Setiap Tahun, Areal Persawahan Terus Berkurang

Setiap Tahun, Areal Persawahan Terus Berkurang
Sawah. ( Foto: Antara )
Ridho Syukro / FER Jumat, 7 Desember 2018 | 18:39 WIB

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan, setiap tahunnya areal persawahan diprediksikan terus berkurang karena alih fungsi lahan. Di sisi lain, program cetak sawah yang dilaksanakan Kementerian Pertanian (Kemtan) belum mampu mengatasinya.

BPN menegaskan, untuk mencegah pengurangan lahan memang tidak bisa dilakukan dengan program cetak sawah semata. Bahkan, diperkirakan tahun depan lahan sawah di Indonesia bisa berkurang lagi sampai 1,4 juta hektar (Ha).

Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Tanah Pertanian Kementerian ATR/BPN, Vevin S Ardiwijaya mengatakan, pengurangan yang cukup signifikan tersebut dikarenakan banyak lahan sawah yang ternyata sudah memiliki izin alih fungsi. Ada yang berubah menjadi mal dan ada yang menjadi bangunan lain.

"Idealnya memang tiap tahun dicek terus. Alih fungsi ini kan kencang sekali untuk lahan pertanian," ujar dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Jumat (7/12).

Ke depan Kementerian ATR/BPN tengah fokus menggarap rancangan peraturan presiden guna mempersulit alih fungsi lahan. Pertama, untuk bisa efektif berproduksi, cetak sawah memerlukan waktu yang sangat lama. Di mana lahan sawah baru tersebut diperkirakan baru bisa berfungsi dalam jangka waktu 5 tahun hingga 10 tahun ke depan.

Kemtan mengklaim program cetak sawah mampu menghasilkan sekitar 60.000 hektar sawah baru tiap tahunnya. Program yang dimulai dari tahun 2013 ini, jika dikalkukasi artinya sudah mampu menghasilkan sebanyak 300.000 hektar dalam 5 tahun terakhir. Namun, realisasinya ternyata sangat sulit.

Di sisi lain, banyak juga ditemukan sawah-sawah baru dari program cetak sawah yang posisinya tidak strategis karena jauh dari masyarakat, di mana sawah sudah tercetak, namun tidak ada petani yang menggarap.

Sementara itu, Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan BPS, Hermanto bin Ashari Prawito menyebutkan, berkurangnya luas baku lahan pertanian sejatinya telah terkonfirmasi dari data yang sudah dirilis pemerintah.

Data yang didapat juga menggunakan citra satelit, menyimpulkan semakin berkurangnya areal persawahan. Diharapkan tidak ada pihak yang menggunakan data, diluar data nasional tersebut.

"Iya, bisa dilihat. Artinya, per tahun ada lahan pertanian yang hilang. Itu bisa dilihat dari data nasional," ujar Hermanto.



Sumber: Investor Daily
CLOSE