Presiden Minta Aparat Serius Tangani Pembalakan Liar
INDEX

BISNIS-27 526.593 (1.29)   |   COMPOSITE 6140.17 (-13.29)   |   DBX 1202.23 (-7.31)   |   I-GRADE 182.055 (0.36)   |   IDX30 520.23 (0.55)   |   IDX80 139.249 (-0.07)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.25)   |   IDXESGL 143.85 (-0.09)   |   IDXG30 142.18 (0.55)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-0.21)   |   IDXQ30 148.957 (0.28)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-1.27)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.64)   |   IDXV30 138.219 (0.1)   |   INFOBANK15 1055.23 (2.97)   |   Investor33 446.478 (0.8)   |   ISSI 180.128 (-0.46)   |   JII 636.549 (-1.11)   |   JII70 222.134 (-0.73)   |   KOMPAS100 1238.45 (-1.22)   |   LQ45 966.883 (1.11)   |   MBX 1689.51 (-2.6)   |   MNC36 329.297 (0.28)   |   PEFINDO25 325.3 (-4.01)   |   SMInfra18 310.992 (1.65)   |   SRI-KEHATI 381.519 (0.76)   |  

Presiden Minta Aparat Serius Tangani Pembalakan Liar

Minggu, 16 Desember 2018 | 19:13 WIB
Oleh : YUD

Jambi - Presiden Joko Widodo meminta aparat keamanan serius dalam menangani pembalakan liar yang masih terjadi di Provinsi Jambi.

"Tolong ditertibkan Pak Kapolda, tidak ada pembiaran sudah," kata Presiden Joko Widodo di Taman Hutan Pinus Kenali, kota Jambi, Minggu (16/12).

Presiden menyampaikan hal itu dalam acara penyerahan surat keputusan (SK) Perhutanan Sosial. Hadir juga dalam acara tersebut Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar.

"Di semua provinsi masih ada (pembalakan liar). Itu tugasnya aparat hukum dan kepolisian," tambah Presiden.

Keluhan mengenai pembalakan hutan itu muncul dari salah satu petani di kabupaten Tebo bernama Zulkipli.

"Saya minta pembalak liar, cukong yang merajalela untuk ditindak Pak, jangan ada pembiaran," kata Zulkipli dalam dialog dengan Presiden dalam acara tersebut Zulkipli adalah pemimpin salah satu koperasi di kabupaten Tebo yang menerima 500 hektare perhutanan sosial yang selama ini ia tanami jengkol dan petai.

"Saya sudah berapa kali me-WA (mengirimkan whatsapp) ke ibu menteri karena saya punya WA ibu menteri (Siti Nurbaya)," tambah Zulkipli.

"Wah itu sudah bagus, bisa WA bu Menteri, tidak ada pembiaran," balas Presiden.

"Saya ini ketua petani Nasdem provinsi jambi, saya kan juga menjaga hutan," kata Zulkipli.

"Hooo, saya tidak tahu, hooo," ungkap Presiden.

"Saya sudah kirim surat ke Pak Kapolda, sudah saya surati Kapolres, sampai Mabes Polri tolong ditertibkan," tegas Zulkipli.

Zulkipli juga masih meminta tambahan lahan 2000 hektare perhutanan sosial yang rencananya akan ditanami manggis.

"Saya minta bibit manggis Pak, kok Sumbar (Sumatera Barat) bisa maju, Jambi kok tidak bisa? Saya minta 2.000 hektare hanya untuk manggis," tambah Zulkipli.

"Pak Zul benar, ekspor manggis tinggi sekali, Jepang minta, China minta, tinggi sekali tapi tidak tidak bisa mengirimkan manggis karena (memproduksi) sawit semua, padahal sangat bagus sekarang. Bu menteri cek dulu, cek lapangan ini koperasinya, kita senang beri (lahan) ke rakyat, tapi kalau ditelantarkan ya sudah," tegas Presiden.

