Polisi Telah Periksa Pelapor Dugaan Kasus Penipuan Piala Suratin

Polisi Telah Periksa Pelapor Dugaan Kasus Penipuan Piala Suratin
Ilustrasi mafia bola ( Foto: Beritasatu.com )
Bayu Marhaenjati / FMB Jumat, 11 Januari 2019 | 18:39 WIB

Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, telah memeriksa Manajer Perseba Bangkalan Imron Abdul Fattah selaku pelapor kasus dugaan penipuan pengaturan pelaksanaan pertandingan 8 Besar Piala Suratin 2009.

"Sudah dimintai keterangan. Intinya yang bersangkutan merasa dirugikan berkaitan dengan pertandingan Suratin Cup itu ya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (11/1).

Dikatakan, kasus dugaan penipuan pengaturan tuan rumah pertandingan Piala Suratin, itu masih dalam penyelidikan. Polisi belum memeriksa terlapor IB.

"Belum itu belum (memeriksa IB), masih penyelidikan ya," kata Argo yang juga merupakan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola.

Diketahui sebelumnya, Satgas Antimafia Bola, menerima laporan dari Imron Abdul Fattah, terkait dugaan penipuan pengaturan pelaksanaan atau penetapan tuan rumah pertandingan 8 Besar Piala Suratin 2009.

Kronologi kasus bermula ketika korban Imron mengajukan permohonan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), melalui Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI), untuk menjadi tuan rumah pertandingan 8 Besar Liga Remaja (Piala Suratin) Seri Nasional 2009.

Selanjutnya, korban bertemu dengan HS selaku Ketua Pengda PSSI Jawa Timur di Surabaya. Pada saat itu, HS meminta sejumlah uang sebesar Rp 140.000.000 sebagai syarat meloloskan Perseba menjadi tuan rumah pertandingan.

Korban kemudian, mentransfer uang tanggal 05 Oktober 2009 sebesar Rp 40.000.000. Kemudian, Rp 25.000.000 pada tanggal 13 Oktober 2009 dan Rp 50.000.000, tanggal 6 November 2009. Selanjutnya, pada bulan November saat korban berada di Jakarta dihubungi oleh terlapor IB selaku Ketua BLAI meminta kepada korban uang sebesar Rp 25.000.000 sebagai tambahan uang untuk persetujuan pelaksanaan pertandingan 8 Besar Piala Suratin. Kemudian, korban mentransfer ke rekening terlapor IB sesuai dengan yang diminta.

Usai laga 8 Besar Piala Suratin, korban baru mengetahui kalau sebenarnya untuk menjadi tuan rumah tidak ada ketentuan melakukan pembayaran. Kemudian, korban melaporkan kasus itu ke Satgas Antimafia Bola dengan nomor laporan polisi LP/01/I/2009/Satgas, tanggal 7 Januari 2019, terkait Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau dan atau Pasal 3, 4, 5, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010.



Sumber: BeritaSatu.com