Bandara Baru Yogyakarta Kantongi Kode Organisasi Penerbangan Sipil Internasional

Bandara Baru Yogyakarta Kantongi Kode Organisasi Penerbangan Sipil Internasional
Pembangunan konstruksi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, DI Yogyakarta. ( Foto: Antara )
Fuska Sani Evani / AB Sabtu, 12 Januari 2019 | 12:46 WIB

Yogyakarta - New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang merupakan bandara baru di Yogyakarta mengantongi kode lokasi lapangan terbang yang dikeluarkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO).

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama dalam keterangan tertulis, Jumat (11/1), mengatakan PT Angkasa Pura (AP) I sudah mengajukan kode empat huruf (four letter code) serta kode tiga huruf (three letter code). Kode empat huruf akan ditentukan oleh ICAO, sedangkan kode tiga huruf ditentukan oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA). Kantor pusat kedua organisasi aviasi sipil global itu berada di Montreal, Kanada.

Kode empat huruf untuk NYIA telah diterbitkan ICAO pada 7 Maret 2018. NYIA memiliki kode WAHI. Kode tersebut menunjukkan lokasi lapangan terbang atau indikator lokasi bandara yang dibuat ICAO dan dipakai oleh pengendali lalu lintas udara (air traffic control) dan maskapai saat mengisi formulir rencana penerbangan.

Sementara, kode ICAO untuk Bandara Adisutjipto adalah WARJ yang sudah diganti menjadi WAHH.

Kode tiga huruf ditentukan oleh IATA untuk menunjukkan letak bandara-bandara di dunia. Kode tiga huruf akan dipublikasikan sebagai airport information publication (AIP) atau publikasi secara internasional.

“Kode ini digunakan untuk rute penerbangan atau kelengkapan lainnya seperti yang akan tertera pada tiket,” katanya.

Berbeda dengan kode dari ICAO yang sudah dikantongi NYIA, kode IATA belum dirilis. Pandu mengatakan Airnav--perusahaan pelayanan navigasi penerbangan Indonesia--sudah memilih tiga kode untuk NYIA, yakni YIA, KPO, dan YKP.

“KPO berarti Kulonprogo, YIA berarti Yogyakarta Intenational Airport, dan YKP berarti Yogyakarta Kulonprogo. Tiga pilihan kode IATA itu sudah diajukan dan sekarang masih diproses oleh Garuda Indonesia selaku perwakilan IATA di Indonesia,” katanya.

Sedangkan nama NYIA tidak akan memengaruhi kode bandara, karena dipublikasikan sebagai nama bandara bukan kode bandara.

Dikatakan, soal nama bandara baru, AP I sepenuhnya menyetujui NYIA sebagai nama bandara baru di Kulonprogo karena penamaan menjadi wewenang pemerintah daerah. Tidak ada kriteria khusus yang mengatur ihwal penamaan.

Hampir 90 persen bandara di Indonesia diberi nama pahlawan daerah setempat. “NYIA adalah nama proyek yang disematkan untuk bandara baru ini. Tetapi jika akan digunakan untuk nama, tidak masalah. Memang sebenarnya ada pertimbangan lain yang diajukan pemerintah daerah seperti Nyi Ageng Serang, tetapi dengan pertimbangan pro-kontra yang mungkin akan terjadi, ditetapkan dengan nama NYIA,” ujarnya.

Pandu menuturkan tidak ada aturan yang menentukan penggunaan nama bandara. Setiap negara boleh menentukan nama bandaranya masing-masing. Boleh berupa nama kota ataupun nama khusus seperti nama pahlawan nasional. Pandu memberi contoh nama kota yang disematkan pada bandara di Indonesia, seperti Lombok International Airport atau beberapa bandara di Amerika Serikat.

Sementara, NYIA dipilih karena coraknya yang universal. Nama NYIA akan mudah diingat baik oleh masyarakat lokal ataupun orang asing yang bepergian melalui bandara baru tersebut. 



Sumber: Suara Pembaruan