Penuhi Panggilan Bawaslu, Bima Arya Jelaskan Pose Satu Jari

Penuhi Panggilan Bawaslu, Bima Arya Jelaskan Pose Satu Jari
Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan keterangan pers usai memenuhi pemanggilan di Kantor Bawaslu Jalan Bantarjati, Kota Bogor, 11 Januari 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / FER Jumat, 11 Januari 2019 | 21:13 WIB

 Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya memenuhi undangan pemanggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (11/1) sore. Bima ditanya sekitar 15 pertanyaan terkait posenya mengacungkan satu jari saat menyambut Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 KH Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan berjalan sekitar satu jam dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, di Kantor Bawaslu, Bantarjati, Kota Bogor dan berlangsung secara tertutup.

Bima Arya mengatakan, dirinya menghadiri undangan Bawaslu perihal aksinya mengacungkan satu jari saat kunjungan Cawapres nomor satu. Padahal, saat itu dirinya hanya memenuhi undangan dari pesantren Al Ghozali.

Bima melanjutkan, saat diperiksa dirinya ditanya 15 pertanyaan, dan disitu ditegaskan dirinya memenuhi undangan via WhatsApp dan surat langsung dari Ustad Turmudi selaku panitia dan pada hari libur.

"Saya diminta untuk hadir, saat hadir saya datang bertepatan dengan konferensi pers bapak KH Mar'uf. Kemudian teman-teman wartawan mengajukan pertanyaan kepada saya. Langsung secara spontan maksudnya satu itu adalah penekanan dan dilanjutkan pemaparan," katanya.

Bima menjelaskan, dirinya kalau saat pemaparan sangat ekpresif sehingga kalau mengatakan satu maka ditekankan dengan mengacungkan jari satu begitupula dengan lima, akan mengangkan lima jari.

"Saya juga menyampaikan kepada rekan Bawaslu, saat itu hari libur dan saya diundang. Karena Islam mengajarkan kalau diundang harus menyempatkan hadir, kalau tidak ada halangan. Saat itu kedatangan saya hanya satu, memuliakan tamu," jelasnya.

Bima menegaskan, bahwa dirinya tidak ikut kampanye dikarenakan ingin fokus kerja dan menjaga kebersamaan di Kota Bogor. Terkait Pilpres, Bima sudah menyatakan berkali-kali, dirinya sebagai kepala daerah tetap bersikap netral.



Sumber: BeritaSatu.com