PGI Serukan Umat Doa Bersama untuk Korban Tsunami Selat Sunda

PGI Serukan Umat Doa Bersama untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Foto udara kerusakan kawasan pesisir pantai Tanjung Lesung pascatsunami, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 23 Desember 2018. Terlihat sejumlah bagan nelayan dan kapal motor terseret hingga ke daratan. ( Foto: SusiAir )
Dina Manafe / WBP Senin, 24 Desember 2018 | 07:32 WIB

Jakarta - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas musibah tsunami Selat Sunda yang melanda Banten, Lampung, dan wilayah sekitarnya. PGI menyerukan kepada seluruh umat Kristen untuk mendoakan para korban.

"Kami memgimbau seluruh warga gereja di pelosok nusantara untuk mendoakan para korban terdampak," kata Majelis Pekerja Harian PGI, Pendeta Gumor Gultom, di Jakarta, Senin (24/12).

Gultom mengatakan, PGI berdoa bagi para korban agar segera mendapat pemulihan. Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan menghadapi masa-masa sulit ini.

PGI juga mengimbau warga gereja untuk mengulurkan bantuan. Dalam suasana Natal ini, umat Kristiani ditantang untuk mewujudnyatakan semangat kasih dengan berbagi kepada segenap warga yang kurang beruntung, terutama yang kini sedang dilanda musibah. "Dalam suasana Natal ini, sekali lagi saya mengimbau, mari kita bahu-membahu meringankan beban para korban," kata Gomar.

Ia mengatakan, Indonesia telah mengalami beberapa peristiwa tsunami yang menelan korban tidak sedikit. "Kita belum sepenuhnya pulih dari gempa Lombok, apalagi bencana dahsyat Sigi, Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah," kata dia.

Dari peristiwa ini, pemerintah perlu memperbaiki tsunami early warning system atau peringatan dini tsunami, selain meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang tinggal di daerah rawan.

Seluruh pihak semestinya belajar bahwa meski tsunami tidak dapat dicegah, dampak buruknya bisa dikurangi apabila mangrove dan hutan payau terpelihara baik di pantai-pantai. Sayangnya akibat ulah manusia seperti pencemaran, rekayasa pantai demi kepentingan wisata dan reklamasi, hutan-hutan mengrove semakin sirna.