'Disertasi', 'Halaman', dan 'Ujian' Jadi Kode Suap Bupati Jepara

'Disertasi', 'Halaman', dan 'Ujian' Jadi Kode Suap Bupati Jepara
Bupati Jepara Ahmad Marzuki. ( Foto: istimewa )
Fana Suparman / WM Kamis, 6 Desember 2018 | 22:33 WIB

 

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang Lasito sebagai tersangka kasus dugaan suap putusan atas praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana partai politik. Dalam kasus ini, Ahmad Marzuqi diduga menyuap Lasito sekitar Rp 700 juta agar gugatan praperadilan yang diajukan Marzuqi atas penetapannya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng).

KPK mengidentifikasi sandi yang digunakan Marzuqi dan Lasito dalam memuluskan transaksi suap tersebut. Sandi-sandi itu, yakni 'ujian', 'disertasi', dan 'halaman'.

"Dalam transaksi tersebut sandi yang teridentifikasi digunakan dalam kasus ini adalah ujian, kemudian disertasi, dan halaman," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12).

"Jadi seribu halaman, disertasinya akan diantar pada saat ujian. Kira-kira gitu kata-katanya," tambah Basaria.

Basaria mengatakan uang yang diserahkan Marzuqi dalam mata uang rupiah sebesar Rp500 juta dan dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) setara Rp 200 juta. Uang suap tersebut dibungkus dalam kotak bandeng presto. Transaksi suap ini dilakukan di rumah Lasito, di Solo, Jawa Tengah.

"Diduga uang diserahkan ke rumah Las (Lasito) di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE