Dewan Dakwah Bantah Berada di Belakang Tuntutan Mundur Yusril

Dewan Dakwah Bantah Berada di Belakang Tuntutan Mundur Yusril
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Yusril mengaku pro kontra internal PBB hal biasa.
Yeremia Sukoyo / WM Jumat, 11 Januari 2019 | 16:41 WIB

 

Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra sempat dituntut mundur dari jabatannya dalam kegiatan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Timur. Tuntutan tersebut disampaikan pasca keputusan Yusril yang bersedia menjadi kuasa hukum pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Muhammad Siddiq menegaskan, permintaan mundur kepada Yusril yang disampaikan dalam acara DDII bukanlah keputusan internal organisasi. Namun, lebih kepada keinginan individu yang disampaikan perwakilan Cendekiawan Muslim, Thohir Luth.

"Tidak (memberikan rekomendasi). Dewan Dakwah bukan partai politik. Kita gerakan dakwah, melihat yang baik bagaimanapun kita akomodir. Kita akui yang baik, yang kurang kita perbaiki," kata Muhammad Siddiq, Jumat (11/1), di Jakarta.

Dijelaskan Siddiq, sekitar tanggal 16 November 2018 lalu, DDII sendiri telah menggelar pertemuan untuk membahas langkah Yusril yang bersedia menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf. Dalam pertemuan, Yusril sendiri turut menghadiri untuk sekaligus memberikan klarifikasi.

"Waktu itu Dewan Dakwah memiliki dua pendapat. Ada yang bisa memahami, ada yang tetap berkeinginan pak Yusril tidak dalam posisi itu karena sebagai ketua PBB tidak bisa dipisahkan," ungkapnya.

Di dalam pertemuan tersebut, dewan dakwah tidak memutuskan apakah langkah Yusril tersebut dinilai tepat atau tidak. Dewan dakwah hanya tetap berharap agar PBB tidak mengalami perpecahan dan Caleg yang maju di Pileg 2019 tidak terganggu. "Kami mengharapkan para tetap utuh dan Caleg-caleg yang menyatakan diri untuk maju, tetap maju," ungkapnya.

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, menjelaskan, selama ini DDII terus memberikan dukungan kepada PBB. Kondisi itu terus terjaga hingga menjelang Pemilu April 2019 mendatang.

"Dewan dakwah dari dulu suport PBB. Selama beberapa tahun memberikan dukungan, sekarang juga tetap seperti dulu. Terutama dalam menghadapi pemilu. Jadi gak ada perbedaan apa-apa Kalau di Jatim Dewan Dakwah mengadakan kegiatan, ada yang teriak supaya Yusril mundur, itu bukan Dewan Dakwah. Itu orangnya yang kebetulan berbicara di acara dewan dakwah. Dan sudah diklarifikasi dari sikap dewan dakwah," ucap Yusril.

Ditegaskan, permintaan mundur dirinya sebagai Ketua Umum PBB disampaikan atas dasar permintaan pribadi atau bukan sikap dari dewan dakwah. Dirinya pun sudah mengkonfirmasi tidak ada desakan dirinya mundur dari pengurus DDII.

"Dewan dakwah tetap solid memberikan dukungan kepada PBB. Kami berharap umat Islam juga memberikan dukungan. Itu yang sudah clear," ucap Yusril.



Sumber: Suara Pembaruan