Pemberantasan Korupsi Kian Efektif Berkat Teknologi Informasi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemberantasan Korupsi Kian Efektif Berkat Teknologi Informasi

Senin, 7 Januari 2019 | 14:38 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta- Teknologi informasi menjadi andalan dan tulang punggung pemerintahan Jokowi-JK dalam upaya memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi. Implementasi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam penanggulangan dan pencegahan korupsi juga dilakukan dengan memperbaiki regulasi yang mengatur ihwal korupsi. Hasilnya, masyarakat makin percaya efektivitas langkah yang diambil pemerintah.

Fakta tersebut terungkap dalam diskusi bertajuk “Cerdas dan Canggih Melawan Korupsi” yang digelar Kantor Staf Presiden di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (7/1).

Nara sumber yang hadir dalam diskusi tersebut adalah Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali, dan politisi mantan anggota Partai Demokrat Ruhut Sitompul.

Selama ini, arah dan kebijakan pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi bergerak dalam senyap dan nyaris tidak mendapatkan perhatian dari publik. Masyarakat lebih tertarik untuk menyorot perilaku-perilaku korupsi yang menyeruak ke publik seperti operasi tangkap tangan dan sebagainya. Namun, hal itu tidak mengurangi kenyataan bahwa masyarakat sudah merasakan efektivitas dan kebijakan antikorupsi yang dijalankan pemerintah.

“Berdasarkan laporan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Oktober 2018, upaya pemerintah memberantas korupsi selama empat tahun ini dirasakan oleh masyarakat. Masyarakat menilai tingkat korupsi di berbagai bidang menurun dari tahun ke tahun,” ujar Yanuar.

Ia mengakui, korupsi sekarang ini hidup di zaman baru, zaman di mana teknologi menjadi sangat masif dan intensif digunakan dalam berbagai kehidupan masyarakat. “Melawan korupsi di zaman canggih ini juga harus dilakukan dengan canggih,“ ujar peneliti lulusan Institut Teknologi Bandung dan University of Manchester tersebut.

Ia menambahkan, pemerintah telah melahirkan tiga produk hukum untuk mempercepat pemberantasan korupsi, yaitu Inpres 7/2015, Inpres 10/2016, dan Perpres 54/2018. Dari tiga aturan hukum tersebut, penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam aksi pencegahan korupsi sangat terasa, mulai dari sekitar 30% pada 2015 meningkat menjadi lebih dari 81% pada 2018.

Yanuar menegaskan, “korupsi sistemik sudah mengakar dalam tatanan kerja birokrasi. Pemerintah mengupayakan perbaikan tata kelola salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi. Mulai dari perencanaan (e-planning) dan penganggaran (e-budgeting) hingga pengadaan yang menggunakan e-catalog dan e-procurement. Selain itu, pemerintah juga mendorong kebijakan satu peta dan satu data untuk mendukung perencanaan pembangunan.”

Rhenald Khasali dalam kesempatan tersebut juga menekankan bagaimana teknologi informasi membuat disrupsi yang sebelumnya tidak terbayangkan. “Dengan teknologi informasi, saat ini tuyul pun terdisrupsi. Semakin sulit mencuri uang,” kata dalam rilis yang dikirim.

Lebih jauh lagi, Rhenald menilai pemerintah sudah berada di arah yang tepat, akan tetapi ini harus diikuti dengan reformasi lembaga politik dan lembaga legislatif.

Pakar yang banyak mengulas gejolak ekonomi digital tersebut menegaskan, para pelaku korupsi tidak mungkin lagi mencuri uang dengan cara-cara lama. “Oleh karena itu kerja pemberantasan korupsi itu adalah kerja bersama, baik di sektor eksekutif, yudikatif, maupun legislatif,” papar Rhenald.

Ruhut Sitompul mengutarakan, yang sudah dikerjakan oleh pemerintah nilainya seratus.

“Makanya banyak yang ketakutan dengan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah. Yang mengatakan bahwa korupsi itu seperti kanker stadium 4 itu hoax saja. Kenyataannya, pencegahan dan pemberantasan korupsi itu terlihat nyata selama pemerintahan Pak Jokowi,” katanya.



Sumber: ANTARA

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sosialisasi Visi dan Misi, Timses Diminta Tak Berteriak di Luar Rapat Bersama

Seharusnya timses yang ikut rapat bersama dengan KPU menyosialisasikan hasil kesepakatan itu kepada semua anggota.

NASIONAL | 7 Januari 2019

Mendag Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Sepanjang 2019

Sepanjang tahun ini, aspek pengawasan dan penegakan hukum juga berjalan baik. Ia tidak melihat adanya praktik penimbunan barang yang dilakukan pengusaha.

NASIONAL | 7 Januari 2019

Hoax Surat Suara, Polisi Klaim Kantongi Aktor Intelektual

“Voice itu akan kita identifikasi, apabila barang bukti sudah kuat baru penyidik tidak akan ragu melakukan penegakan hukum."

NASIONAL | 7 Januari 2019

Polri Tetapkan Tersangka Ketiga

Para tersangka hanya meneruskan hoax kontainer berisi surat suara tercoblos.

NASIONAL | 7 Januari 2019

Prabowo-Sandi Siap Hadapi Dinamika Debat

Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) telah menyiapkan diri untuk debat

NASIONAL | 7 Januari 2019

Presiden Lantik Anggota LPSK

Mereka adalah Hasto Atmojo Suroyo, Achmadi, Antonius Prijadi Soesilo Wibowo, Edwin Pasaribu, Livia DF Iskandar, Maneger Nasution, dan Susilaningtias.

NASIONAL | 7 Januari 2019

Caleg Rocker Konsolidasikan Relawan demi Kemenangan PDIP dan Jokowi

caleg DPR dari PDIP Pulung Agustanto kembali mengumpulkan relawan pendukungnya di wilayah Jakarta Barat (Jakbar) untuk berkonsolidasi

NASIONAL | 7 Januari 2019

Polemik Unikama Malang, Hentikan Kriminalisasi terhadap Christea

Tanpa persetujuan, nama Christea Frisdiantara dkk dicantumkan oleh Soedjai yang dalam SK Baru tersebut dalam posisi sebagai Ketua.

NASIONAL | 6 Januari 2019

Ganjar Naik Pitam Dilapori Pungli

Ganjar kian marah ketika beredar isu pungli yang uangnya disetorkan ke gubernur. Menurutnya itu tindakan yang sangat jahat, kejam, dan fitnah yang luar biasa.

NASIONAL | 7 Januari 2019

Dekan FKUI: Uang Kuliah Kedokteran UI Terbilang Murah

"Menjadi dokter di UI saja, lebih murah dari pada PTN ternama lainnya apalagi dibandingkan dengan di FK PTN lain atau FK PTS," kata Ari Fahrial Syah.

NASIONAL | 7 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS