"Jangan Takut Tinggal di Sulteng, Karena Ajal Bisa Menjemput Kita Dimana Saja," Kata Gubernur Longki

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memperhatikan jenis produk makanan yang ditampilkan para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam pesta wirausaha yang diinisiasi Komunitas Tangan Di Atas (TDA), di Taman GOR Palu, Sabtu, 15 Desember 2018 ( Foto: Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulteng )
Jeis Montesori / JEM Minggu, 16 Desember 2018 | 18:47 WIB

Palu – “Kita tidak perlu takut tinggal di Sulteng, karena seperti janji Allah SWT, kita mau ke mana larinya kalau ajal mau datang, di situ juga kita dapat ajal itu,” kata Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola kepada wartawan, di sela-sela kunjungannya ke pesta wirausaha yang diinisiasi Komunitas Tangan Di Atas (TDA), di Taman GOR Palu, Sabtu (15/12) sore.

Kalimat itu dilontarkan Longki untuk memberi kekuatan dan motivasi bagi warganya khususnya para pelaku usaha agar tetap bangkit dan berusaha keluar dari keterpurukan, menyusul bencana alam gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi yang telah menghancurluluhkan sendi-sendi perekonomian rakyat di daerah itu.

Longki mengaku salut dan bangga dengan para pelaku wirausaha tersebut yang tetap gigih mengembangkan usahanya, di tengah situasi yang sedang terpuruk akibat bencana alam yang menghantam daerah itu sangat parah, pada 28 September 2018.

"Apa yang dilakukan para wirausaha ini sangat luar biasa kreatif dan inovatif. Usaha ini sangat menggairahkan generasi muda untuk tetap berkarya dalam situasi terpuruk sekali pun. Saya sangat bangga karena ini dapat mengakomodasi para pelaku UKM (usaha kecil menengah) untuk bangkit kembali,” kata Longki, saat meninjau stan-stan di Pesta Wirausaha ke-3 diinisasi Komunitas TDA diikuti para UKM di Palu itu.

Kehadiran Longki sama sekali tidak diduga, sehingga tak ada kesiapan sama sekali dari para pelaku wirausaha untuk mengambut sang gubernur. Namun, Longki justru mengatakan, dirinya sengaja datang mendadak tanpa ada pemberitahuan, karena ingin melihat kondisi yang sebenarnya tanpa direkayasa.

“Saya sengaja datang ke sini secara on the spot untuk melihat secara langsung kegiatan ini. Kedatangan saya tidak ingin terlalu formal karena biasanya kalau ada kegiatan yang terlalu di atur atau formal, hasilnya juga tidak bagus,” kata Longki tersenyum.

Longki mengatakan pihaknya tengah berupaya menghubungkan para pelaku UKM tersebut dengan pihak perbankan agar mendapatkan dukungan permodalan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

Longki mengakui keadaan di daerahnya saat ini sangat terpuruk secara ekonomi khususnya di wilayah terdampak gempa Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala). Masyarakat kesulitan sumber-sumber mata pencaharian dan lapangan kerja sangat sulit.

Longki mengatakan, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) sudah menyatakan kesiapannya membantu penuh para pelaku usaha di Pasigala dalam hal modal kerja agar bisa secepatnya bangkit kembali dari keterpurukan yang ada.

Pada kesempatan itu, Longki kembali mengatakan bahwa daerah ini adalah rawan bencana gempa bumi, sehingga telah dibuat peta zona rawan bencana yang ke depannya akan menjadi acuan bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan.

Namun, katanya, masyarakat Sulteng tidak perlu berkecil hati, karena setiap daerah di Indonesia juga memiliki karakter dan ancaman bencana alamnya masing-masing.

“Kita tidak perlu takut tinggal di Sulteng, karena seperti janji Allah SWT, kita mau ke mana larinya kalau ajal mau datang, di situ juga kita dapat ajal itu,” kata Longki.

Pesta wirausaha itu sendiri menampilkan berbagai jenis produksi makanan dan jenis-jenis produksi lainnya  yang berkualitas yang sumber bahan bakunya berasal dari kekayaan sumber daya alam di daerah ini.



Sumber: Suara Pembaruan