai kurang berfungsi mengalirkan luapan air hujan dari dataran tinggi Kota Jambi ke Sungai Batanghari. Anak-anak sungai yang mengalami pendangkalan tersebut, antara lain Sungai Pematangsulur, Sungaiasam, Kenali Kecil, Sungaiputri, Sungaikambang, Sungaitembuku dan Sungaiselincah.

Dijelaskan, untuk mengatasi banjir akibat penangkalan anak-anak sungai di kota itu, Dinas PUPR Kota Jambi akan membangun kolam retensi atau resapan air di kawasan hilir anak-anak sungai tersebut. Kolam retensi tersebut diharapkan bisa menjadi daerah penampungan air bila hujan lebat turun.

“Kolam retensi tersebut akan menampung luapan air dari anak-anak sungai di Kota Jambi. Dengan demikian luapan anak-anak sungai tidak menyebabkan banjir bandang ke permukiman warga,” kata dia.

Menurut Yunius, pihaknya sudah merencanakan pembangunan beberapa kolam retensi untuk mengatasi banjir di Kota Jambi. Tahap pertama pembangunan kolam retensi tersebut tahun depan, yaitu pembebasan lahan. Pembebasan lahan menggunakan Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi. Sedangkan pembangunan kolam retensi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) melalui proyek penanganan sungai Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi.

Secara terpisah, Wakil Wali Kota Jambi, Maulana ketika meninjau banjir di Perumahan Kembar Lestari Kota Jambi mengatakan, pihaknya akan segera mengatasi kerawanan banjir di 19 lokasi permukiman di Kota Jambi.

“Selain pembangunan kolam retensi, Pemkot Jambi juga akan melakukan normalisasi sungai dan perbaikan drainase. Kemudian kami juga mengimbau warga Kota Jambi tidak lagi membuang sampah, material bangunan dan limbah padat lainnya ke drainase dan anak-anak sungai,”ujarnya.

Sementara pantauan SP di Perumahan Namura Indah, Alam Barajo, Kota Jambi, warga yang sempat mengungsi akibat banjir sudah kembali. Mereka kembali karena banjir sudah surut dan jalan permukiman sudah bisa dilalui. Warga sebagian besar masih membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE