Polda Banten Naik Status ke Tipe A

Polda Banten Naik Status ke Tipe A
Personel polisi anti huru hara berbaris dalam simulasi Pengamanan Pemilu 2014 di Mapolda Banten, Serang, Jumat (7/2). ( Foto: Antara / Asep Fathulrahman )
Laurens Dami / HA Kamis, 6 Desember 2018 | 22:29 WIB

Serang - Status Kepolisian Daerah (Polda) Banten yang sebelumnya bertipe B dinaikkan menjadi Polda Tipe A. Kenaikan dari Tipe B ke Tipe A tersebut mengacu pada Keputusan Kapolri No. Kep. 1795. XI 2018 Tentang Perubahan Tipe Polda Banten dari Polda Tipe B menjadi Polda Tipe A.

Dalam Keputusan Kapolri tersebut ditegaskan bahwa daerah hukum Polda Banten meliputi seluruh wilayah administrasi pemerintahan daerah Provinsi Banten kecuali Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Upacara penetapan kenaikan status tersebut dilakukan di halaman Mapolda Banten, dengan Inspektur Upacara Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral (Pol) Tito Karnavian.

Tito dalam amanatnya mengatakan perubahan tipe ini merupakan acara monumental dan penting, bukan hanya bagi Polda Banten tapi juga bagi pemerintah provinsi dan masyarakat Banten.

Kapolri menjelaskan bahwa perjalanan Polda Banten cukup unik dan panjang. Sebelumnya Polda Banten hanya merupakan satu karesidenan berupa Kepolisian Wilayah (Polwil) di bawah Polda Jawa Barat. Kemudian setelah Banten berkembang menjadi provinsi, tipenya naik menjadi Polda tipe C yang dipimpin oleh seorang Komisaris Besar (Kombes). Pada saat itu, Tito menjabat sebagai Kapolres Serang dengat pangkat AKBP tahun 2005. Kemudian dalam perjalanannya dari tipe C mengalami naik ke tipe B, dan tahun ini menjadi tipe A.

“Sekarang tinggal tunggu Kapolda Banten naik pangkat menjadi Inspektur Jendral (Irjen) Pol. atau bintang dua dulu, (kemudian) Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan sepenuhnya diserahkan kepada Polda Banten,” ujar Tito.

Kapolri menjelaskan, ada tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) dan Markas Besar (Mabes) Polri yang melakukan pengkajian perkembangan Provinsi Banten yang luar biasa, dengan jumlah penduduk sekitar 12 juta jiwa serta pembangunan infrastruktur, industri, dan pariwisata yang sangat pesat.

Maka tim memutuskan menaikkan status Polda Banten menjadi tipe A. Dengan kenaikan tipe ini, maka harus ditindaklanjuti oleh Polda dan Mabes bersama-sama untuk melakukan penguatan personel, organisasi, dan struktur sehingga Polda Banten betul-betul layak mendapat tipe A.

“Jangan sampai Poldanya tipe A tapi personel, organisasi dan struktur masih tipe B. Ada kisi-kisi yang harus dipenuhi. Oleh karena itu kita follow up bersama. Saya minta Kapolda dan jajarannya bekerjasama dengan Mabes Polri, terutama dengan para asisten dari Mabes Polri, saya tugaskan melakukan penguatan baik organisasi maupun sarana dan prasarana, personel, keuangan dan lain-lain hingga betul-betul layak menjadi Polda tipe A,” ujar Tito.

Kajian ini bersifat sangat terbuka dan harus diketahui tokoh masyarakat, dan harus menerima aspirasi masyarakat termasuk gubernur dalam rangka mewujudkan Polda ini menjadi Polda tipe A sepenuhnya, ujarnya.

“Saya tidak ingin kenaikan tipe Polda ini sekadar menyenangkan para pejabat, para anggota saja, tapi dirasakan juga oleh segenap masyarakat Banten, serta harus ada perubahan kenaikan kualitas dalam pelayanan masyarakat. Harus lebih baik hingga kondusifitas Banten yang tetap terjaga saat ini,” tegas Tito.

Tito mengingatkan jajaran Polda Banten agar bekerja keras untuk membangun kerja sama yang lebih baik lagi dengan Pemprov, DPRD Banten, TNI segenap stakeholder dan mitra-mitranya.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dinaikkannya tipe Polda Banten dari sebelumnya Polda tipe B menjadi tipe A. Menurutnya, hal ini diyakini akan berdampak positif pada berbagai hal khususnya dalam cakupan pelayanan terhadap masyarakat Banten yang lebih luas.

“Artinya semakin banyak masyarakat yang bisa dilayani dan dijamin kaitan Kamtibmas-nya, dan kekuatannya pun akan semakin besar karena ada penambahan personel, sarana prasarana serta struktur organisasinya,” ujar Wahidin.

Gubernur berharap, masyarakat Banten dapat menyambut baik perubahan tipe ini karena tujuannya semata-mata agar pelayanan masyarakat dapat lebih maksimal dilakukan oleh Polda Banten.

“Dan saya optimis, perubahan tipe ini juga bisa berdampak positif pada program pembangunan yang dilakukan pemerintah, khususnya Pemprov Banten agar lebih lancar dan efektif,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Provinsi Banten, pada kepala daerah tingkat kabupaten/kota se-Banten, serta tokoh masyarakat lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE