Kelompok Ali Kalora Diperkirakan Tak Sampai 10 Orang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kelompok Ali Kalora Diperkirakan Tak Sampai 10 Orang

Jumat, 4 Januari 2019 | 03:15 WIB
Oleh : Robertus Wardi / HA

Jakarta - Pengamat intelijen dan terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Ridwan Habib mengemukakan‎ kekuatan kelompok Ali Kalora sangat kecil. Maksimal mereka hanya tujuh-delapan orang dan bergerilya dari satu tempat ke tempat yang lain.

"Mereka tidak pernah lama dalam satu tempat, hanya satu-dua hari dan memakan apa yang ada di situ. Ada lumbung padi mereka rampok, ada ketela mereka makan, dan sebagainya," kata Ridwan di Jakarta, Kamis (3/1).

Ia menjelaskan jika ada berita pemenggalan warga, barangkali warga ini melawan kelompok Ali Kalora. Pelawanan dilakukan karena warga bersangkutan marah atas hasil pertanian yang selalu dirampas oleh kelompok tersebut.

"Apa yang mereka lakukan bukan serangan terencana. Kalau terencana, mestinya mereka sudah siap dan melakukan aksi-aksi sadis seperti pemenggalan, karena kelompok ini kan memang untuk memberikan ketakutan pada masyarakat," jelas Ridwan.

Menurutnya, secara jalur organisasi, Mujahidin Indonesia Timur (MIT)‎ yang merupakan organisasi basis perjuangan Ali Kalora sudah terpisah dengan ‎induknya Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Hal itu seiring dengan kematian pimpinan MIT Santoso dua tahun lalu. Dengan kematian Santoso, maka Ali bersama MIT sudah tidak diakui lagi dalam struktur jaringan tersebut.

"‎Setelah kematian Santoso sudah tidak strategis membangun koidah‎ aminah di Poso. Maka yang ada sekarang adalah hanya simpatisan kecil. secara jaringan, mereka sudah tidak ada," tuturnya.

Dia menegaskan Ali bukan seorang kombatan ISIS dan bukan pula seorang ideolog, berbeda dengan Santoso yang bisa merakit bom dan seorang ideolog. Ali dan kelompoknya hanya mau menegakkan ego pribadi untuk sebuah pengakuan. Namun sesungguhnya, gerakan mereka sudah tidak dianggap oleh pimpinan induknya yang berada di JAD.

"Ini seperti menjaga ego saja. Bukan kombatan, bukan ideolog juga. Sudah tidak relevan dia berjuang. Sudah tidak relevan berjuang untuk khalifah. Ini hanya ego 7 orang saja karena pimpinan pusat sudah melupakan mereka," tegas Ridwan.

Magnet
Sementara itu pengamat terorisme dari Certified Counter Terrorism Practitioner (CCTP) Rakyan Adibrata mengemukakan untuk wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), hanya Ali yang masih bisa menjadi tokoh yang bisa menarik jihadis bergabung dengan MIT‎. Hal itu mengingat MIT merupakan satu-satunya kelompok pro ISIS di Indonesia yang memiliki wilayah operasi yang jelas.

Di sisi lain, wilayah Poso sangat cocok bagi kelompok Ali dalam beroperasi karena‎ memiliki hutan yang luas dan lebat.

"Terlalu luas untuk dilakukan penyekatan oleh aparat TNI dan Polri. Kemudian masih ada beberapa jihadis baru yang bergabung dengan MIT," kata Rakyan di Jakarta, Kamis (3/12).

Ia tidak yakin kelompok Ali ini akan mengganggu jalannya pemilu walaupun di level provinsi, karenajumlah mereka sangat sedikit.

Terkait upaya kontra radikalisasi dan deradikalisasi, dia berpandangan harus terus berjalan. Namun pemerintah harus secara tegas mengambil langkah serius seperti menutup total aplikasi Telegram di Indonesia. Alasannya hingga sekarang Telegram masih dipakai untuk komunikasi antar sesama jihadis.

"Pemerintah harus tegas soal ini, jika mau mempersempit ruang gerak teroris," tuturnya.

Sementara terkait‎ revisi UU Antiterorisme, dia menegakasn ada dua Peraturan Pemerintah dan dua Peraturan Presiden yang masih disusun oleh pemerintah sebagai turunan dari hasil revisi UU. Salah satunya adalah Perpres yang mengatur tentang peran TNI dalam penanggulangan terorisme. Perpres tersebut harus segera selesai agar memperjelas Standar Operasi (SOP) dan aturan kerjasama pelibatan.

"Bukan perbantuan tapi pelibatan. Konsep ini mungkin yang memakan waktu penyusunannya," tutup Rakyan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Realisasi PLTSa Butuh Niat Baik Kepala Daerah

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo, menyatakan kunci realisasi PLTSa ada pada niat baik kepala daerah.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Stabilitas Bidang Hankam Memuaskan

Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin pada dua tahun ini dinilai cukup memuaskan di bidang keamanan dan pertahanan.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Wamenag: Maulid Nabi Momentum Perkuat Kepedulian dan Teguhkan Perdamaian

Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi mengajak kaum muslim untuk menjadikan maulid tahun ini sebagai momentum memperkuat kepedulian dan meneguhkan perdamaian.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Dibawa KPK ke Jakarta

KPK membawa Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra ke Jakarta, Rabu (20/10/2021).

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Tangkap 2 Kader Golkar, KPK Tegaskan Tak Berpolitik

Penegasan tak berpolitik disampaikan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat dikonfirmasi mengenai langkah KPK menetapkan Bupati Kuansing Andi Putra.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Jokowi: Daerah Harus Fokus pada Produk Unggulan, Jangan Latah

Ketika ada daerah lain yang menanam karet, maka semua daerah ramai-ramai menanam karet.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Jokowi Minta Bupati Kontrol Lapangan di Sekolah dan RS

Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta para bupati di seluruh Indonesia terus-menerus melakukan kontrol lapangan terutama di sekolah dan di rumah sakit.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Video: Ribuan Burung Pipit Mati Mendadak Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan matinya burung pipit yang berjatuhan di kawasan Gianyar Bali. Kejadian serupa terjadi di lingkungan Pemkot Cirebon.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Hari Santri, Kemenag Gelar Wayang Virtual Semar Bangun Pesantren

Gelaran ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi santri dan masyarakat umum dalam memperkuat harmoni antara agama dan budaya.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Terima Audiensi Apkasi, BPK Bahas Pengelolaan Keuangan Negara

BPK menekankan, tidak menjadi alasan bagi siapapun baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk melanggar ketentuan perundang-undangan.

NASIONAL | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Bentrok Ormas dan Debt Collector, Polres Metro Tangerang Kota Amankan 13 Orang

Bentrok Ormas dan Debt Collector, Polres Metro Tangerang Kota Amankan 13 Orang

MEGAPOLITAN | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings