Aksi Bela Uighur Teriak "2019 Ganti Presiden", Guntur Romli: Pengkhianatan terhadap Misi Kemanusiaan

Aksi Bela Uighur Teriak
Mohamad Guntur Romli ( Foto: PSI )
Yustinus Paat / WM Jumat, 21 Desember 2018 | 19:18 WIB

 

Jakarta - Ratusan orang yang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar China di Jakarta berteriak "2019 ganti presiden" saat menggelar aksi membela etnis minoritas Uighur pada Jumat (21/12). Menanggapi hal ini Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli merupakan pengkhianatan terhadap misi kemanusiaan.

"Kekerasan dan diskriminasi pada etnis minoritas Uighur adalah kebiadaban, tapi kebiadaban jenis lain dengan menunggangi penderitaan etnis Uighur dengan kepentingan politik kelompok tertentu. Ini pengkhianatan terhadap misi kemanusiaan yang harusnya netral dari kepentingan politis kelompok tertentu" kata Guntur Romli yang juga Caleg DPR PSI untuk Jatim III (Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi).

Menurut laki-laki yang dikenal sebagai aktivis muda NU ini, dengan meneriakkan "2019 Ganti Presiden" dalam aksi membela etnis Uighur sama saja telah menzalimi mereka dua kali.

"Muslim Uighur dizalimi dua kali. Pertama oleh Pemerintah Tiongkok dan kedua oleh mereka yang mengaku membelanya tapi sebenarnya menunggangi isu etnis Uighur untuk kepentingan politik mereka. Ini bertentangan dengan misi pembelaan kemanusiaan", kata dia.

Guntur juga mendesak pihak-pihak untuk melihat masalah etnis Uighur sebagai masalah kemanusiaan bukan konflik agama.

"Muslim dengan etnis Uighur adalah masalah kemanusiaan bukan masalah agama, karena muslim suku Hui di Tiongkok bisa hidup dengan damai, ini yang perlu dipahami dengan cermat oleh pihak-pihak yang ingin membelanya, tapi kalau sudah bawa isu etnis Uighur untuk kepentingan politik dalam negeri Indonesia, itu kelakuan yang jahat" katanya.



Sumber: BeritaSatu.com