Masalah pembalakan liar juga disampaikan oleh petani dari kabupaten Kerinci, Jambi bernama Abdul Haris yang menanam buah kepayang atau buah kluwuk yang lazim ditemukan di Pulau Jawa.

"Di lagu pun ada yang mengatakan mabuk kepayang, di zaman dulu di Jambi, sumber minyak sawit dan minyak kelapa sulit, jadi masyarakat jambi mengambil minyak kepayang untuk masak sayur, untuk mengurangi lemak, kalau bandingkan minyak sawit mungkin 10-15 kali lipat harganya tapi ketersediaan minyak kepayang sulit karena tidak ada yang mau tanam lagi," kata Abdul Haris.

Tapi ia meminta disediakan perahu untuk objek wisata alam agar dapat menjadi objek turisme seperti kegiatan mancing mania.

"Kami minta bantuan Rp1 juta-Rp2 juta per bulan untuk warga berpatroli hutan karena tidak sedikit yang menjarah hutan baik individu maupun pihak lain, memang kita sama-sama Indonesia tapi lain provinsi," kata Abdul Haris.

"Urusan jaga hutan ke bu menteri kehutanan, jangan ke saya," tambah Presiden.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

"Jangan Takut Tinggal di Sulteng, Karena Ajal Bisa Menjemput Kita Dimana Saja," Kata Gubernur Longki

Longki mengaku salut dan bangga dengan para pelaku wirausaha tersebut yang tetap gigih mengembangkan usahanya.

NASIONAL | 16 Desember 2018

Kondisi Bengawan Solo Hilir Masih Aman

Kondisi hilir Sungai Bengawan Solo masih dalam kondisi aman kendati terjadi kenaikan muka air akibat hujan.

NASIONAL | 16 Desember 2018

Ganjar: Waspadai Fitnah di Media Sosial

"Banyak hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini. Saat ini yang sudah terjadi adalah fitnah yang marak bermunculan di media sosial."

NASIONAL | 16 Desember 2018

ICW Nilai KPK Belum Optimal Tuntut Pencabutan Hak Politik Kepala Daerah Korup

Kepala daerah yang tersangkut korupsi seharusnya diperberat hukumannya karena jabatan yang melekat sangat berpengaruh pada pembangunan daerah.

NASIONAL | 16 Desember 2018

Anggota DPRD Jabar dari PDIP Apresiasi Program 100 Hari Ridwan-Uu

"Kami berharap program ke depan itu kesinambungannya bisa dilihat untuk lima tahun ke depan dalam RPJMD," ujar Ineu.

NASIONAL | 16 Desember 2018

Gempa 6,1 SR Guncang Keerom Papua

BMKG Jayapura menyebutkan gempa dengan kekuatan 6,1 skala richter (SR) mengguncang Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Minggu sekitar pukul 18.42 WIT.

NASIONAL | 16 Desember 2018

KPK Dinilai Belum Optimal Terapkan TPPU dan Rampas Aset Kepala Daerah Korup

"Artinya KPK sampai saat ini baru berupaya merampas aset koruptor sekitar 5 persen dari total uang yang dikorupsi," kata Wana Alamsyah.

NASIONAL | 16 Desember 2018

Presiden Bagikan SK Perhutanan Sosial 91.998 Hektare

SK Perhutanan Sosial di Jambi seluas 91.998 hektare tersebut dibagikan kepada 8.165 kepala keluarga.

NASIONAL | 16 Desember 2018

ICW: Hukuman Bagi Kepala Daerah Korup Masih Ringan

Masih maraknya korupsi yang dilakukan kepala daerah salah satunya karena rendahnya tuntutan dan hukuman terhadap kepala daerah yang melakukan tindakan korupsi.

NASIONAL | 16 Desember 2018

Beritasatu TV Deklarasikan "Penonton Cerdas Siaran Berkualitas"

Deklarasi "Penonton Cerdas Siaran Berkualitas" diharapkan bisa menyadarkan masyarakat untuk peduli terhadap sajian informasi berkualitas.

NASIONAL | 16 Desember 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS