Kolaborasi Demi Solusi Pembiayaan Pengendalian Perubahan Iklim
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Kolaborasi Demi Solusi Pembiayaan Pengendalian Perubahan Iklim

Rabu, 12 Desember 2018 | 06:42 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Katowice - Aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim butuh dukungan pembiayaan yang memadai. Kolaborasi pemerintah, investor, dan organisasi masyarakat sipil bisa menjadi solusi. Demikian terungkap saat diskusi panel di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim (COP UNFCCC) ke- 24 di Katowice, Polandia, Senin (10/12) waktu setempat.

Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kantor Menteri Koodinator bidang Perekonomian Prabianto Mukti Prabowo menyatakan, Indonesia mengembangkan skema perhutanan sosial sebagai salah satu upaya pengendalian perubahan iklim. Melalui skema ini, masyarakat diberi akses untuk memanfaatkan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Pengembangan perhutanan sosial sekaligus juga menjadi jembatan masyarakat di sekitar hutan untuk memperoleh kesejahteraan.

“Tersedianya akses legal kepada sumber daya hutan berarti membuka peluang beragam usaha dan meningkatkan ketahanan pangan. Ini bisa mengurangi sensitivitas rakyat terhadap dampak buruk perubahan iklim,” kata Prabianto.

Prabianto menuturkan, pengembangan perhutanan sosial butuh dukungan pembiayaan. Salah satu potensi yang sedang digali pemerintah adalah penerbitan surat utang hijau (green bonds). Dana yang diperoleh kemudian dikucurkan dengan pola pembiayaan terpadu (blended financing) yang melibatkan dana publik atau dana investasi langsung.

Green bonds menjanjikan nilai pengembalian investasi yang menguntungkan bagi investor dan berdampak positif bagi lingkungan. Ujungnya adalah stabilitas finansial secara nasional,” ucapnya.

Untuk diketahui, Indonesia sudah menerbitkan surat utang hijau syariah (green sukuk) senilai 1,2 miliar dolar AS. Penerbitan ini diklaim sebagai sukuk hijau negara pertama di dunia dengan investor yang tersebar di seluruh dunia, yaitu 32% pasar negara-negara Islam, 25% pasar Asia, 15% Uni Eropa, 18% Amerika Serikat, dan 10% Indonesia.

Diperkirakan kebutuhan pembiayaan untuk aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim tahun 2015-2020 mencapai Rp 1.065 triliun atau Rp 213 triliun per tahun. Sedangkan dana yang dialokasikan untuk aksi mitigasi dan adaptasi 2015-2019, adalah Rp 728 triliun.

Sementara, Direktur Eksekutif Yayasan Belantara Sri Mariati menuturkan, pihaknya mengembangkan jejaring yang melibatkan pemerintah, swasta dan organisasi sipil untuk membiayai aktivitas pengendalian perubahan iklim. Terhadap pendanaan yang tersedia, Yayasan Belantara juga mendorong sebagian pendanaan untuk ditempatkan pada dana abadi.

Cici, demikian panggilan akrab Sri Mariati, mengatakan, sejumlah proyek yang dijalankan saat ini memanfaatkan pendanaan kolaborasi dari jejaring yang dibangun. “Salah satunya adalah pengembangan ekowisata Sembilang di Sumatera Selatan. Pengunjung bisa memanfaatkan kapal wisata untuk mendatangi Taman Nasional Sembilang,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati Riki Frindos mengemukakan pendanaan untuk aktvitas pengendalian perubahan iklim juga bisa diperoleh dari pasar uang. Dia menuturkan, pada tahun 2009 pihaknya mengembangkan Indeks SRI-Kehati yang merupakan kerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati).

Riki menjelaskan, Indeks SRI-Kehati dimaksudkan untuk memberikan pedoman berinvestasi di pasar modal dengan benchmark memuat kriteria emiten yang memiliki kinerja baik dan kesadarannya terhadap pelestarian lingkungan dan sosial.

“Indeks SRI-Kehati juga menjadi indeks hijau (green index) pertama di Asia dan masih satu-satunya di Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan sarana bagi pengusaha untuk menyelamatkan bumi,” ucapnya.

Sementara itu, Senior Policy and Technical Advisor for the Climate and Forest UNDP (Badan PBB tentang Pembangunan) Danae Maniatis juga menekankan pentingnya kolaborasi di antara semua aktor dalam pengendalian perubahan iklim. *



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Datangi Dewan Pers, Aktivis 98 Kecam Pernyataan Prabowo

Aktivis 98 tergabung dalam Rumah Gerakan 98 mendatangi Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (11/12). Aktivis mengecam pernyataan capres Prabowo Subianto.

NASIONAL | 12 Desember 2018

Bupati Morotai Raih Penghargaan dari Kemenkumham

Kemenkumham menganugerahi Bupati Morotai Benny Laos sebagai Pembina Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia, belum lama ini.

NASIONAL | 12 Desember 2018

JK: Pemerintah Tak Akan Berdialog dengan KKB

Wapres Jusuf Kalla menilai pemerintah tak akan lagi berdialog dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua. Pemerintah telah memberi banyak hal untuk Papua.

NASIONAL | 12 Desember 2018

Warga Yigi dan Mbua Ternyata Berusaha Selamatkan Pekerja Istaka Karya

Pelaku penembakan pekerja PT Istaka Karya yang sedang menggarap Trans Papua diduga kuat bukan warga asli Yigi dan Mbua.

NASIONAL | 11 Desember 2018

Kementan Salurkan 1.430 Ekor Sapi Indukan ke Wilayah Sumatra

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyalurkan 1.430 ekor sapi indukan impor ke Sumatra.

NASIONAL | 11 Desember 2018

Teknologi Pacu Produktivitas Hutan

Teknologi terbaru juga banyak dimanfaatkan di tingkat tapak pada proses pembibitan, penanaman, pemanenan dan pengolahan hasil hutan.

NASIONAL | 11 Desember 2018

Ciptakan Program Inovatif, Klungkung Raih Penghargaan

Penghargaan ini tidak lepas dari kinerja dan kerja sama para organisasi perangkat daerah.

NASIONAL | 11 Desember 2018

Program Pemberdayaan UMKM Berkelanjutan Disambut Antusias

Peserta mendapatkan berbagai materi pelatihan kewirausahaan untuk mengembangkan usaha.

NASIONAL | 11 Desember 2018

Dirut PLN Jadi Saksi di Sidang Kasus Korupsi PLTU Riau-1

Dirut PLN Sofyan Basir bersaksi dalam sidang kasus korupsi pembangunan PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Selasa (11/12).

NASIONAL | 11 Desember 2018

BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Lebat Selama Sepekan

BMKG memperkirakan Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama sepekan.

NASIONAL | 11 Desember 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS