Laskar di Solo Dibekuk, Polisi: Mereka Kelompok Radikal Intoleran

Laskar di Solo Dibekuk, Polisi: Mereka Kelompok Radikal Intoleran
Ilustrasi Polisi ( Foto: Beritasatu.com )
Farouk Arnaz / WBP Minggu, 13 Januari 2019 | 08:55 WIB

Jakarta - Kapolresta Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo mengatakan 10 orang anggota laskar yang dibekuk sesaat setelah melakukan sweeping dan merusak rumah Iwan Walet di Solo, Jawa Tengah adalah kelompok radikal.

“Mereka ini laskar radikal, kelompok intoleransi. Dua orang adalah eks napi teroris dan satu adalah deportan (ISIS) dari Suriah,” kata Ribut saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (13/1).

Dari tangan tersangka, menurut Ribut, polisi menyita senjata tajam beserta airsoft gun.

Penangkapan itu bermula saat tim Resmob dan Brimob Polda Jateng serta Polresta Surakarta melakukan patroli.

Polisi sebelumnya mendapatkan informasi bahwa kelompok radikal ini yang merusak rumah Iwan di RT 003/ RW 005, Kelurahan Tegalharjo, Jebres, pada Sabtu (12/1) siang.

Iwan terlibat keributan di Rutan Solo pada Kamis (10/1) pagi. Saat itu ada dua kelompok yang terlibat yakni gabungan kelompok pembesuk dan napi laskar Islam dengan kelompok Iwan dkk yang merupakan narapidana kriminal biasa di blok C1.

Buntutnya sebanyak 12 tahanan dan napi dipindahkan ke tiga lokasi berbeda.

Tahanan kelompok laskar misalnya Isan alias Abdullah Ihsan (33) dan Rahmad Sardiansyah (20). Sementara dari kelompok napi kriminal antara lain Agus Ardiansyah alias Bebek (30) dan Ucok Devran Devries. Keduanya napi kasus pencurian.

“Jadi ini runtutan rusuh di rutan dimana Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet (napi kasus penganiayaan) memang telah bebas penjara pada Sabtu pagi. Laskar ini lalu melakukan sweeping ke rumah Iwan,” imbuh Ribut.

Dua di antara pelaku terpaksa ditembak sehingga mengalami luka. Para laskar ini ditahan di Mapolda Jawa Tengah.

Akibat insiden itu, seorang anggota Resmob Polda Jateng juga mengalami luka sabetan benda tajam.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE