Wawan Diduga Suap Kalapas Sukamiskin untuk Kencan dengan Artis di Hotel

Wawan Diduga Suap Kalapas Sukamiskin untuk Kencan dengan Artis di Hotel
Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) ( Foto: istimewa / Istimewa )
Fana Suparman / MPA Kamis, 6 Desember 2018 | 16:35 WIB

 

Jakarta-Narapidana kasus korupsi, Tubagus Chaeri Whardana alias Wawan diduga menyuap Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen untuk menginap bersama seorang wanita di Hotel daerah Bandung, Jawa Barat. Wawan diduga menginap bersama seorang artis di Hotel Mercure Bandung pada 16 Juli 2018.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pembera‎ntasan Korupsi (KPK) M Takdir Suhan membenarkan hal tersebut dan sesuai dengan surat dakwaan terhadap Wahid Husen. Namun, dalam surat dakwaan Wahid Husen, Jaksa KPK tidak menyebut identitas artis yang diduga menginap di hotel bersama Wawan yang merupakan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Takdir menjelaskan, identitas artis itu tidak disebutkan lantaran dinilai tidak ada kaitannya dengan dakwaan terhadap Wahid Husen.

"Iya (artis) pokoknya sesuai surat dakwaan. Nggak disebut (di dakwaan), soalnya enggak kaitan dengan Wahid. Hanya diperhalus (artisnya) teman wanita Wawan," kata Jaksa Takdir saat dikonfirmasi, Kamis (6/12).

Dalam surat dakwaan Wahid Husen dipaparkan, Wahid menerima uang sebesar Rp 63 juta dari Wawan. Uang suap tersebut diberikan Wawan kepada Wahid Husen agar dimudahkan mendapat izin keluar masuk Lapas beberapa kali.

Dibeberkan, pada 5 Juli 2018 Wawan mendapat izin bentuk Izin Luar Biasa (ILB) dengan alasan mengunjungi ibunya yang sedang sakit di Serang. Padahal Wahid mengetahui izin keluar dari Lapas tersebut sengaja disalahgunakan oleh Wawan untuk pergi menginap di Hotel Hilton Bandung selama 2 hari.

Selain itu, Wahid Husen juga memberikan kemudahan dalam pemberian izin berobat ke rumah sakit pada tanggal 16 Juli 2018 dengan alasan berobat di sebuah rumah sakit di Karawang. Padahal, Wahid mengetahui izin tersebut disalahgunakan oleh Wawan untuk menginap di luar lapas.

Saat itu, Wawan dibawa keluar Lapas Sukamiskin ‎menggunakan ambulans yang disupiri oleh Staf Keperawatan lapas, Ficky Fikri. Namun, bukan ke rumah sakit di Karawang, mobil ambulans itu hanya mengantar Wawan hingga parkiran Rumah Sakit Hermina, Bandung. Setibanya di parkiran rumah sakit itu, Wawan ke pindah mobil lain yang sudah menunggunya. Dengan mobil yang dikendarai Ari Arifin selaku orang kepercayaannya tersebut, Wawan menuju rumah milik kakaknya, mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah alias Atut.

Wawan dan Ari Arifin melanjutkan perjalanan ke Hotel Grand Mercure Bandung. Wawan kemudian menginap di hotel tersebut bersama teman wanitanya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Wahid Husen dan anak buahnya Hendry Saputra telah menerima suap dari tiga narapidana kasus korupsi, yakni Fahmi Dharmawansyah, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, serta Fuad Amin Imron. Suap itu diberikan ketiga narapidana kepada Wahid melalui Hendry agar mendapat fasilitas mewah selama mereka mendekam di Lapas Sukamiskin.

Wahid Husen didakwa menerima satu unit mobil jenis Double Cabin 4x4 merk Mitsubishi Triton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merk Kenzo, satu tas clutch bag merk Louis Vuitton dan uang senilai Rp 39,5 juta dari Fahmi Darmawansyah. Dari Wawan, Wahid menerima uang sejumlah Rp 63,39 juta, dan dari Fuad Amin, Wahid menerima uang sebesar Rp 71 juta dan mendapatkan fasilitas peminjaman mobil ‎serta penginapan di Hotel Ciputra Surabaya



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE