Uskup Jayapura Sebutkan Pelaku Kekerasan di Nduga, Papua Berdarah Dingin

Uskup Jayapura Sebutkan Pelaku Kekerasan di Nduga, Papua Berdarah Dingin
Jenazah korban penembakan KKB di Papua, Sertu Handoko tiba di Bandar Udara Dominie Eduard Osok, Sorong, Papua Barat, Kamis (6/12).
Robert Isidorus / JEM Jumat, 7 Desember 2018 | 15:02 WIB

Jayapura - Uskup Jayapura menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kejadian kekerasan yang mengakibatkan belasan orang meninggal dunia di Nduga, Papua.

“Sungguh memprihatinkan. Berapa pun jumlah korban, peristiwa ini sungguh mengejutkan dan merupakan tragedi kemanusiaan yang pelakunya adalah orang berdarah dingin,” kata Uskup Leo Laba Ladjar dalam rilis yang diterima SP di Jayapura, Jumat (7/12) pagi.

Leo menyayangkan apalagi kalau pelakunya adalah orang-orang yang mungkin sudah terdaftar dalam gereja tertentu sebagai pengikut dan murid Yesus Kristus. “Iman Kristianinya (pelaku), kalaupun ada, hanyalah menjadi celaan dan bahan olok-olokan,” katanya.

Leo mengaku sedih karena peristiwa ini terjadi justru pada masa Adven, yaitu masa persiapan menyongsong hari raya Natal 25 Desember, yang sudah dimulai 2 Desember 2018.

“Suasana Natal sudah terasa. Ada yang sudah tidak sabar lagi untuk melantunkan lagu-lagu Natal. Tapi kita masih disuguhi peristiwa kekerasan yang terus berulang di Tanah Papua. Ini harus dihentikan,” kata Leo.

Tragedi kemanusiaan ini, katanya, telah menimbulkan pertanyaan, pekabaran Injil masuk ke mana?. “Masuk ke dalam hati dan mengubah hati serta perilaku atau kandas di pohon dan batu-batu?,” katanya.

Leo mengatakan, peristiwa kekerasan di Nduga merupakan tantangan bagi para pemberita Injil dan gereja-gereja agar tidak berpuas diri dengan mengatakan bahwa “kami sudah mayoritas di tanah ini”.

“Patut dicamkan bahwa mayoritas tidak ada artinya, kalau mereka yang mengaku Kristiani tidak menjadi pembawa Damai Natal sekaligus tidak menjadi garam dan terang dalam masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan kepada wartawan, Jumat pagi, hasil penyisiran aparat gabungan TNI-Polri di Distrik Yigi dan Distrik Mbua, telah menemukan 16 jenazah korban meninggal dunia, 9 jenazah sudah dievakuasi ke Timika.

“Proses identifikasi dan autopsi jenazan dilakukan di Rumah Sakit Charitas Timika,” katanya.

Selain korban tewas, sudah dievakuasi juga 21 orang orang selamat, terdiri dari 7 orang karyawan Istaka Karya, 12 pekerja bangunan, dan serang pekerja tower Telkomsel.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE