Gempa 5,5 SR Bengkulu Tak Timbulkan Kerusakan dan Korban Jiwa

Gempa 5,5 SR Bengkulu Tak Timbulkan Kerusakan dan Korban Jiwa
Ilustrasi Gempa ( Foto: Istimewa / Berita Satu )
Usmin / CAH Sabtu, 12 Januari 2019 | 08:12 WIB

Bengkulu - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 skala richter (SR) menguncang Bengkulu dan sekitar pada Sabtu (12/1) sekitar pukul 02.05 WIB, tidak memimbulkan dampak kerusakan dan korban jiwa di masyarakat.

Keterangan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisikan (BMKG) Bengkulu, Sabtu pagi menyebutkan, lokasi gempa berada pada koordinat 3.37 lintang selatan (LS) dan 101.29 derajat bujur timur (BT) atau sekitar 77 km Barat Daya, Bengkulu Utara dengan kedalaman 10 kilometer (km).

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah kabupaten di Bengkulu, di antaranya Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang, serta daerah lainnya di Bengkulu.

Meski gempa tidak menimbulkan dampak kerusakan dan korban jiwa di masyarakat, tapi sempat membuat warga kaget dan terbangun dari tidur. "Saya kaget dan langsung berangat dari tempat tidur begitu terasa ada guncangan gempa," kata Asdawati (34), warga Kota Bengkulu.

Namun, setelah ditunggu beberapa saat tidak ada gempa susulan, Asdawati mengaku dirinya kembali melanjutkan tidur. "Saya tunggu beberapa saat tidak ada lagi gempa susulan, kembali melanjutkan tidur," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Tarek, warga Jalan Salak, Kota Bengkulu. Ia mengatakan, dirinya langsung berangkat dari tempat tidur begitu terasa ada guncangan gempa. Namun, guncangan gempa tidak berlansung lama sehingga dirinya tidak sempat keluar rumah menyelematkan diri.

"Saya belum sempat keluar rumah menyelematkan diri karena guncangan gempa berlangsung singkat, tapi saya belum melanjutkan kembali tidur karena menunggu beberapa saat khawatir ada gempa susulan," ujarnya.

Dijelaskan, setelah ditunggu beberapa saat tidak ada gempa susulan, dia kembali melanjutkan tidur. "Saya bersyukur gempa melanda Bengkulu, Sabtu dini hari guncangan tidak kuat dan hanya berlangsung singkat," ujarnya.

Tarek mengaku hingga kini dirinya masih trauma dengan gempa besar melanda Bengkulu pada tahun 2000 dan 2007 lalu. Karena itu, setiap kali ada gempa dirinya selalu keluar rumah menyelamatkan diri.

"Sampai sekarang saya masih ingat terus kejadian gempa pada tahun 2000 dan 2017 lalu, karena kedua gempa ini berkuatan di atas 7,0 SR. Karena itu, setiap kali ada gempa saya selalu berusaha keluar dari dalam rumah untuk menyelamatkan diri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu, Selupati mengatakan, dari pantauan pihaknya di lapangan gempa yang terjadi tidak menimbulkan dampak kerusakan dan korban jiwa di masyarakat.

Hal ini didasarkan sampai sekarang pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat dampak gempa yang terjadi. "Kita bersyukur gempa yang melanda Bengkulu, Sabtu dini hari tidak menimbulkan dampak kerusakan dan korban jiwa di masyarakat," ujarnya.

Selupati mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap gempa dan stunami di daerah ini. Sebab, Bengkulu merupakan salah satu daerah di Tanah Air yang berada dipatahan gempa.

"Jika terjadi gempa agak kencang warga yang berada di pantai sebaiknya segera bergegas ke tempat aman, sehingga bila terjadi stunami tidak menjadi korban. Kita berhatap hal tersebut, tidak terjadi di Bengkulu," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan