Ridwan Kamil Akan Aktifkan Kembali Tiga Jalur KA di Jabar

Ridwan Kamil Akan Aktifkan Kembali Tiga Jalur KA di Jabar
Ridwan Kamil. ( Foto: Antara )
/ CAH Jumat, 14 Desember 2018 | 07:00 WIB

Sukabumi - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengaktifkan kembali jalur kereta api yang dalam waktu dekat dicanangkan dan diresmikan awal pekerjaannya oleh Presiden RI Joko Widodo.

"Ada beberapa jalur KA yang akan diaktifkan kembali, ini untuk mendukung akses perhubungan dan pelayanan transportasi darat di Jabar agar masyarakat bisa dengan mudah bepergian," katanya saat di Sukabumi, Kamis (13/12).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menambahkan bahwa jalur KA yang diaktifkan lagi adalah jalur Jakarta-Bandung-Pangandaran, kemudian Jakarta-Bandung-Sumedang, Jakarta-Bandung-Ciwidey dan Jakarta-Bandung-Garut.

Selain itu, ia pun sudah mengusulkan ke pemerintah pusat kenapa aktivasi kembali jalur KA ini hanya yang buatan Belanda. Sehingga dirinya mengusulkan agar dibangun jalur KA sepanjang Selatan Jabar mulai dari Pangandaran hingga Tanjung Lesung, Banten.

Dengan adanya pembangunan itu, jalur KA ini akan melewati berbagai daerah di Jabar mulai dari Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan lainnya. Nantinya juga setiap stasiun akan dibangun kota wisata dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada.

"Pokoknya dalam lima tahun ke depan ini, Selatan Jabar akan kami sulap menjadi daerah juara lahir batin, sehingga pembangunan pun akan lebih merata tidak hanya di wilayah utara saja," tambahnya.

Emil bercerita dirinya pernah ke Perancis Selatan tahun lalu ke salah satu objek wisata yang sangat indah sekali. Ternyata sama dengan pantai-pantai yang ada di Selatan Jabar, namun di negara itu insfrastruktur jauh lebih baik dan canggih. Tapi untuk keindahannya tidak kalah dengan yang ada di Selatan Jabar.

Dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga tentunya harus didukung oleh insfrastruktur yang ada. Ini dilakukan saat dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung dengan melebarkan beberapa luas jalan yang ternyata di lokasi itu ekonomi menjadi hidup.



Sumber: ANTARA